Tips Menaklukkan Tanjakan di Bukit/Gunung

Tanjakan di Bukit Patuk
Tanjakan di Bukit Patuk, Gn. Kidul, Yogyakarta (image pict. Mbahkung)

Postingan ini terinspirasi dari beberapa pembicaraan di social media Facebook dan Twitter bersama Mbahpolenk Gowes dan Mbahkung Endy yang mengenal saya raja tanjakan. Bagaimana cara kuat menaklukkan tanjakan di bukit atau gunung.

Banyak goweser yang anti dan tidak suka terhadap tanjakan/jalan menanjak, bikin pusing, lemas dan menghabiskan tenaga. Bisa dibilang tanjakan itu neraka dan turunan itu bonus atau surga, hehe.. Setiap kali kita bersepeda menemui jalanan turun yang panjang, pasti akan menemui jalanan menanjak.

Berdasarkan pengalaman saya, maka saya mencoba menulis tips menaklukka tanjakan di bukit/gunung:

1. Posisi Tubuh

a. Tangan. Menjaga tangan anda di atas handlebar dan memegang handlebar selebar mungkin akan memberikan pernafasan yang lebih baik dan ingat untuk menekuk siku dan me-rileks-kan tubuh bagian atas anda.

b. Tubuh bagian atas. Jaga tubuh bagian atas anda untuk tidak banyak bergerak. Sepeda harus stabil dibawah tubuh. Gerakan terlalu banyak akan membuang-buang energi. Dan bahu anda harus “terbuka”. Jika tidak, akan menekan dada anda dan mengakibatkan pernafasan yang tidak efisien.

c. Postur tubuh. Memposisikan tubuh dalam posisi duduk akan menguntungkan dalam gowes. Satu-satunya moment untuk bergeser maju dari sadel adalah ketika harus sprint dan melalui tanjakan pendek.

2. Mengayuh. Kayuhan yang baik adalah kunci untuk menanjak bukit/gunung dengan cepat dan mudah mudah. Gunakan perbandingan gigi yang cukup untuk setiap permukaan. Kemudian, jaga irama gowes anda agar stabil dan halus. Selalu perhatikan teknik mengayuh.

3. Pernafasan. Jika anda mulai bernapas tidak teratur, coba mengambil napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa kayuhan. Lalu sinkronkan pernapasan anda dengan kayuhan pedal. Mulailah dengan mengambil napas setiap kali satu kaki mencapai bagian bawah. Oksigen akan lebih banyak ke peredaran darah dengan pernafasan yang terkendali daripada yang tidak teratur dan terengah-engah atau megap-megap. Pindah tangan anda ke tanduk memungkinkan anda untuk membuka dada dan bernapas lebih mudah.

4. Berdiri dan bersepeda. Secara umum anda akan menggowes lebih efisien dan lebih cepat saat duduk di sadel. Namun, berdiri di pedal memberi anda kontrol yang lebih baik. Ketika berdiri, stabilkan sepeda dengan lembut dari sisi ke sisi dalam irama. Juga, seimbangkan berat badan anda sedikit di depan pusat pedal dan rileks-kan tubuh bagian atas anda. Goweslah dengan halus dan anggun.

5. Irama. Saat menanjak, irama anda mungkin akan terganggu. Namun, beberapa orang membiarkan irama menurun, untuk berputar pada putaran ideal anda. Rata-rata 70 rpm dianggap baik.

6. Pilih Jalur yg terbaik. Seorang pengendara sepeda pemula cenderung untuk memilih jalur untuk menghindari halangan. Tampaknya logis, tapi ini tidak selalu rute terbaik. Ketika anda menanjak, mata anda harus terus-menerus harus melihat trek. Pindahkan pandangan anda dari depan ban anda kek sekitar 4,5 meter di depann, lalu kembali.

7. Berlatih secara teratur. Latihan teknik menanjak bukit/gunung sesering mungkin. Selalu fokus pada ritme.

Menaklukkan tanjakan mengajariku tentang perjuangan dan arti sebuah proses. Demikian tips untuk menaklukkan tanjakan di gunung/bukit versi Bagus Gowes. Bagaimana versimu?

Advertisements

22 thoughts on “Tips Menaklukkan Tanjakan di Bukit/Gunung

  1. menurut mas bagus lebih efisien mana untuk mengirit tenaga, sejak awal tanjakan panjang pake gigi ringan apa menggunakan momentum kecepatan untuk dikit demi sedikit pindah ke gigi ringan?

    1. Tergantung elevasi tanjakannya juga Oom.. Semacam tanjakan Patuk, Gn. Kidul/Kaliurang bisa pakai momentum dikit demi sedikit pindah gigi. Kalau u/ jarak jauh dg medan extra tanjakan, bisa dipanteng aja dg gigi terkecil terus saja. 😀

      1. halagh, itu semua diatas sudah lengkap tipsnya, wong yg ngajarin nggowes dgn ritme dan stabil itu njenengan kok hehe

  2. matap sekali ulasan dan tips dari master Bagus Gowes mengenai menaklukan tanjakan dan sedikit saya tambahakn seperti yaang sudah di beberkan di atas pada point 1b “gerekan telalu banyak akan membuang-buang energi” kalo saya simpulkan istilah ini jangan NGICIK karena gicik di tanjakan yang bukan pada saatnya akan sangat meguras tenaga tanpa di sadari karena gerakan yg berberlebihan pada torsi ringan (puratan tinggi tapi ratio gear ringan)yang hanya medapatkan jarak tempu yg pendek jadi perbiasakan menggunakan putaran sedang(cadence) dgn torsi yg sedang juga pada ratio yang sesuai di tanjakan hehehe sambil baca mantara berharap ke master Bagus Gowes kiranya bisa di tawar tu chainring 24T yg pake 4 baut sampe JKT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s