Review Film Inferno

Malam hari yang dingin setelah Jogja sejak siang sampai sore diguyur hujan, tiba-tiba kemarin sore ingin menonton bioskop. Setelah bulan lalu menonton film Warkop DKI Reborn, iseng-iseng membuka situs Cinemaxx melihat daftar film yang tayang hari itu. Ada enam film yang tayang: The Accountant, Pinky Promise, Inferno, Crayon Shinchan: Fast a Sleep, Ada Cinta di SMA dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part I. Masih belum menemukan film yang cocok sesuai hati nurani ditonton.

Satu per satu menonton trailer film tersebut di Youtube, pertama kali mencari trailer film Crayon Shinchan: Fast a Sleep sudah lama tidak menonton kocaknya Shinchan. Hasil yang didapat di trailer Youtube kurang bagus, hanya menemukan 2 trailer dan itu juga berbahasa Jepang. Selanjutnya menonton trailer film The Accountant dan Inferno. Setelah melihat trailernya cocok dengan film Inferno yang genrenya thriller, memecahkan sebuah misteri.

Film Inferno diangkat dari sebuah karya sastra yang nyaris seperti kitab suci dengan judul buku: Inferno karya Dan Brown. Film ini dimulai dengan seorang profesor jenius yang mempelajari simbol dan icon yaitu Robert Langdon (Tom Hanks) terbangun di sebuah rumah sakit di Florence dengan keadaan kepala dijahit dan amnesia. Langdon kehilangan ingatan jangka pendek tiba-tiba sudah berada di Florence dengan keadaan penuh darah.

Dengan pikiran yang cukup panik dan mengingat semua hal yang sebelumnya terjadi, pikiran Langdon masih belum bisa mengingat. Dengan seorang dokter wanita Dr. Sienna Brooks (Felicity Jones) membantu Langdon memulihkan ingatannya dan memberi tahu petunjuk-petunjuk dalam karya Dante, penyair Italia dari abad pertengahan yang legendaris. Diluar dugaan, Langdon juga menjadi target pembunuh bayaran serta pasukan berseragam hitam milik pemerintah.

inferno movie

Aksi Langdon dan Sienna dimulai setelah menjadi target pembunuhan seorang agen. Langdon dibawa ke apartemen Sienna yang lebih aman dari pembunuh bayaran dan pasukan berseragam hitam. Langdon membersihkan badan dan mengingat yang telah terjadi. Langdon mengingat ada seorang pria yang bunuh diri di sekitaran lokasi apartemen Sienna dan menemukan stempel kuno di saku celana yang merupakan mahakarya terhebat yang pernah diciptakan, terhubung dengan karya Dante Alighieri berjudul Inferno (neraka).

Inferno sendiri adalah bagian pertama dari mahakarya seorang penyair besar yang bernama Dante Alighieri yang berjudul The Divine Comedy (Komedi Ketuhanan). Sedangkan bagian kedua berjudul Purgatorio (Penebusan) dan bagian ketiga berjudu Paradiso (Surga).

Film ini memperlihatkan simbol dan kode Dante semasa hidup di Florence. Banyak tempat-tempat bagus di Florence, Italy yang menjadi lokasi shooting. Pertama gerbang Porta Romana, Langdon dan Sienna dikejar pasukan berseragam hitam dari WHO yang menutup segala pintu Porta Romana Italy. Langdon masuk ke Palazzo yang terdapat lukisan misteri arti kata cerca trova (cari dan temukan) yang bisa dilihat menggunakan teropong. Cerdasnya Langdon tahu mengenai tempat tersebut dan keluar dengan pintu rahasia yang ada di dalam tanah.

Setelah Porta Romana, Langdon melanjutkan misteri Dante menuju Hall of Five Hundred Florence melihat secara dekat muka asli Dante Alighieri yang tercetak di topeng kematiannya sendiri. Sampai di Hall of Five Hundred, topengnya sudah tidak ada. Melihat hasil dari kamera cctv ternyata yang mengambil sekongkolan Langdon dan temannya. Ingatan Langdon sedikit pulih mengetahui dimana topeng Dante disimpan. Banyak hal yang di luar dugaan film Inferno ini.

inferno movie

Langdon merasa bersalah setelah tahu ternyata yang mencuri dia sendiri. Berlari menuju Museo Casa yang lebih terkenal dengan nama Gereja Dante yang berlokasi di Santa Margherita Dei Cerchi. Di dalam gereja tersebut terdapat sebuah wadah air suci yang di dalamnya terdapat topeng Dante. Langdon mengangkatnya dan menggosokan bagian belakang topeng Dante terdapat sebuah kalimat petunjuk yang berhubungan dengan lokasi selanjutnya.

Langdon melanjutkan perjalanannya ke Gereja Maria del Fiore Florence untuk menemuka patung kuda Basilika Santo Markus. Disinilah pada akhirnya Langdon benar-benar memahami semua misteri yang dimaksud. petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membuat ia sadar bahwa terjadi kekeliruan dalam pemikirannya. Kuda perunggu Santo Markus. Kalung leher yang dipakai oleh kuda disinyalir sebagai penyangga kepala kuda yang sengaja di potong agar mudah di bawa di dalam kapal saat dibawa kembali ke Venesia.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke negara-negara persimpangan timur dan barat. Negara sekuler dimana semua kepercayaan barat dan timur bisa berdiri bersebelahan. Perjalanan ke Istanbul, Turki yang pertama adalah melewati Blue Mosque, kemudian Hagia Sophiadan berhenti pada waduk kuno Yerebatan Sarayi (Istana yang Tenggelam).

Kalau nonton filmnya, pahami tempat-tempat yang menjadi lokasi shooting sangatlah indah dan ingin sekali berkunjung kesana. Dan seperti biasa, film yang diambil dari karya Dan Brown selalu membuat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Banyak hal yang didapat dari film Inferno ini seperti religiusitas bagi yang beragama nasrani, strategi dan kepercayaan.

Advertisements

8 thoughts on “Review Film Inferno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s