image: bagus gowes

Mencoba EMS Training 20FIT Jogja

Pola hidup sehat dan rajin berolahraga alhamdulillah sudah saya lakukan setiap hari. Bangun tidur pukul 4:30 lalu Sholat Subuh dan dilanjutkan dengan jogging 30-60 menit per hari dan menjadwal waktu istirahat 1 hari dalam 1 minggu tersebut. Badan jadi segar dan gak gampang ngantukan buat kerja jadi maksimal. Efeknya jadi hobi makan, karena kalori terbakar setiap harinya, hahaha..

Kemarin Minggu (15/5) saya mendapatkan undangan dari 20FIT lewat pesan di Instagram untuk menghadiri syukuran dan talkshow 20FIT Studio Jogja di Jln. Kenari, Sagan, Yogyakarta dihadiri oleh founder 20FIT Andien Aisyah. 20FIT adalah langkah cepat setiap harinya untuk membentuk tubuh selama 20 menit. Kok bisa yah? Saya sudah running, cycling, dll. badan masih keliatan gemuk.😀

Kalau saya mendengarkan Andien menjelaskan 20FIT adalah gym innovation dengan alat teknologi dari Jerman yang menawarkan berbagai keuntungan seperti; menjaga kebugaran tubuh, body shaping, dan sebagainya. Keuntungan lain dari 20FIT adalah latihan ringan satu sampai dua kali seminggu yang dilakukan hanya dalam waktu 20 menit didampingi oleh trainer terlatih.

Dengan bantuan teknologi Jerman, Electro Muscle Stimulation (EMS) dari Miha Bodytech, klien akan mendapatkan stimulasi pembakaran lemak dan pembentukan otot di bagian-bagian yang diinginkan sehingga olahraga yang dilakukan bersama dengan 20FIT akan lebih efisien dan tepat sasaran.

20FIT tidak menggunakan alat berat seperti barbel, sepeda statis, dll. seperti di gym, menggunakan listrik untuk mendeteksi bagian mana yang perlu dikurangi dan ditambahkan khususnya lemak. Sebelum memulai EMS Training 20FIT, semua baju yang kita pakai harus dilepas dan memakai outfit 20FIT yang sudah terintegrasi dengan alat tersebut.

Tidak ragu lagi kalau tangan, kaki dan betis yang keseleo karena trainer 20FIT mendampingi untuk mengoperasikan mesinnya. Seberapa kuat tenaga kamu, bisa dimaksimalkan dengan tenaga listrik EMS yang dialirkan ke tubuh. Jangan takut kesetrum yaah.. Alat ini aman dan tentunya buat badan sehat setelah workout.

image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes

Berkenalan Dengan Suku Osing, Suku Asli Banyuwangi

Selamat sore Banyuwangi..!!! Saya bersama 7 orang travel blogger yang diundang Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia tiba di Banyuwangi kira-kira Pukul 15:30 WIB. Tertahan tidak bisa terbang di Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Blimbingsari Banyuwangi, karena ada penerbangan VIP dari Bandara Juanda. Sesampai di Bandara Blimbingsari kami dijemput perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menuju Desa Wisata Kemiren Banyuwangi, tempat tinggal suku asli Banyuwangi yaitu Suku Osing.

Saya dan teman-teman lain dianggap sebagai tamu agung yang datang ke Desa Kemiren Banyuwangi. Sebelum masuk desanya kami disambut oleh perwakilan Suku Osing dengan tari-tarian penyambutan, dipercaya agar hawa roh jahat tidak ada yang masuk ke Desa Kemiren. Tari Barong adalah tarian pembuka sebagai penyambutan kami. Setelah selesai tari-tariannya, kami dipersilahkan masuk untuk mengikuti rombongan Suku Osing masuk ke wilayahnya.

Suku Osing atau biasa diucapkan Suku Using adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga disebut sebagai “wong Blambangan” dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Setelah masuk di wilayah Desa Kemiren, sudah banyak warga yang berkumpul di halaman untuk melihat pertunjukan tarian selanjutnya yaitu Gandrung Banyuwangi. Kami dikenalkan dengan Pak Sucipto (tetua adat Suku Osing) dan menceritakan sejarah Suku Osing Banyuwangi.

Kalau ngomongin sejarah Suku Osing akan panjang, intinya Suku Osing dulunya adalah pecahan dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke wilayah timur Jawa saat Belanda menyerang. Mereka menyebar di segala penjuru Banyuwangi. Tapi umumnya, Suku Osing menempati wilayah barat. Suku Osing mempunyai Bahasa Osing yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa Kuno seperti halnya Bahasa Bali. Bahasa Osing berbeda dengan Bahasa Jawa sehingga bahasa Osing bukan merupakan dialek dari bahasa Jawa seperti anggapan beberapa kalangan.

Sambil menikmati Tarian Gandrung Banyuwangi, kami disuguhi berbagai macam makanan tradisional yang sudah disiapkan warga Suku Osing spesial menyambut tamu, ada pecel pitik khas Banyuwangi yang isinya nasi bakar ditaburin srundeng, pitik/ayam suwir, lalapan, dll. Makanan lain yang disajikan ada lemper, pisang rebus dan jajanan pasar. Khusus Pecel pitik Banyuwangi ini tidak ada resto yang menjual selain di Desa Kemiren. Rasanya enak dan gurih, saya habis 2 bungkus nasi pitiknya, hahaha..😀

Setelah kenyang melahap semua makanan yang disiapkan warga Suku Osing, saya dengan Mas Him (Indonesia Travel) diajak ke rumah warga untuk mencicipi kopi khas Suku Osing yaitu Kopi Jaran Goyang Banyuwangi. Jenis kopinya yaitu robusta, langsung dari perkebunan di wilayah Desa Kemiren. Saya mencoba 1 gelas kopi yang sudah disiapkan warga. Sebelum pulang dari Desa Kemiren, kami diajak masuk ke rumah adat Desa Kemiren yang tidak memakai tembok, masih memakai kayu yang berlapis-lapis.

image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
hotel mahkota plengkung banyuwangi

Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi, Rekomendasi Hotel Backpacker di Kota Banyuwangi

Banyuwangi memiliki berbagai macam wisata dari kesenian, pegunungan, pantai, bawah laut, dll. Selama lima hari saya di Banyuwangi belum semua tempat wisata dikunjungi. Tempat wisata paling eksotis yaitu ke taman nasional Baluran dan Alas Purwo, disana bisa menemukan berbagai macam flora dan fauna yang hidup bebas di hutan. Permasalahannya antar taman nasional lokasinya agak jauhan dan perlu menginap.

Selama di Banyuwangi saya menginap di Hotel Mahkota Plengkung yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso no. 218, Banyuwangi, cukup dekat dengan alun-alun Banyuwangi dan lokasinya ada di jalur utama menuju Situbondo. Transportasi antar tempat wisata saya sarankan menyewa motor atau mobil disesuaikan budget travellingnya saja. Travelling bersama teman-teman lebih dari 5 orang yang lebih baik menyewa mobil dan sopir (merangkap guide).

Untuk harga kamar paling murah di Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi yaitu Rp 175.000,- sudah mendapatkan fasilitas double bed – fan – tv – keyphone – welcome drink – breakfast. Dengan Rp 175.000,- buat berdua itu sangatlah murah, kamar yang bersih dan plusnya ada kolam renang yang cukup nyaman buat berendam dan bersantai di sore hari. Sarapan di Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi disediakan nasi goreng dan soto ayam mengambil sendiri sepuasanya, hehe..

Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi juga menyediakan fasilitas WiFi yang bisa diakses di resepsionis dan restaurant. Untuk WiFi di kamar tidur, saya tidak bisa mengaksesnya menggunakan handphone. Kemungkinan jauh dari akses point WiFi-nya, tapi menggunakan laptop tetap bisa mengakses WiFi. Untuk interior hotel ini masih memakai tradisional banyak patung dan ukiran yang tertempel di tembok. Saya mendokumentasikan lingkungan dan tarif Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi, harga tersebut di luar harga hari raya.

hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi hotel mahkota plengkung banyuwangi

image: bagus gowes

Pantai Boom Banyuwangi, Spot Foto Sunrise Terbaik di Kota Banyuwangi

Selamat pagi Banyuwangi..!!! Hari ke-5 di Banyuwangi saya bersama teman-teman blogger Indonesia Travel bersiap untuk pulang ke kota masing-masing, ada yang ke Jakarta, Surabaya dan Bandung. Karena jadwal pesawat dari Banyuwangi menuju Surabaya pukul 13:00 WIB, beberapa blogger sambil menunggu waktu pulang ada yang ke Pantai Boom Banyuwangi.

Pantai Boom Banyuwangi merupakan satu-satunya pantai yang ada di tengah kota Banyuwangi. Selain alun-alun Kota Banyuwangi, bisa dibilang Pantai Boom sebagai spot masyarakat Banyuwangi berkumpul dengan keluarga. Tempatnya cukup luas dan viewnya bisa melihat Bali Barat jika cuaca sedang cerah. Saya berangkat menuju Pantai Boom pukul 04:30 WIB untuk memfoto spot sunrise.

15 menit perjalanan dari Hotel Plengkung menuju Pantai Boom. Kondisi saat itu masih gelap, saya dan Atiqoh Hasan menuju pemecah gelombang yang banyak pemancing sedang mencari ikan. Tidak begitu lama, dari sisi timur terlihat sinar matahari yang masih malu-malu untuk mengeluarkan sinarnya. Alhamdulillah bangun pagi tidak sia-sia menuju Pantai Boom. Berikut beberapa sunrise yang saya ambil dengan iPhone 6S.

image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes

Osing Deles, Surganya Oleh-Oleh Kaos Khas Banyuwangi

Osing Deles Banyuwangi adalah sebuah toko oleh-oleh khas Banyuwangi yang isinya ada kaos, polo shirt, topi/peci, kopi, teh, dll. asli Banyuwangi. Bisa dibilang Osing Deles surganya oleh-oleh Banyuwangi. Tapi yang menjadi ciri khasnya yaitu kaos distro berdesain Banyuwangi. Buat wisatawan yang melihat kaos Osing Deles pasti akan bertanya-tanya maksud dari kata-kata yang menempel di kaosnya.

Saya bertanya ke pramuniaga Osing Deles “apa arti Osing Deles?” Osing Deles berarti using sekali atau banget. Using adalah suku asli di Banyuwangi. Produk Osing Deles memperlihatkan sisi ke-Banyuwangi-an pemakainya, secara tidak langsung bangga dengan produk Banyuwangi dan memperkenalkan Banyuwangi untuk masyarakat luas.

image: bagus gowes
image: bagus gowes

Saya masuk ke Osing Deles langsung terfokus dengan kaos distro yang banyak sekali desainnya. Kebetulan saya tidak begitu suka desainnya, karena terlalu ramai dan warna kaosnya begitu terang. Itu selera saja. Untuk harga barang di Oseng Deles relatif terjangkau mulai dari Rp 10.000 sampai termahal Rp 300.000 untuk kerajinan tangan. Untuk kaos mulai Rp 75.000 sampai Rp 110.000.

Uniknya, di Oseng Deles tidak menyediakan pembelian barang secara online karena pihaknya ingin pembeli produknya benar-benar mengenal Banyuwangi dengan datang ke kabupaten yang terletak di paling timur Pulau Jawa tersebut.

image: bagus gowes
image: bagus gowes

Saya datang ke Banyuwangi bertepatan dengan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) 2016 dengan undangan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #PesonaBanyuwangi. Ada beberapa desain yang tematik dengan acara di Banyuwangi yaitu ITDBI 2016. Osing Deles mengambil peluang dengan menjual kaos tematik event di Banyuwangi.

