Tips Membawa Sepeda Lipat di Kereta Ekonomi

Sepeda Lipat dan Kopernya

Sepeda Lipat dan Kopernya

Bulan Januari dan Februari kemarin saya menghadiri acara sepeda di Tasikmalaya dan Bandung. Januari saya mengikuti Tour de Pangandaran 2015 dan akhir Februari Jambore Sepeda Kompas 2015. Melihat acaranya cuma 1-2 hari ingin transportasi yang murah, saya selalu memesan tiket ekonomi jauh-jauh hari dan membawa sepeda lipat dimasukkan kereta ekonomi.

Kereta ekonomi jarak jauh memang sempit, kursinya ada 2-2 dan 3-3 berhadap-hadapan. Kalau membawa barang yang banyak, pasti akan berebut untuk menaruh barang di kabin/bagian atas kursi penumpang. Kereta ekonomi masih jadi favorit, karena tarifnya murah dan bawa barang yang banyak.

Kereta Api Indonesia menulis aturan untuk bagasi:

Bagasi
1. Berat bagasi tangan yang boleh dibawa ke dalam kabin kereta untuk tiap penumpang maksimum 20 Kg dengan volume maksimum 100 dm3 , tidak dikenakan bea tambahan
2. Bagasi yang melebihi berat dan atau ukuran sebagaimana dimaksud diatas tidak diperkenankan dibawa kedalam kabin kereta penumpang. Bagasi dimaksud dapat ditempatkan pada kereta bagasi dengan pengaturan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pengelola kereta bagasi (pihak ketiga)
3. Khusus sepeda lipat atau sepeda biasa yang dikemas sedemikian rupa dalam keadaan komponen – komponennya tidak dirakit menjadi sepeda utuh dapat dibawa kedalam kabin kereta penumpang dan ditempatkan pada tempat yang tidak mengganggu atau membahayakan penumpang lain serta tidak akan menimbulkan kerusakan pada kereta, tidak dikenakan biaya.
4. Barang yang tidak diperbolehkan diangkut sebagai bagasi adalah binatang, narkotika psikotoprika dan zat adiktif lainnya, senjata api dan senjata tajam, semua barang yang mudah menyala/meledak, barang-barang yang karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan, berbau busuk, barang-barang yang menurut pertimbangan pegawai karena keadaan dan besar nya tidak pantas diangkut sebagai bagasi tangan, barang – barang yang dilarang undang – undang

Oke fix di poin nomor 3 sudah dijelaskan aturan yang memperbolehkan kereta ekonomi masuk kabin dan tidak dikenakan biaya. Masih banyak petugas kereta api yang mempermasalahkan sepeda lipat masuk kereta. Saya ingin berbagi tips memasukkan sepeda lipat di kereta ekonomi:

1. Tas Sepeda Lipat

Siapkan tas sepeda lipat yang muat sepeda lipatmu. Banyak pabrikan lokal yang sudah mendesain tas sepeda lipat dengan bahan yang tipis dan kuat, ada juga yang bisa menjadi tas slempang/ransel ketika tidak digunakan. Masukkan sepeda lipatmu ke dalam tas tersebut, jika ada barang pribadi yang masih muat dimasukkan ke dalam tas sepeda bisa dimasukan sekalian.

2. Pilih Kursi Kereta

Jika kita berpergian keluar kota pasti sudah direncanakan jauh-jauh hari, minimal 1 minggu atau 1 bulan. Ketika saya bepergian ke Tasikmalaya dan Bandung saya membeli tiket kereta ekonomi di web. Kereta Api Indonesia yang resmi bisa booking dan pilih kursi yang nyaman untuk membawa sepeda lipat ditaruh samping. Kursi favorit saya yaitu 22A/B, karena posisinya paling belakang 2 kursi dan depannya 3 kursi. Belakangnya langsung kamar mandi, hehe..

Kalau beramai-ramai (5-6 orang) membawa sepeda lipat masuk kereta ekonomi, bisa duduknya dipisah beda gerbong agar tidak terlihat penuh. Setiap kereta api berjalan pasti getarannya membuat sepeda lipat terjatuh, siapkan tali atau kunci untuk mengikatnya di kursi kereta. Ada yang punya tips lain? Salam gowes!

Iklan

18 thoughts on “Tips Membawa Sepeda Lipat di Kereta Ekonomi

  1. blumontego

    nice info om,, sayang saya kurang teliti liat aturan pt kai, jd sering ber andai2,, dan saat k setasiun bagian informasi juga melarang membawa sepeda lipat,, klo ud ad ketentuan resmi kita kan jd bisa adu argumen hehe… tks om bagus heheh

    Suka

    Balas
  2. donny widhyanto

    sharing pengalaman jg
    pernah sekali bawa sepeda lipat dr gambir, sepeda belum dilipat krn kalo ditenteng lumayan jg beratnya krn hrs naek sampai lantai 2, baru sampai atas dilipat dan dimasukkan tas, tp baru masuk pintu sdh dicegat petugas n sampai berdebat lumayan panjang, walaupun lolos jg.
    jd lebih aman n gak ribet dilipat dan masukkan ke dlm tas nya spy gak ditanya ini itu sama petugasnya..tambahan lg, kalo naek eksekutif pilih yg single seat yg posisinya paling depan atau paling belakang krn ada cukup space utk meletakkan seli.
    gitu aja om hehe

    Suka

    Balas
    1. Bagus Gowes Penulis Tulisan

      Makasih infonya Om. Saya pernah coba dari 2 stasiun: Tugu dan Lempuyangan, alhamdulillah gak pernah ditanyain petugasnya. Mungkin lipetan selinya Om Donny kurang ringkes. :p

      Suka

      Balas
  3. donny widhyanto

    bukan gt om, masalahnya daku pas masuk gambir belum tak lipet, msh utuhan fullbike, maksudku pas di atas naek lantai 2 baru dilipet en masukin tas bla3, begitu urusan debat beres melengganglah masuk ke dalam..begitu masuk kreta, lipet, masukin tas, taruh di dpn, duduk manis, aman deh..demikian om

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s