Gowes Jelajah Sepeda Kompas Sabang – Padang (1600 km)

Poster Jelajah Sepeda Sabang - Padang

Poster Jelajah Sepeda Sabang – Padang

Judulnya mungkin agak keren “Gowes Jelajah Sepeda Kompas Sabang – Padang (1600 km)” atau lebay/selow banget. Sepedaan dari Sabang sampai Padang? HAAAH…!!! Untuk kedua kalinya saya mengikuti jelajah sepeda paling hits yang dilaksanakan Kompas tiap tahun dalam rangka merayakan hari ulang tahun Kompas ke-48. 2010 saya pernah meramaikan gowes semacam ini dengan bersepeda dari: Surabaya – Jakarta (1100 km) ulang tahun Kompas ke-45. Senang dan bersyukur dikasih kesempatan bersepeda di sebagian pulau Sumatra: Titik Nol, Sabang sampai Padang, Sumatra Barat.

Kamis (29/9) pagi saya sampai Jakarta dan dijemput Anan Priyanto, teman sepeda dari komunitas Bike To Work Jakarta Barat (B2W Robar) dari Tomang ke Stasiun Senen. Selama di Jakarta saya menginap di rumah Anan sampai selesai jelajah sepeda ini – Terima kasih Anan. Jumat pagi (30/9) saya dan Anan menuju Bandara Soekarno Hatta membawa 2 sepeda dimasukkan ke dalam Taksi.

Bersama 46 peserta lain dan panitia yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk check-in dan absen ulang peserta yang datang dari daerah. Di bandara saya bertemu dengan teman-teman alumni jelajah sepeda Kompas 2010 yang mengikuti jelajah Kompas 2013 ini: Kang Coe Wae Lah, Gus Sur, Yusri Daeng Yusuf, Marta Mufreni, Bang Arfan dan Yadi JJ. Ramah tamah dan saling berkenalan satu dengan yang lain antar peserta.

Jumat siang sebelum masuk waktu Sholat Jum’at tim rombongan jelajah sepeda sudah tiba di bandar udara Sultan Iskandar Muda International Airport. Menurut waktu setempat waktu sholat dimajukan 60 menit dari waktu biasanya. Dari bandara kami menuju Masjid Baiturrahim. Kami Sholat Jum’at di Masjid Baiturrahim, satu-satunya bangunan yang masih kokoh saat bencana tsunami Aceh 2004.

Masjid Baiturrahim

Masjid Baiturrahim

Setelah Sholat Jum’at rombongan jelajah sepeda kembali masuk bus untuk makan siang disekitaran kota Banda Aceh. Makan siang di Banda Aceh yang istimewa, kenapa? Karena makan siang sea food sambil menikmati deburan ombak pantai Banda Aceh yang bersih. Sholat Jum’at dan makan siang sudah, rombongan jelajah sepeda menuju Pulau We, Sabang dari Pelabuhan Feri Ulee Lheue. Perjalanan menggunakan kapal cepat KM. Pulo Rondo selama 45 menit dengan biaya: 85.000 (VIP B) – 100.000 (VIP A).

Sabtu (31/8) etape 1 jelajah sepeda Sabang – Padang dimulai dengan rute: Titik Nol, Sabang – Banda Aceh (56 km), rute yang relatif singkat diibaratkan rute funbike sepanjang perjalanan menikmati pesona wilayah Sabang yang masih hijau dan dikelilingi pantai. Turunan dan tanjakan cukup tajam memasuki kota Sabang sampai pelabuhan penyebrangan. Panas, angin laut, tebing yang curam dan pantai yang bersih merupakan pesona wilayah Sabang. Sekitar pukul 17:00 peserta menyelesaikan etape 1 ini dan hujan deras mengguyur kota Banda Aceh.

Pemandangan di Sabang

Pemandangan di Sabang

Minggu (1/9) melanjutkan etape 2: Banda Aceh – Calang (141.76 km). Oh yaa.. Gowes jelajah sepeda Sabang – Padang ini dibagi 13 etape melewati sisi pantai barat. Pantai barat merupakan wilayah yang terkena tsunami paling besar di Nanggroe Aceh Darussalam. Menurut saya, etape 2 ini bisa dikatakan event pemanasan menikmati tanjakan dan turunan. Baru 200 m lepas dari Banda Aceh sudah bertemu tebing yang lumayan tinggi, namanya juga permulaan dan setiap peserta belum menyamakan ritme gowesan. Beberapa peserta ada yang masih tertinggal di belakang. Jalan rolling dan perbukitan hijau tetap menemani perjalanan ini. Masuk kota Calang sekitar pukul 19:00 dan dilanjutkan makan malam.