Sudah main ke Osing Deles dan bertanya-tanya dengan pramuniaganya, gak enak aja kalau tidak membeli 1 atau 2 barang. Akhirnya saya memutuskan membeli camilan khas Banyuwangi yaitu Kue Bagiak Banyuwangi, gak terlalu mahal hanya Rp 7.000,- per dusnya. Buat yang suka foto, ornamen di Osing Deles sangat unik menjadi background foto-foto selfie.

image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: bagus gowes
image: phillipe hanz

Menghadiri Tour de Banyuwangi Ijen 2016

Ada yang sudah pernah ke Banyuwangi? Besok Minggu (8/5) saya diundang Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk family trip dan warming up dengan beberapa blogger traveller meramaikan Tour de Banyuwangi Ijen 2016. Acara Tour de Banyuwangi Ijen setiap tahun diselenggarakan oleh Kabupaten Banyuwangi bersama Kementrian Pariwisata RI.

Rangkaian acara Tour de Banyuwangi Ijen 2016 mulai hari Minggu – Kamis (8-12/5), kebetulan saya perwakilan dari Jogja. Perwakilan lain ada dari Jakarta, Surabaya dan Banyuwangi. Saya menginjak kota Banyuwangi baru 3x, tapi hanya transit di Stasiun Banyuwangi Baru dilanjutkan menyebrang ke Pulau Bali. Itenary Tour de Banyuwangi Ijen 2016 sudah dikirimkan oleh Kementrian Pariwisata, semoga selama 5 hari badan gak cepet capek dan selalu fit.

Berikut destinasi wisata di Banyuwangi yang akan saya kunjungi selama Tour de Banyuwangi Ijen 2016:

  1. Berkunjung ke Desa Adat Kemiren Banyuwangi
  2. Pantai Boom Banyuwangi dan melepaskan tukik
  3. Pendakian Gunung Ijen Banyuwangi
  4. Air Terjun Kali Pahit
  5. Bangsring underwater Banyuwangi
  6. Taman Nasional Baluran
  7. Pantai Rajegwesi
  8. Rangkaian Pantai: Teluk Hijau, Wedi Ireng dan Pulau Merah
  9. Padang Savana Sadengan – Alas Purwo
  10. Mangrove Bedul Banyuwangi
  11. Explore Pendopo Banyuwangi
  12. Acara sepeda Tour de Ijen 2016

Selama perjalan Tour de Banyuwangi Ijen 2016 saya akan selalu mengupdate keindahan tempat tersebut di Facebook, Instagram, Twitter dan Blog GOOWES.co dengan tagar #PesonaBanyuwangi #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia. Kalau ada goweser atau blogger yang ada di Banyuwangi kita bisa kopdar. Salam gowes!

baluran | image: phillipe hanz
baluran | image: phillipe hanz
image: musi triboatton fb

Musi Triboatton 2016, Lomba Dayung Perahu Naga Tahunan di Palembang

Musi Triboatton 2016, kata Musi saya langsung teringat dengan Sungai Musi yaitu sungai terpanjang di Indonesia dan Jembatan Ampera sebagai ikon Kota Palembang. Triboatton? Saya belum pernah mendengar istilah itu. Saya taunya olahraga Triathlon yaitu 3 olahraga berenang, bersepeda dan berlari dijadikan 1 dalam sebuah kompetisi. Saya coba mencari informasi mengenai acara Musi Triboatton 2016, menurut Kompas.com yaitu lomba dayung variatif menggunakan tiga jenis perahu: river boat, kayak dan traditional boat racing.

Oaalaah.. Saya langsung mengambil kesimpulan Musi Triboatton 2016 adalah lomba dayung yang berskala internasional dengan perahu antar desa melalui aliran Sungai Musi. Flashback sedikit saya kecil di Kota Cilacap yang dekat dengan laut dan tentunya perahu ikan. Jika kamu berkunjung ke Pantai Teluk Penyu Cilacap pasti akan menemukan perahu yang bersandar. Hal biasa melihat perahu. Saya coba melihat foto-foto Musi Triboatton ternyata kapal yang dipakai sangat indah dan bagus penuh dengan ornamen.

