Bikecamping Bareng Paimo “Satoe Sepeda, Sedjoeta Sodara”

Beberapa hari yang lalu Sabtu dan Minggu (12-13/9) saya bersepeda sekaligus camping, bahasa kerennya bikecamping ke Sapuangin, lereng Gunung Merapi. Ini bukan pertama kalinya saya bikecamping. Ini kali keempat. Pertama kali saya bikecamping ke Cemoro Sewu, Pendakian Gunung Lawu. Kedua dan Ketiga, saat Jambore Sepeda Federal dan Jambore Jelajah Sepeda Kompas di Rancaupas, Bandung.

Rangkaian acara bikecamping bareng Paimo “Satoe Sepeda, Sedjoeta Sodara” dimulai hari Jum’at (11/9), dihari tersebut ada teknikal meeting dan penjelasan dari Eiger apa saya yang wajib dibawa peserta, fasilitas yang diberikan selama acara berlangsung. Buat yang sudah memiliki tenda, matras, sleeping bag dan jaket tebal wajib dibawa. Saya hanya membawa matras, sleeping bag dan jaket, jadi untuk bermalam bisa nebeng tenda teman Federal Jogja (Fedjo) yaitu Eskawan Azis.

Teknikal Meeting Bersama Eiger

Teknikal Meeting Bersama Eiger

Akhirnya Sabtu pagi (12/9) sekitar 70 orang goweser dari Jogja, Klaten, Ambarawa, Bandung, Jakarta, dll. berkumpul di Eiger YAP Square untuk mengikuti rangkaian bikecamping bareng Paimo. Sesuai rundown acara Eiger, peserta berkumpul pukul 5:30 WIB. Semua peserta daftar ulang dan mendapatkan goodie bag yang isinya: Buku Paimo: Bersepeda Membelah Pegunungan Andes, kaos dan sticker event dan voucher Eiger 50% buat belanja semua produk.

Setelah daftar ulang, Eiger juga memberikan snack untuk peserta sebelum gowes. Kebetulan saya diamanahkan menjadi marshall kelompok 8 yang beranggotakan 6 orang. Etape 1 gowes ke Sapuangin, Klaten yaitu Eiger YAP Square – Pabrik Gula Gondang, Klaten. Jalan relatif datar, karena jalur utama Jogja – Solo. Etape 2: Pabrik Gondang, Klaten – Sapuangin, Merapi. Tanjakan demi tanjakan sampai 1250 Mdpl di lereng Merapi.

Start Bikecamping Bareng Paimo

Start Bikecamping Bareng Paimo

Pukul 06:30 WIB kelompok 1 berangkat dengan rombongan 8 orang, dilanjutkan kelompok 2 dan selanjutnya sampai kelompok 10. Selisih waktu antar kelompok hanya 10-15 menit saja. Eiger sudah memberikan kebebesan rute menuju Pabrik Gula Gondang, Klaten ada beberapa kelompok yang melewati jalur alternatif yaitu selokan mataram. Kalau kelompok 8 melewati jalur utama sama dengan kelompok 1 dan 2.

Karena bukan acara balapan, saya mengatur tempo kayuhan hanya 25-28 km/h. Saya sering melihat kebelakang untuk melihat anggota kelompok 8 siapa tahu ada masalah dengan sepeda, terlalu cepat kayuhan atau kecapean. Beberapa kelompok lain ada yang berhenti karena sepeda yang rusak dan menunggu anggota lain yang pelan kayuhannya. Alhamdulillah kelompok 8 terus melaju sampai Pabrik Gondang, Klaten.

kelompok 1 rombongan bikecamping

kelompok 1 rombongan bikecamping

regrouping di pabrik gula gondang, klaten

regrouping di pabrik gula gondang, klaten

Sekitar 10:30 WIB semua peserta berkumpul di Pabrik Gula Gondang Winangoen, Klaten. Ada yang mengisi ulang air minumnya dan makan konsumsi yang diberikan Eiger yaitu Pisang Ambon. Pisang Ambon makanan yang mudah dicerna oleh tubuh, banyak vitamin dan mudah untuk dikonsumsi.

Tidak terlalu lama beristirahat di Pabrik Gula, lalu semua peserta diajak berkeliling pabrik gula melihat tempat produksi dan lahan di dalamnya. Saya baru tau, ternyata di belakang pabrik gula juga ada lahan tebu yang cukup luas. Ada truck dan kereta khusus untuk mengangkut tebu tersebut.

Setelah berkeliling pabrik gula, peserta mulai mengayuh sepedanya lagi dengan rute Sapuangin, Lereng Merapi. Sepanjang perjalanan banyak truck pasir yang mengangkut pasir dari lereng Merapi. Ini yang membuat jalan berlubang sampai atas. Aroma tembakau yang dijemur sepanjang perjalanan membuat indah perjalanan.

menuntun berjamaah menuju sapuangin

menuntun berjamaah menuju sapuangin

sampai juga di sapuangin, klaten

sampai juga di sapuangin, klaten

Dari Pabrik Gula Gondang Winangoen menuju Sapuangin, Lereng Merapi ada 2 jalur yaitu Deles Indah dan Karangnongko. Jika ingin melewati Deles Indah bisa melewati jalur utama papan penunjuk jalan Obyek Wisata Deles Indah. Melewati Karangnongko, dari Pasar Kembang ambil jalan ke kiri terus sampai Desa Karangnongko.