Masuk ke etape 3: Calang – Meulaboh (91.55 km), etape 4: Meulaboh – Blangpidie (124.89 km), etape 5: Blangpidie – Tapaktuan (80.16 km) bagi saya 3 etape dengan rute yang membosankan, kenapa? Etape yang jalurnya datar, angin kencang dan pemandangan pantai di sepanjang perjalanan. Pada etape tersebut banyak sapi berkeliaran di jalan, untuk mengurangi rasa bosan saya iseng memegang dan mendekati sapi. tersebut. 🙂

Sapi di sepanjang Calang - Meulaboh

Sapi di sepanjang Calang – Meulaboh

Masuk etape 6: Tapaktuan – Sabulussalam (155.89 km) dan masuk Sumatra Utara yaitu etape 7: Sabulussalam – Samosir (95.00 km) rute yang paling keren, mantab dan hits. Disepanjang perjalanan tersebut selalu menemui tanjakan lagi.. tanjakan lagi.. tanjakan lagi.. 2 etape tersebut saya selalu berdoa “semoga di depan ada turunan”. Ketika tanjakan saya selalu di depan bersama marshall Basuki ak.a Timbul, masuk wilayah Muara – Sumatra Utara yang kebetulan panas sekali dan menanjak ingin sekali berhenti mencari titik check point. “Baaas… Check point dimana? Depan masih ada tanjakan lagi gak? Panas banget nih perjalanan etape ini”.

Untuk etape 7: Sabulussalam – Samosir seharusnya 180 km, karena jalur dan cuacanya tidak bersahabat semua peserta dievakuasi di Sidikalang sampai Danau Toba, Samosir. Jeda sehari di Danau Toba untuk bersantai dan mengumpulkan tenaga kembali melanjutkan etape berikutnya. Mencuci baju – sepeda, menaiki speed boat, berenang dan berfoto kegiatan seharian di Danau Toba. Danau Toba memang sangat indah, kebetulan 1 hari setelah kita keluar Danau Toba ada Festival Danau Toba 2013. Saya tidak lupa berfoto di Hotel Toledo, Samosir. 🙂

Berfoto di Hotel Toledo, Samosir

Berfoto di Hotel Toledo, Samosir

Memasuki Sumatra Barat kembali menikmati jalan mulus, pemandangan indah tepian Danau Singkarak dan perbukitan hijau sampai Bukittinggi. Jalan di Sumatra Barat lebih mulus dibandingkan Sumatra Utara, tetapi pantai barat Aceh jauh lebih mulus karena kualitas jalan bikinan konsorsium USAID. Di etape Lubuk Sikaping – Bukittinggi saya sempat mengalami kecelakaan tubrukan antar pesepeda dengan Om Royke (perwakilan Polda Metro Jaya), alhasil setengah perjalanan sampai makan siang saya masuk ke ambulance. :p

Etape terberat dan penutup jelajah sepeda Sabang – Padang ini yaitu: Bukittinggi – Padang. Bukittinggi – Padang kata teman jelajah yang tinggal di Padang: Oki Sapto Wiharjo, Kukuh Surya Sigit Santoso, Fathin Afif jalur normal biasa ditempuh hanya: 70 km, tetapi panitia mengarahkan jalurnya melewati kota Solok menjadi 100 km lebih jauh dan melewati tanjakan super sepanjang 20km!

Dengan semangat dan doa wajib sebelum melakukan perjalanan ini dari Donal Wisbar: Semoga diberikan kekuatan untuk tanjakan – diberikan kehati-hatian saat turunan – diberikan kecepatan untuk jalan rata. Alhamdulillah 46 peserta jelajah sepeda Sabang – Padang bisa menyelesaikan perjalanan ini. Perjalanan Sabang – Padang ini bagi saya adalah pencapaian hidup yang patut disyukuri. Terima kasih Allah SWT dan teman-teman yang sudah mendukung saya selama perjalanan ini. Happy gowes..!!!

Jam Gadang, Bukittingi

Jam Gadang, Bukittingi

Bersama Aristi di Finish JSSP

Bersama Aristi di Finish JSSP

Sorak kegembiraan finish JSSP

Sorak kegembiraan finish JSSP

Foto bersama di depan Gubernur Sumbar

Foto bersama di depan Gubernur Sumbar

 

Iklan

13 thoughts on “Gowes Jelajah Sepeda Kompas Sabang – Padang (1600 km)

  1. Kevin Virel

    Mas minta saran nih, Pd saat d perjalanan satu harian Biar tidak terlalu capek Menggunakan Pengaturan Gigi sepeda tingkat berapa?
    dan saran Makanan/minuman ap yang wajib d bawak?

    Suka

    Balas
    1. Bagus Gowes Penulis Tulisan

      Hmm… Pertanyaannya teknis sekali Om, enaknya ketemuan kalau mau jawaban yg manteb. Secara umum maksimalkan di pengaturan gigi, usahakan konstan di gigi crank depan 2 dan belakang ke-6/7 saja. Lakukan konstan terus/stabil. 🙂

      Suka

      Balas
  2. Ahdan Hamdani

    Dapet doa baru ketika gowes
    Semoga diberi kekuatan untuk tanjakan
    Diberi kehati-hatian saat turunan
    Diberi kecepatan untuk jalan rata…,Amiin

    Suka

    Balas
    1. Bagus Gowes Penulis Tulisan

      Tahun ini Jelajah Kompas Kalimantan (Mei 2015) dan Papua (Juni 2015). Cara ikutan gabung aktif di komunitas sepeda, biasanya dapat undangan untuk perwakilan dari komunitasnya. 🙂

      Suka

      Balas
  3. Ping balik: Reuni Goweser Jelajah Sepeda Sabang Padang | Bagus Gowes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s