Topeak CageMount Bottle Cage Adapter

Topeak Cage Mount Bottle Cage Adapter

Solusi ketika gowes jarak jauh untuk menambahkan biddon/botol minum sepeda sangatlah ideal. Beberapa sepeda pabrikan modern sudah memberikan 2 titik di frame untuk menaruh botol minum, yaitu top tube dan down tube. Tapi sayangnya, beberapa teman-teman sepeda roadbike mengeluh dengan posisi botol minum di top tube. Entahlah, posisinya susah dan merepotkan untuk mengambil minum saat kecepatan diatas 30 kpj.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya menemukan produk Topeak yang unik: Topeak CageMount Bottle Cage Adapter. Bentuknya fashionable dan fungsional, bisa dipasang di segala sepeda (handlebar, handlepost dan seatpost). Topeak CageMount Bottle Cage Adapter menawarkan solusi tambahan botol minum di sepeda. Menarik!

IMG_0524

Pemasangannya cukup gampang. Topeak CageMount Bottle Cage Adapter bisa diatur posisi sesuai besar handlebar/seatpost. Clamp terbuat dari allumunium yang dilapisi karet lentur membuat handlebar/seatpost di sepeda tidak mudah lecet. Hanya membutuhkan kunci L untuk mengencangkan semua baut di Topeak CageMount Bottle Cage Adapter. Langkah-langkah detail tersedia dalam lembar instruksi. Tak sulit kok.

Saya pakai di sepeda lipat Dahon Speed P8. Semua pabrikan sepeda lipat mendesain lobang untuk menaruh botol minum di frame yang arahnya horisontal. Buat commuter dengan jalanan yang flat, masih bisa menjangkau/mengambil botol minumnya. Kalau untuk jarak jauh dan menanjak akan kesulitan mengambil botolnya. Solusinya dengan Topeak CageMount Bottle Cage Adapter saya pasang di handlepost, memudahkan untuk mengambil botol minum.

2014-08-27 08.44.45

Kekurangannya, Topeak CageMount Bottle Cage Adapter baut bawaanya kurang bagus. Jangan terlalu kencang saat memasang baut Topeak CageMount Bottle Cage Adapter di handlepost/seatpost. Drat yang terpasang di Topeak CageMount Bottle Cage Adapter akan merusak plastik rumahannya. Solusinya sebelum memasang Topeak CageMount Bottle Cage Adapter ini di lem alteco semua bautnya, agar selalu presisi. Salam gowes!

 

 

United Miami XC-73 Reborn as an Urban Commuter Bike

United Miami XC-73 Urban Commuter

United Miami XC-73 Urban Commuter

Membangun/menghidupkan kembali sepeda lama yang tergeletak di gudang sangat mengasyikkan. Apalagi sepeda yang kita miliki punya cerita/sejarah di masa lalu. Saya mengenal Perbowo Wicaksono dari Whats App yang tiba-tiba “ping” menanyakan rak touring Topeak Tourist DX Disc, biasanya dipakai buat sepeda touring. Saya jawab ready stock, kalau tinggal di wilayah Jogja saya bisa pasang/antarkan barangnya.

Saya menanyakan sepeda apa yang mau dipasangi rak Topeak Tourist DX Disc? United Miami XC-73 jawabnya. Saya pribadi tidak terlalu hafal bentuk dan geometri dari sepeda tersebut. Ada foto sepedanya Mas? Di bawah seatclamp dan dekat quick-release ada lobang untuk pasang raknya? Mas Perbowo menjawab ada lobang, kebetulan sudah dipasang fender/slebor hitam dan masih ada lobang untuk pasang raknya.

Lobang untuk Pasang Rak dekat Fender

Lobang untuk Pasang Rak dekat Fender

Lobang untuk Pasang Rak

Lobang untuk Pasang Rak Bawah Seatclamp

OK! United Miami XC-73 bisa dipasang rak Topeak Tourist DX Disc-nya Mas.. Kalau mau sekalian dipasangkan bisa, paketan rak Topeak sudah lengkap dengan baut L-nya. Kira-kira jam 16:00 saya bantu memasang rak Topeak di United Miami XC-73. Saya hanya membutuhkan toolkit dan kunci 8 untuk mengencangkan bautnya. Tidak sampai 30 menit rak Topeak sudah terpasang. Kebetulan lebar chainstaynya pas dengan ukuran rak Topeak ini, tidak perlu melebarkan raknya.

