Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km: Surganya Penikmat Tanjakan

Gambar

Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti event gowes tahunan yang diadakan oleh Jawa Pos yaitu Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km. Niatan awal tertarik mendaftar event ini karena penasaran ingin mencoba tanjakan Bromo dengan rute yang berbeda yaitu Pasrepan, Pasuruan – Tosari – Wonokitri. Kedua, banyak teman sepeda yang bilang kalau ikut acara sepeda Jawa Pos sangatlah menyenangkan karena ditanggung semua fasilitas dan keamanan bersepeda selama event langsung dari Polda Jawa Timur. Flashback aja, bulan Maret 2013 saya juga pernah touring ke Bromo lewat rute: Probolinggo – Tongas.

Sejak informasi pendaftaran online Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km dibuka, paginya saya langsung menghubungi teman touring di Surabaya Mbahpolenk Gowes untuk dibantu pendaftaran offlinenya. Mbahpolenk sangat dekat dengan panitia Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km ini, jadi persyaratan seperti mengisi formulir pendaftaran, fotocopy KTP dan uang pendaftaran saya titipkan beliau. Pengurusan pendaftaran tidak terlalu lama, selang 1 hari saya mendapatkan kiriman email dari panitia menjadi peserta Jawa Pos Cycling Bromo 100 km.

Bersama Mbahpolenk sebelum gowes Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km

Surly Cross Check – Mbahpolenk Gowes

Senangnya bisa ikut Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km. Pukul 06:00 saya sudah di lapangan Polda Jawa Timur sebagai tempat start event ini. Menurut rundown acara panitia yang dikirimkan melalui email mulai start pukul 07:00. 1 jam menunggu peserta yang datang baiknya melakukan hal yang asyik seperti berkenalan dengan peserta lain dari segala penjuru wilayah dan berfoto-foto.

Untuk gowes kali ini saya memakai sepeda balap besi Surly Cross Check. Kenapa memakai sepeda balap (roadbike) tidak pakai mountain bike? Karena saya ingin menikmati setiap kayuhan dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam, ketika memakai mountain bike kemungkinan akan tertinggal jauh.

Peserta lokal dan international Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km 2014

Etape 1: Surabaya – Pasuruan (63 km)

Tepat pukul 07:00 WIB panitia sudah memberikan tanda ke semua peserta untuk segera memulai perjalanan. Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km ini dibagi 3 etape sekaligus tempat peristirahatan yaitu Surabaya – Pasuruan (kota), Pasuruan (kota) – Pasarpan dan Pasarpan – Wonokitri. Di etape 1: Surabaya – Pasuruan (63 km), peserta dimanjakan dengan rute yang flat dan jalan bergelombang di wilayah Sidoarjo. Bisa diibaratkan rute etape 1 yaitu pemanasan kaki dan otot. Peserta tidak boleh menyalip road captain dan dibatasi dengan kecepatan maximal 30 km/jam.

Dibatasi dengan kecepatan maximal 30 km/jam ada positifnya, kita bisa menikmati pemandangan kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan beberapa wilayah Jawa Timur. Dari awal Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km bukan adu kekuatan fisik (kompetisi) untuk mendapatkan nomor podium. Untuk keamanan selama gowes dijaga ketat di setiap titik persimpangan oleh pasukan dari Polda Jawa Timur, jadi tidak perlu khawatir ada motor/mobil warga yang masuk di jalan utama.

Tepat pukul 10:00 WIB peserta sampai di check point 1 (kota Pasuruan). Di check point panitia sudah disiapkan segala makanan ringan, minuman dan buah-buahan segar. Panitia memberikan waktu 30 menit waktu istirahat yang dihitung dari waktu kedatangan peserta awal yang datang di check point 1. Saya makan-makanan yang mudah dicerna tubuh, seperti buah-buahan segar dan minuman ber-ion agak tidak dehidrasi.

