Gowes Uphill: Curug Silawe, Lereng Gunung Sumbing

Yes, curug atau air terjun silawe ini di Magelang. Lebih tepatnya di bawah kaki Gunung Sumbing, saya datangi akhir bulan November bareng goweser dari berbagai komunitas: MTB Federal Jogja (Fedjo), Jogja Folding Bike (JFB), Basen Cycling Club (BCC) dan MTB Federal Magelang. Bermula dari wacana Anto Fedjo dan Mas Prastowo JFB ingin bersepeda ke Curug Silawe. Sebelumnya Mas Prastowo pernah mengunjungi Curug Silawe ini menggunakan motor, penasaran ingin bersepeda dari Jogja. Tidak perlu banyak orang dan perencanaan mengajak saya dan Pak Effendy dari BCC, diputuskan Sabtu (30/11) untuk gowes ke Curug Silawe. Namanya juga komunitas sepeda kalau tidak mengajak komunitas lain tidak asik, akhirnya mengajak tuan rumah dari MTB Federal Magelang yang lebih paham rute cepat menuju lokasi.

Let's Go!
Let’s Go!

Berangkat dari Bundaran UGM tepat pukul 6 pagi, dengan 5 personel: saya, Anto Fedjo, Prastowo JFB, Pak Effendy BCC dan Pak Jajang dari UGM, gowes santai menuju pit stop pertama untuk sarapan dan bertemu Pramudi MTB Federal Magelang di Candi Mendut ternyata butuh waktu 2,5 jam. Kontur jalan dari Jogja menuju Muntilan dan Magelang memang nanjak, nikmati aja dengan suka cita. Pukul 8:30 kami sampai di komplek Candi Mendut dan sarapan soto ayam warung tanpa nama di Pasar Borobudur.

Komplek Candi Mendut
Sarapan soto ayam di Pasar Borobudur

Setelah perut saya kenyang menghabiskan satu mangkok soto ayam dua gorengan tempe dan satu gorengan bayam, kita melanjutkan perjalanan menuju Curug Silawe. Lokasi Curug Silawe ternyata mudah untuk dicari, sampai Candi Borobudur cari arah menuju Salaman – Purworejo ikuti jalan terus sampai di kiri jalan ada papan berwarna coklat bertuliskan Curug Silawe (15 km). Namanya juga gowes uphill, menuju papan tersebut bikin keringetan dan berdarah-darah buat newbie tanjakannya lumayan hits!

Jam menunjukkan pukul 12 siang, tidak ada papan lagi setelah papan 15 km tadi. Kami beristirahat di warung cendol samping SMK di Desa Kajoran. Kami bertanya ke Ibu penjual cendolnya jarak ke Curug Silawe tinggal 5 km lagi sampai. Namanya juga di kampung, ketika ditanya jarak pasti selalu bilang dekat dan ternyata 10 km menuju Curug Silawe dengan jalan yang terus menanjak aaaaak…!!!

Pemandangan indah menuju Curug Silawe
Tanjakan menuju Curug Silawe
Dahsatnya tanjakan menuju Curug Silawe

Tepat pukul 2 siang kami sudah berada di komplek Curug Silawe dengan perasaan senang. Kami sepakat untuk tidak berlama-lama di Curug Silawe ini, karena perjalanan pulang masih jauh dan kemungkinan bisa malam sampai Jogja. Kami berfoto-foto dan menikmati keindahan alam Curug Silawe ini. Kebetulan saat kami sampai Curug Silawe, ada marinir yang sedang foto pre-wedding dan meminjam sepeda saya dan Mas Pratowo untuk properti fotonya, hehe..

Jam menunjukan pukul 3 sore saatnya kami pulang ke Jogja dengan melewati rute yang berbeda yaitu menuju kota Magelang lewat Kaliangkrik. Di kota Magelang kami berfoto di Alun-Alun Kota Magelang sambil menikmati Sop Serenek khas Magelang. Gowes ke Curug Silawe ini banyak pengalaman yang didapat, yaitu kekompakan, manajemen waktu dan kesabaran saat melahap tanjakan. Terima kasih teman-teman komunitas sepeda!

Berfoto bersama di Curug Silawe
Alun-Alun Kota Magelang
Sop Senerek dan Susu Kedelai khas Magelang

 

Iklan

10 tanggapan untuk “Gowes Uphill: Curug Silawe, Lereng Gunung Sumbing

  1. keren gan, saya sendiri yang orang magelang belum pernah ke sana… hha
    kapan2 tak look up deeper ah komunitas sepedanya, kalo dah punya sepeda tentunya… nampak sangat menyehatkan…. salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s