Dilihat dari geometri sepeda United Miami XC-73 didesain buat cross country atau semi offroad. Pabrikan sebesar United sudah mengira-ngira sepeda ini bisa menjadi all-terrain: cross country, commuter dan touring. United Miami XC-73 ingin diubah menjadi sepeda touring, bisa menambah rak, fender dan fork rigid. Happy gowes! :D

United Miami XC-73 untuk Commuter

United Miami XC-73 untuk Commuter

Topeak Tourist DX Tubular Disc

Topeak Tourist DX Tubular Disc

Topeak Tourist DX Tubular Disc

Topeak Tourist DX Tubular Disc

Urban Commuter with United Miami XC-73

Urban Commuter with United Miami XC-73

Rack Alumunium and Eiger Pannier Touring for Everyone

Rack Alumunium and Pannier Eiger Touring

Rack Alumunium and Pannier Eiger Touring

Tertarik touring/perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda? Belum punya rak dan tas touringnya. Bagus Gowes memiliki 1 buah rak belakang allumunium dan 1 tas touring/pannier Eiger lengkap dengan covernya, silahkan dipakai. Beberapa orang memiliki keinginan untuk bersepeda jarak jauh, mengeksplore keindahan Indonesia dan menikmati alam bebas. Saya melihat beberapa teman sepeda yang masih terkendala waktu, biaya dan perlengkapannya. Kebetulan saya punya perlengkapan minimalis sepeda touring yang pernah saya pakai, silahkan dipinjam.

Untuk spesifikasi rak touring allumunium bisa buat segala sepeda yang memiliki roda 26 inch, 27 inch, 700c. Kekuatan rak touring allumunium max. 25 kilogram, bisa lebih sedikit. Eiger pannier touring yang saya pinjami termasuk keluaran agak lama, saya dikasih dari Eiger Adventure saat bersepeda kampanye jalur hijau sepeda dari Denpasar – Bandung yang diadakan oleh Greeners. Dari tahun 2011 sampai 2013 saya memakai pannier Eiger tersebut untuk bersepeda jarak jauh.

Pannier Eiger Touring

Pannier Eiger Touring

Bersepeda itu menyenangkan. Bagaimanapun juga,  saya akan terus berusaha mengajak lebih banyak orang bersepeda – kita-kita yang awam, dan menginginkan pengalaman bersepeda yang nyaman. Salam gowes! :D

Brooks Cambium, Tidak Perlu Break In Rasakan Kenyamanan

Cambium Denim. New collaboration with Levi's Commuter | pict. Brooks England

Cambium Denim. New collaboration with Levi’s Commuter | pict. Brooks England

Coba deh tanyakan ke teman-teman gowes yang memakai saddle racing seperti Fizik, San Marco, WTB, dll., apakah nyaman menggunakan saddle seperti itu buat harian/commuting? Kebetulan salah satu sepeda saya memakai saddle racing Fizik, sangat tidak nyaman untuk bike to work dan wajib ai’n memakai celana padding. Tapi Brooks mengubah kenyamanan saddle racing bisa dipakai untuk harian yaitu Brooks Cambium.

Pertengahan 2013 Brooks England melaunching dengan membagikan 100 saddle Brooks Cambium. 100 orang yang beruntung mendapatkan Brooks Cambium dengan cara menuliskan pengalamannya memakai saddle Brooks. Saddle Brooks sudah diproduksi dari tahun 1866. Brooks = leather, inovasi 2013 untuk Brooks menggunakan “vulcanized natural rubber”.

Rasa penasaran saya ingin mencoba saddle Brooks Cambium ini adalah satu-satunya saddle racing yang berbahan baku karet. Tampilan yang modern dan warna yang unik sangat cocok dipasangkan di sepeda sekarang. Untuk varian lain ada Brooks B17, Flyer, Team dari segi tampilan terlihat classic, bagi penggemar sepeda klasik sangat cocok.

Bulan Februari 2014 saya mendapatkan saddle Brooks Cambium. Dari kemasan terlihat tidak terlalu special, hanya menggunakan kardus tipis yang bisa dibuka dari 4 sisi. Dibalik dari sisi kanan dan kiri terdapat spesifikasinya: Vulcanized natural rubber, organic cotton canvas, die cast alumunium structure, tubular stainless steel rails. Saya suka di sisi kanannya: Immediately comfortable, waterproof with numac, maintenance free, built for life and ready to ride. Tidak perlu menunggu break in untuk merasakan kenyamanan.