Saya berangkat menuju Sapuangin melewati Deles Indah, sebuah bukit disamping Sapuangin bisa melihat jalur larva Lereng Merapi. Sepanjang perjalanan banyak truck pasir dan jalan berlobang. Pulangnya saya lewat Karangnongko relatif mulus dan sepi. Buat pesepeda yang ingin menuju Sapuangin, saya sarankan melewati Karangnongko saat berangkat dan pulang lewat Deles Indah.

Sekitar pukul 16:00 semua peserta sudah datang di camping ground Sapuangin yang sudah disediakan Eiger. Panggung utama, tenda dan tempat MCK darurat sudah disediakan Eiger. Eiger menginfokan agar menggunakan air seperlunya saja, tidak perlu mandi karena cuacanya sangat dingin. Dengan tisu basah dan menggosok gigi sudah cukup.

Semua peserta bersiap-siap mengeluarkan peralatan, yang membawa tenda bisa dibangun sebelum malam hari. Karena tanahnya tidak rata, bisa memilih lokasi yang mudah untuk mendirikan tenda. Acara malamnya ada talkshow dengan Bambang Hertadi “Paimo” Mas dan Aristi Prajwalita tentang perjalanan keliling luar negeri dengan bersepeda.

talkshow bersama paimo dan aristi

talkshow bersama paimo dan aristi

Jadi ceritanya, sebelum Paimo bisa berkeliling dunia sekarang. Paimo sudah memulai aktifitas bersepedanya dari SMP yaitu berkeliling antar kota dan kabupaten. Masuk SMA, Paimo menambah lingkup kayuhannya antar pulau dan provinsi. Masuk kuliah di ITB, Paimo bersepeda antar negara dan sampai sekarang bisa antar benua.

Pertanyaan terbesar dari semua peserta bikecamping Eiger, bagaimana Paimo bisa mendapatkan dana besar untuk keliling negara? Paimo menjawab, keliling negara pertama dari Singapura sampai Vietnam dan Laos dengan hasil berjualan pin yang untungnya cuma Rp 500,- Dikumpulkan untuk mendanai perjalanan pertama ke luar negeri.

Dari perjalanan pertamanya tersebut didokumentasikan dalam bentuk foto dan video untuk mencari sponsor keliling negara selanjutnya. Paimo berpesan kepada peserta bikecamping, setiap perjalanan bersepeda diusahakan didokumentasikan. Itu menjadi alat untuk mengajukan sponsor, bikin perjalanan yang seksi agar sponsor tertarik.

Talkshow kedua ditutup dengan Aristi, seorang goweser yang berprofesi menjadi dokter. Aristi pernah melakukan perjalanannya dari Vietnam sampai China. Perjalanan kedua yaitu Eropa. Aristi memberikan tips bawaan yang dibawa selama touring. Mengapa tas pannier diusahakan ditaruh di rak sepeda tidak boleh ditaruh punggung, untuk menghindari cidera punggung selama perjalanan.

perwakilan peserta bikecamping

perwakilan peserta bikecamping

makan bersama semua peserta bikecamping

makan bersama semua peserta bikecamping

berdoa bersama sebelum pulang

berdoa bersama sebelum pulang

Minggu (13/9) acara terakhir ada talkshow singkat dari komunitas sepeda Federal Jogja (Fedjo) diwakilkan Supriyadi Plat AB dan Bagus Prakoso Gunawan memberikan tips sepeda yang bisa dipakai touring. Bagus mencontohkan semua sepeda apapun yang ada di rumah (mountain bike, city bike, dll.) bisa dipakai untuk touring. Silahkan dipakai yang ada saja tidak perlu melihat merknya.

Supriyadi Plat AB menceritakan sejarah sepeda MTB Federal diproduksi di Indonesia. Singkatnya tahun 1988, produksi MTB Federal yaitu seri Poema dan Cougar dengan bahan trimoli. Dilanjut seri kucing seperti: city cat, street cat, wild cat di tahun 1990an. Segala tipe Federal bisa dijadikan sepeda touring, karena materialnya hi-ten, chromoli dan trimoli.

Bikecamping kali ini saya menggunakan sepeda lipat. Apapun sepedamu cobalah mengeksplor tempat terbaik di daerahmu. Bagaimana dengan anda goweser sudah pernah bikecamping kemana? Bagaimana pengalaman anda?

Iklan

11 thoughts on “Bikecamping Bareng Paimo “Satoe Sepeda, Sedjoeta Sodara”

  1. mysukmana

    Wah di pabrik gula gondang? Ayah saya dl kerja dsitu.rumah juga dsitu dl. Jadi inget jaman kuliah d jogja..tanya dong pak gmn bisa dpt info sepedaan bareng eiger..? Sy jg hobby sepeda.tp sekedar sepedaan aja. Punya federal 1989 udh sy modif juga hehehe..

    Suka

    Balas
      1. mysukmana

        Iya jd inget dl setelah bpk pensiun sy ambil federalny naik bus solo-gondang,pulangnya gowes gondang-klaten pake federal..hehee 3Jam euy

        Suka

  2. Ping balik: Selamat Jalan Kaos Le Paimos Cycling | Bagus Gowes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s