Gowes Kuliner Wonosobo: Mie Ongklok Bu Umi

Gambar

Gambar

Buat saya, gowes ke Wonosobo kali ini benar-benar seru dan menarik. Tidak ada persiapan jauh-jauh hari menuju Mie Ongklok Bu Umi, kuliner khas dari kota Wonosobo. Jum’at (28/6) berangkat dari Jogja agak siangan pukul 06:45 dengan kecepatan rata-rata 20 kpj, pukul 08:30 sudah sampai di Magelang untuk sarapan di Warung Idjo, Magelang. Sebelumnya saya juga belum pernah ke Wonosobo, akhirnya saya coba check Google Maps jalur terdekat menuju Wonosobo yaitu arah Magelang – Temanggung.

Pukul 09:00 selesai sarapan di Warung Idjo, Magelang saya melanjutkan perjalanan menuju kota selanjutnya yaitu Temanggung. Cuaca mendung dan lalu lintas tidak begitu ramai sangat membantu saya menikmati tanjakan menuju kota Temanggung (uphill). Alhamdulillah pukul 10:00 sampai di Alun-Alun kota Temanggung, kebetulan bertemu teman gowes memakai sepeda balap (roadbike) yang sejalan menuju Wonosobo. Sepanjang perjalanan bercerita mengenai tanjakan menuju Wonosobo. :O

Setelah kota Temanggung, rasanya sepanjang perjalanan selalu bertemu dengan tanjakan. Tanjakan… oh tanjakan… Kapan selesainya yah? Permasalahannya saya pakai sepeda “single speed”, tidak ada operan (shifter) untuk gigi perpindahannya. Masuk Desa Kledung perbatasan Temanggung – Wonosobo saya tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan, karena tanjakannya “naudzubillah”. Saya menuntun sepeda kira-kira sejauh 2 kilometer dan mencari masjid terdekat untuk Sholat Jum’at.

Setelah Sholat Jum’at saya basa-basi ngobrol dengan warga sekitar “taksih tebih kota Wonosobo”, kira-kira jawabannya: 5 kilometer lagi sampai, depan sudah turunan sampai kota Wonosobo. Saya semangat mendengar ucapan Bapak itu, lalu mampir warung untuk mengisi air minum dan melanjutkan perjalanan. Benar apa yang dikatakan Bapak tersebut, sejauh 5 kilometer saya temui turunan ekstrim banjet dan licin diguyur hujan… Pindahkan gigi rendah..!!!

Gambar

Gambar

Akhirnya pukul 14:00 sampai juga di Warung Mie Ongklok Bu Umi. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit… buat saya, mie ongklok ini benar-benar memberikan “keindahan” yang “ngangeni” buat indera pengecap saya. Harga satu porsi mangkuk Mie Ongklok di Bu Umi ini juga cukup terjangkau, hanya Rp. 5.000 saja.

Advertisements

17 thoughts on “Gowes Kuliner Wonosobo: Mie Ongklok Bu Umi

    1. Bisa Maaas… Waktu ke Wonosobo kendalanya hujan dan pakai single speed, masuk perbatasan Temanggung – Wonosobo psimis pulang ke Jogja jam berapa yah? Habis kulineran, foto2 bentar di Alun2 Wonosobo terus pulang ke Jogja. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s