Mencoba special saddle baiknya di event touring yang special juga. Bulan Mei 2014 bersama teman-teman Federal Jogja gowes bikecamping ke Cemoro Sewu, saya sengaja memakai Brooks Cambium ini. Perjalanan Jogja – Solo (60 km) masih berasa nyaman tanpa menggunakan celana padding. Kebiasaan touring menggunakan padding dan tempo gowes saya memang cepat, masuk Karanganyar terasa panas dan tidak nyaman. Berfikir positifnya saya waktu itu, namanya juga saddle baru belum cocok dengan pantat.

Penasaran dengan kata-kata di dusnya “immediately comfortable”. Saya coba di sepeda commuting atur maju dan mundurnya rail saddle. Viola! Sangat nyaman untuk dipakai keseharian. Saddle Brooks Cambium ini terpasang di sepeda klasik Master Hermes. Saya suka dengan Cambium ini. Itu halus, nyaman dan membuat sepeda tampak indah. :D

Memulai Kebiasaan Positif dengan Cadence

Finish Jawa Pos Bromo 100 KM

Finish Jawa Pos Bromo 100 KM

Menonton foto dan video promosi dari kejuaraan Le Tour De France 2014 yang sebentar lagi akan dimulai. Saya jadi kepikiran untuk membahas kebiasaan positif yang selalu saya lakukan yaitu latihan cadence. Pertama kali mendengar kata cadence yaitu ketika saya mengeluh kepada road captain Marta Mufreni saat Jelajah Sepeda Kompas 2011: Surabaya – Jakarta (784 km) melahap tanjakan tanpa menuntun. Dia menyarankan saya berlatih cadence, yaitu mengayuh sepeda secara cepat pada gear kecil (ringan dikayuh) selama menggunakan sepeda.

Oke, mari kita ngomongin Cadence. Cadence itu apa ya? Cadence ideal itu berapa? Kalo Cadence yang ideal buat Nanjak berapa? Cadence itu bahasa orang sepeda buat kecepatan putaran kaki. Kalo pake gear ringan, untuk jalan 30kph putaran kaki kita relatif tinggi (misalnya 100 RPM – revolutions per minute), sedangkan 30kph dengan gear berat putaran kaki kita relatif rendah (misalnya 60 RPM). Angka RPM itu lah namanya yg dibilang Cadence. Misalnya kalo orang nanya “Cadencemu berapa rata2?”, jawabnya (misalnya) “90RPM!

Menurut studi, Lance Armstrong, juara Tour de France 6 kali menerapkan cadence tinggi di atas 100 rpm. Apa hubungannya kita dengan Lance Armstrong? Apa keuntungan dari cadence tinggi?

Jadi begini , setiap kayuhan pedal otot kita akan berkontraksi dan berelaksasi. Di setiap kontraksi dan relaksasi otot membutuhkan energi. Tidak hanya itu, setiap kontraksi otot akan menghasil asam laktat yang jumlahnya tergantung seberapa besar kekuatan kontraksi tersebut. Dengan melakukan cadence yang berpengaruh pada kecepatan dan kekuatan kontraksi otot, jumlah asam laktat di dalam darah dan jumlah energi yang digunakan akan terpengaruh juga. Misalnya, kita sedang bersepeda menanjak dengan gigi besar (berat dikayuh). Kita mungkin hanya dapat cadence sekitar 70 rpm dan menghasilkan kecepatan sebesar 20km/jam karena kayuhannya berat. Hal ini berprinsip sama dengan gear di mobil: kita akan menggunakan gigi 1 atau 2 pada saat menanjak untuk meningkatkan kecepatan engine.

Kalo saya pribadi, misalnya saya main solo, lalu main RPM 100+, begitu cardio saya udah ga kuat, saya pasti drop, dan dropnya itu bakalan drastis sekali dan speed bakalan drop abis2an. Sedangkan kalo main big gear (~70-80RPM) saya bisa kuat lama sekali. Memang akhir2nya cardionya juga bakalan cape, tapi dropnya lebih progressive, ngga drastis, jadi kita bisa atur tenaga untuk recovery walaupun solo riding.

