Apa yang (Tidak) Perlu Dibawa Saat Bersepeda?

Bulan-bulan ini semakin marak terjadi tindak kriminal yang melibatkan pesepeda sebagai korban. Tak lagi soal penodongan di jalanan sepi, bahkan kerap terjadi perampasan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang notabene tempat ramai. Penjahat semakin berani. Pesepeda pun harus antisipatif, jangan membawa barang berlebihan saat bersepeda. Membawa terlalu banyak barang pun bersepeda tak lagi nyaman. Padahal beberapa perlu dibawa untuk kenyamanan bersepeda. Lalu, apa saja yang (tidak) perlu dibawa?

Bicycle lock. Kunci sepeda adalah alat paling penting ketika kita bersepeda keluar rumah. Walaupun di kantor sudah ada satpam dan CCTV yang terpasang 24 jam, untuk lebih amannya sepeda kita dikunci/diikatkan di tiang. Lebih amannya lagi taruh di samping pos satpam biar selalu terlihat dan diperhatikan oleh Pak Satpam.

Identitas. Tidak ada pengaruhnya dengan bersepeda, sih. Tapi identitas ini penting di saat-saat darurat. In case of emergency, ICE. Misalnya saat ada kecelakaan atau ketika pesepeda kehilangan kesadaran. Gelang identitas juga bisa menjadi alternatif. Mungkin saat kita terjatuh/kecelakaan di suatu kampung yang tidak ada teman atau saudara di sekitarnya. Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga

iPod, atau alat pemutar musik sejenis. Pastikan terpasang dan tersimpan dengan baik agar tak menjadi sasaran perampasan. Selain itu, berhati-hati pula saat mendengarkan musik karena mengurangi kesadaran atas lingkungan sekitar. Banyak kejadian pesepeda yang tertabrak di jalan raya, karena memutar musik terlalu keras sampai tidak tahu lingkungan.

Helm. Tentunya sebagai bentuk perlindungan kepala pengendara sepeda di jalan raya. Bisa dikatakan hal yang paling perlu dikenakan oleh pesepeda. Buat pemula dirasa risih helm sepeda karena berat dan tak terbiasa. Banyak varian helm yang menawarkan lebih ventilasi dan ringan sesuai keperuntukannya.

Gloves. Paduan antara helm dan sarung tangan sepeda buat beberapa orang terlalu serius untuk bersepeda ke kantor atau sekolah. Sarung tangan sepeda sangat membantu untuk mengurangi rasa kesemutan dan menyerap keringat di tangan. Lebih bermanfaat ketika kita jatuh dan pasti tangan menjadi tumpuan utam, sarung tangan membantu agar telapak tidak terluka kena aspal dan tanah.

Ponsel. Kalau dirasa tak terlalu penting dan mendesak, saya sarankan untuk tak membawa ponsel. Karena ponsel adalah sasaran utama pelaku perampasan. Terlebih kalau hanya sekedar dijinjing. Apalagi kalau sampai membawa tablet. Tak ada gunanya juga kan?

Penggunaan armband bisa jadi solusi membawa ponsel dengan praktis. Tapi tetap saja dalam beberapa situasi malah mengundang kriminalitas karena ponsel yang terpampang nyata bukan buaian. Pun, mengoperasikan ponsel dalam armband juga saya rasa kurang nyaman. Kalau menggunakan baju lengan pendek, mungkin armband bisa ditutupi dengan lengan baju supaya terkamuflase.

Perhiasan. Entahlah, sepertinya tak ada manfaat yang didapat saat bersepeda ketika menggunakan perhiasan. Sebaiknya simpan saja di rumah. Pun, selain menghindari tatapan tajam para penjahat, bisa saja tercecer atau terjatuh saat bersepeda. Kecuali perhiasan yang mungkin punya nilai sejarah, misalnya warisan turun temurun keluarga. Tapi, sebaiknya hindari saja demi keamanan dan keselamatan.

Aksesoris gemerlap. Khusus untuk bersepeda di kegelapan malam atau subuh, ada baiknya menggunakan perlengkapan yang bercahaya untuk keselamatan bersepeda seperti lampu depan dan belakang. Minimal dengan menggunakan pakaian yang memantulkan cahaya. Senter pun perlu dibawa kalau jalanan gelap dan tak tampak.

Mari bersepeda dengan nyaman, semoga terhindar dari kejahatan. Salam gowes!

Iklan

4 thoughts on “Apa yang (Tidak) Perlu Dibawa Saat Bersepeda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: