Gowes Strava Rapha Festive 500 2015

Selamat datang 2016 dan selamat buat goweser yang sudah menyelesaikan resolusi gowesnya di tahun 2015: Tour de Pangandaran, Audax Solo, Audax Randonneurs Indonesia, Jambore Sepeda Lipat dan lain-lain. Ada juga goweser yang memilih resolusi gowesnya dengan upgrade atau ganti sepeda baru, hehe..

Kalau saya mengalir aja resolusi gowesnya, tidak ada list event gowes yang wajib diikuti. Kalau ada waktu, kebetulan bisa ikutan Tour de Pangandaran 2015, Jambore Sepeda Lipat 2015, Ulang tahun komunitas Sepeda Lipat Bandung. Tidak ada rencana, penasaran dengan rute gowes yang disusun oleh panitia.

Tahun 2015 bisa dibilang tahun campur-campur olahraga, bulan Agustus saya ikutan Bali Marathon 2015 – 42 km itu juga diluar kesadaran, hahaha.. Bulan Desember 2013 beli sepatu lari yang agak serius buat long run lalu ikutan event Eiger Night Run tiap selasa malam dan Playon Jogja tiap kamis malam. Penasaran dengan lari jarak jauh, coba ikutan daftar massal Bali Marathon dengan teman-teman Playon Jogja. Alhamdulillah finish. 😀

Mulai dari Juni – Juli sudah malas berolahraga (gowes dan lari), karena puasa fokus dengan ibadah. Tidak ada keringat selama 2 bulan itu. Masih ragu juga berangkat ke Bali, apakah kuat berlari sejauh 42 km? Karena ini marathon pertama dan saya janjian dengan teman Playon Jogja menjadi pacer, saya ikut ritme berlarinya dia.

Agustus telah selesai, meninggalkan cerita marathon di Bali. Masuk September, Oktober dan November melihat timeline Strava banyak bar ijo-ijonya (lari) dibandingkan orange (gowes). Kalau liat temen-temen gowes jadi minder, betisnya terbiasa untuk berlari daripada bersepeda. Suka bangun siang, karena begadang posting blog GOOWES.co.

Sepeda Lipat Dahon
Gowes Menuju Purworejo

Semua faktor itu, saya jarang bersilaturahmi dengan teman-teman sepeda. Banyak yang menganggap saya sudah menghilang dari dunia pergowesan, cuma aktif di online. Tapi ya bagaimana lagi, 2015 saya pengen fokus di dunia blog sampai bingung membagi waktu. Maaf yah teman-teman..

Masuk bulan Desember, saya sadar kalau aktifitas gowes menurun drastis. Di akhir bulan Desember, Strava selalu mengadakan kompetisi Strava Rapha Festive 500. Itu kompetisi bersepeda dari 25 Desember – 31 Desember dengan jarak tempuh 500 kilometer. Tahun 2014, alhamdulillah saya bisa menamatkan dengan 3 hari bersepeda.

Tahun 2015 harus bisa menyelesaikan kompetisi Festive 500, untuk membayar kekurangan olahraga di bulan-bulan sebelumnya. Ada empat kali bersepeda menamatkan Festive 500 2015, itung-itung bisa touring keluar kota sambil menikmati kuliner dan suasan kota lain. Jogja macet banget, hahaha..

Hari pertama Festive 500 saya gowes keliling kota-kota terdekat: Jogja – Purworejo – Salaman – Magelang – Jogja, lumayan 156 km pulang sore. Saya niatkan bersepeda sambil ibadah, jadi setiap kota saya sempatkan untuk sholat dhuha dan dhuhur. Tidak terasa capek, bisa istirahat di masjid.

Hari kedua, saya menonton event sepeda MTB yaitu Turgo Bikefest 2015. Lokasi eventnya di sebelah barat kaki Gunung Merapi, kalau gowes kesana pasti nanjak dan pulangnya gak usah rem, hehe.. Gowes di hari itu 66 km berangkat pagi dan pulang siang. Nanjaknya manteb. :p

Sepeda Lipat Dahon
Gowes Kota Salatiga

Masuk hari selajutnya, ada rasa malas melanjutkan Festive 500. Pertama, ada teman sepeda yang menginap di rumah jadi gak enak ditinggal gowes. Kedua, waktunya udah mepet tinggal 2 hari masuk 31 Desember 2015. Tanpa pikir panjang, bangun pagi pukul 04:00 gowes santai ke arah Klaten menuju Salatiga. Berharap dihari itu bisa 250 km, ternyata: Jogja – Klaten – Boyolali – Salatiga – Magelang – Jogja tembus 200 km.

Gowes 200 km-nya itu hari rabu, senin saya berlari dari Kentungan sampai Tlogo Putri, Kaliurang sejauh 21 km bersama teman-teman komunitas lari dengan event Kaliurang Attack. Gempor ini kaki.. Mau gowes recoveri belum sempet-sempet.

Puncak malas di hari terakhir Kamis, 31 Desember 2015. Untuk menjadi finisher Festive 500 masih kurang 73 kilometer. Tapi gowes kemana yah? Saya putuskan untuk gowes kulineran nasi tumpang Klaten, dipasin 37 kilometer pasti pulangnya dapet 74 km. Alhamdulillah dengan niat yang mantab, saya menjadi finisher Festive 500 2015.

Banyak orang yang menganggap itu gila dan ngapain sepedaan sampai sejauh itu, dapetnya apa coba? Kalau saya pribadi itu pengalaman, bisa melihat situasi di luar sana dan tentunya saya lebih mendekatkan dengan Allah SWT berhenti untuk sholat di masjid kota-kota yang dilewati sepanjang perjalanan.

Tahun 2016 mau kemana? Resolusi saya tidak muluk-muluk, mau merutinkan bersepeda, bangun pagi dan bersilaturahmi dengan komunitas sepeda lain di event-event gowes seru. Apa resolusi gowesmu di tahun 2016?

Gowes sampai Purworejo
Gowes sampai Purworejo
Advertisements

3 thoughts on “Gowes Strava Rapha Festive 500 2015

  1. As-salamu ‘alaykum,
    kalau ad ksmpatan mngkin sy mau ikut goes bareng sma om,
    sy tnggal di cimahi.
    pengen nyobain gmn rasanya sepedahan jarak jauh,
    in shaa Allah november tahun ini sy beli surly CC utk daily commute dn nyoba grandfondo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s