Buat teman-teman yang hobi gowes, coba berlatih untuk mendapatkan cadence sekitar 80-90 rpm. Buat awalan, coba pasang speedometer yang ada fasilitas cadencenya. Ketika bike to work dicoba 1-2 jam, yang penting napas kuat dan senyamannya saja. Keuntungannya, kecepatanya tetap sama. Kita menggunakan tenaga yang lebih sedikit. Salam gowes! :D

Tips Menaklukkan Tanjakan di Bukit/Gunung

Tanjakan di Bukit Patuk

Tanjakan di Bukit Patuk, Gn. Kidul, Yogyakarta (image pict. Mbahkung)

Postingan ini terinspirasi dari beberapa pembicaraan di social media Facebook dan Twitter bersama Mbahpolenk Gowes dan Mbahkung Endy yang mengenal saya raja tanjakan. Bagaimana cara kuat menaklukkan tanjakan di bukit atau gunung.

Banyak goweser yang anti dan tidak suka terhadap tanjakan/jalan menanjak, bikin pusing, lemas dan menghabiskan tenaga. Bisa dibilang tanjakan itu neraka dan turunan itu bonus atau surga, hehe.. Setiap kali kita bersepeda menemui jalanan turun yang panjang, pasti akan menemui jalanan menanjak.

Berdasarkan pengalaman saya, maka saya mencoba menulis tips menaklukka tanjakan di bukit/gunung:

1. Posisi Tubuh

a. Tangan. Menjaga tangan anda di atas handlebar dan memegang handlebar selebar mungkin akan memberikan pernafasan yang lebih baik dan ingat untuk menekuk siku dan me-rileks-kan tubuh bagian atas anda.

b. Tubuh bagian atas. Jaga tubuh bagian atas anda untuk tidak banyak bergerak. Sepeda harus stabil dibawah tubuh. Gerakan terlalu banyak akan membuang-buang energi. Dan bahu anda harus “terbuka”. Jika tidak, akan menekan dada anda dan mengakibatkan pernafasan yang tidak efisien.

c. Postur tubuh. Memposisikan tubuh dalam posisi duduk akan menguntungkan dalam gowes. Satu-satunya moment untuk bergeser maju dari sadel adalah ketika harus sprint dan melalui tanjakan pendek.

2. Mengayuh. Kayuhan yang baik adalah kunci untuk menanjak bukit/gunung dengan cepat dan mudah mudah. Gunakan perbandingan gigi yang cukup untuk setiap permukaan. Kemudian, jaga irama gowes anda agar stabil dan halus. Selalu perhatikan teknik mengayuh.

3. Pernafasan. Jika anda mulai bernapas tidak teratur, coba mengambil napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa kayuhan. Lalu sinkronkan pernapasan anda dengan kayuhan pedal. Mulailah dengan mengambil napas setiap kali satu kaki mencapai bagian bawah. Oksigen akan lebih banyak ke peredaran darah dengan pernafasan yang terkendali daripada yang tidak teratur dan terengah-engah atau megap-megap. Pindah tangan anda ke tanduk memungkinkan anda untuk membuka dada dan bernapas lebih mudah.

4. Berdiri dan bersepeda. Secara umum anda akan menggowes lebih efisien dan lebih cepat saat duduk di sadel. Namun, berdiri di pedal memberi anda kontrol yang lebih baik. Ketika berdiri, stabilkan sepeda dengan lembut dari sisi ke sisi dalam irama. Juga, seimbangkan berat badan anda sedikit di depan pusat pedal dan rileks-kan tubuh bagian atas anda. Goweslah dengan halus dan anggun.

5. Irama. Saat menanjak, irama anda mungkin akan terganggu. Namun, beberapa orang membiarkan irama menurun, untuk berputar pada putaran ideal anda. Rata-rata 70 rpm dianggap baik.

6. Pilih Jalur yg terbaik. Seorang pengendara sepeda pemula cenderung untuk memilih jalur untuk menghindari halangan. Tampaknya logis, tapi ini tidak selalu rute terbaik. Ketika anda menanjak, mata anda harus terus-menerus harus melihat trek. Pindahkan pandangan anda dari depan ban anda kek sekitar 4,5 meter di depann, lalu kembali.

7. Berlatih secara teratur. Latihan teknik menanjak bukit/gunung sesering mungkin. Selalu fokus pada ritme.

Menaklukkan tanjakan mengajariku tentang perjuangan dan arti sebuah proses. Demikian tips untuk menaklukkan tanjakan di gunung/bukit versi Bagus Gowes. Bagaimana versimu?