30 menit waktu berjalan panitia sudah memberikan informasi untuk segera berkumpul di garis start. Untuk etape 2: Kota Pasuruan – Pasarpan panitia sudah mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan emosi untuk adu kekuatan. Di etape 2 ini adalah pemanasan tanjakan di kaki gunung Bromo. Jalan yang berliku-liku sekaligus menanjak akan didapat di etape ini. Road captain sudah membebaskan kecepatan dari tiap-tiap peserta.

Pemandangan pohon dan jalan di Bromo

Pemandangan pepohonan, jalan yang menyempit dan berkelok-kelok adalah khas dari Bromo. Sepanjang 20 km sampai check point 2 Pasarpan, banyak warga yang memberikan support semangat untuk terus mengayuh. Anak-anak kecil berlarian mengejar peserta, mungkin jarang sekali pesepeda melewati tempat ini. Masuk Pasarpan jalanan mulus hampir tidak ada lobang, karena jalur yang dilewati ini bukan jalan utama menuju Bromo. Wisatawan banyak melewati Tongas – Sukapura.

Akhirnya sampai di etape 2 Pasarpan. Mulai banyak pesepeda yang kakinya kram dan kehabisan air saat perjalanan, kebetulan saat itu sedang panas-panasnya. Saya melihat di check point 2 teman saya Masudi Jauhari dari Riau berteriak kesakitan karena kram otot. Kemungkinan karena kurang pemanasan, kurang minum selama gowes dan terlalu emosi memainkan power kaki saat nanjak. Solusinya perbanyak minum walaupun kerongkongan belum berasa haus dan mengatur ritme kayuhan secara konstan.

Etape terakhir dari Pasarpan – Wonokitri (30 km). 30 km sampai Wonokitri adalah rute dahsyat buat penikmat tanjakan. Surly Cross Check saya memakai groupset Tiagra (2 x 9 speed) masih kurang melahap tanjakan ini. Karena kehabisan gigi untuk perpindahannya saya sering berhenti, menarik nafas dan berdiri untuk memainkan power saat melewati tanjakan. Udara juga sudah mulai dingin, air minum sudah hampir habis, kabut mulai turun. Saya memutar musik di handphone agar tidak bosan menyelesaikan etape terahir ini.

Dalam hati saya kepikiran, sepeda besi dan drivetrain cuma 9 speed bukan alasan untuk berhenti dan meminta pertolongan panitia untuk mengevakuasi saya. Sebagai penikmat tanjakan, melewati setiap tanjakan yang tajam adalah kegembiraan tersendiri. Ada peserta lain juga yang masih jauh dibelakang, saya berpikiran masih mampu untuk menaklukkan tanjakan Bromo ini. Pukul 13:30 saya finish di Wonokitri, Bromo. Saya terlambat 15 menit dari aktu yang diberikan panitia 13:15. Bagi saya waktu keterlambatan 15 menit bukan masalah, karena berhasil menaklukkan tanjakan Bromo via Pasarpan – Wonokitri itu yang utama. Salam gowes!

Finish bersama Jend. Royke – teman Jelajah Sepeda Kompas Sabang – Padang

Finish Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km 2014

 

Iklan

17 thoughts on “Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km: Surganya Penikmat Tanjakan

  1. reza

    Om bagus, pake troll jg sy liat di halaman lain

    Klo sy tinggi 170cm. Klo pake surly troll mending sy pake size brp ya? 16 atau 17?

    Tengkyu masukannya

    Reza

    Suka

    Balas
  2. wahyu nur aprian

    senangnya bisa mengikuti tour de bromo, ada yang pakai sepeda MTB ngga mas??? saya pengen ikut tapi cuma punya sepeda MTB, takut nya malah mengganggu peserta yang lain…

    Suka

    Balas
  3. wahyu nur aprian

    senangnya bisa ikut tour de bromo… ada yang pakai sepeda MTB ngga mas??? Saya pengen ikut, tapi cuma punya sepeda MTB…

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s