Di kota Cilacap setiap tahunnya juga ada lomba dayung menggunakan perahu ikan dalam rangka meramaikan ulang tahun kota Cilacap. Kota Cilacap berbeda dengan Palembang sebagai provinsi Sumatera Selatan, tidak begitu meriah publikasinya. Cilacap terkenalnya Pulau Nusakambangan, Benteng Pendem dan perayaan sedekah laut di bulan suro. Saya belum pernah menginjakkan Palembang, semoga Musi Triboatton 2016 adalah momen yang tepat menikmati kota Palembang dan berbagai macam kuliner yang khas.

image: wonderful sriwijaya
image: wonderful sriwijaya

International Musi Triboatton (IMT) 2016 akan digelar pada tanggal 11-15 Mei 2016. Jarak tempuh peserta IMT 2016 mencapai 523 km, meliputi daerah Hulu Sungai Musi dan berakhir di Kawasan Jembatan Ampera. Ternyata perlombaan dayung sama dengan perslombaan sepeda, 523 km tidak dihabiskan hanya 1 etape. Panitia membagi 5 etape untuk IMT 2016. Semua peserta membutuhkan tenaga ekstra, suplemen, istirahat dan mungkin pergantian personel di setiap etape dayung.

Pembukaan etape 1 akan dilaksanakan di Musi Banyuasin bertepatan dengan ajang pemilihan duta wisata Palembang yaitu Bujang Gadis. Jika saya berkesempatan untuk menonton IMT 2016 saya penasaran dengan masing-masing etape yang dilewati, karena beberapa titik etape memiliki arus yang deras dan tenang. Keseruan pasti ada di arus deras, membuat adrenaline semakin memuncak.

Mengutip Kompas.com mengena etape awal kegiatan akan dimulai di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang. Kemudian dilanjutkan di Desa Ulak Mengkudu Lapangan SDN 14 Empat Lawang sebagai lokasi estafet peserta dengan finish di Jembatan Kuning, Tebing Tinggi untuk etape pertama.

Etape kedua akan dilaksanakan di Desa Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas. Etape ketiga dilaksanakan di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Etape keempat dimulai di Dermaga Pangumbuk, Kabupaten Banyuasin. Terakhir, etape kelima akan menjadi titik akhir peserta di Kecamatan 10 Ulu, Kota Palembang.

image: wonderful surabaya
image: wonderful sriwijaya

Naaah.. Sudah mulai terbayang panjangnya Sungai Musi seperti di foto yang menjadi sungai paling panjang di Pulau Sumatera dan terpanjang ke-5 di Indonesia tidak ada anaconda. Sungai musi yang menjadi urat nadi peradaban dari masa sebelum Sriwijaya, masa keemasan Sriwijaya, keruntuhan Sriwijaya hingga masa sekarang. Kalau kamu belum pernah dan berfoto di Sungai Musi, belum sah ke Palembang yah!

Saya sudah tergambar akan kemeriahan International Musi Triboatton 2016, semua warga Palembang dan sekitarnya berkumpul di kanan dan kiri Sungai Musi dengan pakaian adat Palembang yang berkilau emas dan elegan. Event internasional pasti akan disambut warganya dengan meriah, acaranya hanya 1 tahun sekali dan tahun 2016 perhelatan ke-5 mulai tahun 2012.

Yuk teman-teman backpacker dan traveller ramaikan Musi Triboatton 2016. Acara ini masuk agenda wajib traveller yang disupport Pesona Indonesia dari Kementrian Pariwisata Indonesia. Informasi lengkap mengenai Musi Triboatton 2016, silahkan follow akun Twitter dan Instagram resminya @pesonasriwijaya atau memantau tagar Twitter/Instagram: #wonderfulsriwijaya #pesonasriwijaya #MusiTriboatton2016. Ayo ke Palembang!

image: wonderful sriwijaya
image: wonderful sriwijaya
image: wonderful sriwijaya
image: wonderful sriwijaya