Serunya Mencoba Sepeda Bambu

Beberapa waktu yang lalu saya diajak Pak Eko Eshape untuk menjemput teman gowesnya dan membuat sepeda bambu berasal dari Temanggung bernama Singgih Susilo Kartono. Cerita dari Pak Eko, rencananya Pak Singgih akan bersepeda dari Temanggung ke Jogja menggunakan sepeda bambu. Saya dalam hati, apa kuat buat touring menggunakan sepeda berbahan bambu? Jangan-jangan ada trouble di jalan, hehe..

image: eko eshape

image: eko eshape

Sabtu (26/9) pukul 06:00 saya janjian dengan Pak Eko di depan Pasar Klithikan Jogja menuju Jembatan Krasak – Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Muntilan, Jawa Tengah. Kata Pak Eko, rombongan dari Temanggung 2 orang yang akan bersepeda menggunakan sepeda bambu menuju Jogja. Kami bersepeda pelan-pelan menuju Jembatan Krasak tersebut.

Kurang lebih 1,5 jam perjalanan menuju Jembatan Krasak dengan kontur jalan yang menanjak, lumayan menguras tenaga dengan menggunakan Polygon Heist 3.0 yang diset-up single speed. Nikmati aja perjalanan sambil mengobrol sepeda dan pekerjaan online. Tidak terasa sampai juga di batas provinsi DIY dan Jawa Tengah.

image: eko eshape

image: eko eshape

Gowes 25 km dari Jogja sampai perbatasan provinsi DIY membuat lapar dan ngos-ngosan, sepakat untuk mencari sarapan khas daerah perbatasan yaitu brongkos. Brongkos yang paling terkenal dan hits di daerah Tempel yaitu Brongkos Bu Padmo. Buat yang belum tahu apa itu Brongkos, semacam soup ada telur, kacang mete, daging, kreceknya berwarna hitam dan rasanya manis.

Kebetulan saya dan Pak Eko menjadi pelanggan pertama Brongkos Bu Padmo pada hari itu, sampai depan warung belum dibuka pagar dan pintunya. Akhirnya pintu warung dibukakan dan memesan brongkos tersebut. 15 menit menjelang, ada pesan masuk dari Ardian Kusuma ingin menyusul ke perbatasan provinsi DIY. Sambil menunggu rombongan Temanggung, kami menunggu kurang lebih 1 jam di warung Bu Padmo tersebut.

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

Pukul 8:30 rombongan Temanggung masuk Jogja. Tidak terlalu lama gowes dari Temanggung menuju Jogja, berangkat dari Temanggung pukul 4:30 WIB. Istirahat sebentar di warung Bu Padmo lalu rombongan ingin diantar ke rumah teman di Jogja di Jalan Siliran Lor, Alun-Alun Kidul.

Kebetulan saya tahu jalan tersebut, saya membantu menjadi marshall selama perjalanan ke lokasi. Rute dari perbatasan provinsi DIY melewati Jalan Magelang lalu belok ke arah Jln. Palagan Tentara Pelajar untuk menghindari kemacetan di Terminal Jombor.

Tidak sah sampai Jogja untuk berfoto di depan Tugu Jogja. Kami berlima sejenak berfoto di depan Tugu Jogja untuk mengabadikan moment dengan sepeda bambu tersebut. Lumayan terik dan macet waktu itu, karena long weekend banyak yang berlibur ke Jogja.

image: eko eshape

image: eko eshape

Hanya 15 menit dari Tugu Jogja menuju Jalan Siliran Lor. Sampai Jl. Siliran Lor saya mencoba sepuasnya menaiki sepeda bambu ini. Dari penampilan pertamanya tidak terlihat bahwa ini sepeda bambu, karena part yang menempel di sepeda bambu sama dengan MTB biasa (fork, groupset, wheelset, dll).

Diamati lebih dekat bagian seattube, centertube terbuat dari bambu yang sudah di pernis lebih mengkilap. Sambungan antar headtube, seattube menggunakan crown besi yang dicat hitam. Saya bertanya dengan Pak Singgih, geometri melihat sepeda apa? Katanya mengikuti geometri sepeda Federal kebanyakan,

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

image: bagus gowes

Sepeda bambu yang dipakai ini merupakan revisi kedua dari percobaan sepeda bambu. Terlihat lebih rapi. Pak Singgih memproduksi sepeda bambu untuk 2 roda yaitu 26 inch dan 24 inch. Makin penasaran dengan sepeda bambunya akhirnya saya mencobanya dengan menikmati setiap kayuhan.

Saya merasakan sepeda bambu masih belum stabil di seattube, atau karena masih prototype bisa juga karakter bambu yang lentur. Saya mencoba untuk kuat mengayuh dan sambil berdiri tetap saja harus mengatur keseimbangan di bagian belakangnya.

Sepeda bambu sebuah inovasi dari material untuk frame sepeda. Untuk saat ini belum bisa diproduksi massal, karena butuh riset yang lebih dalam. Kata Pak Singgih, sepeda bambu ini juga akan didesain ulang oleh desainer Polygon Bikes. Jadi penasaran akan seperti apa perubahan yang akan terjadi. Kamu sudah pernah pakai sepeda bambu?

image: eko eshape

image: eko eshape

image: eko eshape

image: eko eshape

Iklan

2 thoughts on “Serunya Mencoba Sepeda Bambu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s