ASUS Zenbook UX360UA, Notebook Tipis dengan Tenaga Besar

Saya hobi travelling dan membawa perlengkapan yang ringan. Untuk travelling dalam waktu 1 minggu, saya hanya membawa 1 tas ransel 20-30 liter dan berisi pakaian dry fit. Jika dibutuhkan membawa celana jeans akan dibawa, tapi seringnya malas untuk dibawa karena memakan tempat dan berat. Selain baju dry fit, celana pendek dan jaket ultra light sudah cukup.

Minggu kemarin sebelum saya ikutan Mandiri Jakarta Marathon 2016 saya dipinjami ASUS Indonesia sebuah notebook tipis yaitu ASUS Zenbook UX360UA. Notebook terbaru dari ASUS ini memiliki rangkaian spesifikasi yang sangat mumpuni yang dikomandoi oleh prosesor Intel Core i7 generasi ke-6. Prosesor di dalamnya adalah Intel Core i7-6500U dan ada pula versi yang menggunakan prosesor Intel Core i5-6200U. Sang mikroprosesor ditemani dengan RAM sebesar 8 GB dengan konfigurasi dual channel. Kapasitas media penyimpanan disediakan sebesar 512 GB menggunakan Solid State Drive (SSD) SATA m.2. Konfigurasi RAM dual channel, kinerja UX360UA semakin kencang.

Prosesor ini memiliki teknik fabrikasi 14 nm yang dapat di boost kecepatannya hingga 3,1 GHz. Jajaran prosesor ini juga merupakan salah satu jajaran chip hemat daya yang dibuat oleh Intel. Hal itu semakin dipertegas oleh nilai TDP-nya yang hanya 15 W. Ketika diatur pada konfigurasi tertinggi, konsumsi listriknya mencapai 25 W sementara konsumsi listrik terendahnya adalah 7,5 W.

Prosesor ini membawa dukungan chip grafis Intel HD Graphics 520 yang memiliki nilai base frequency 300 MHz dan juga frekuensi dinamis maksimal 1,5 GHz. Telah tertanam fitur-fitur unggulan yang dapat memaksimalkan kemampuan kartu grafis Anda menjadi lebih baik antara lain, OpenGL, DirectX, Intel InTru 3D technology, clear video HD, serta WiDi atau wireless display.

ASUS Zenbook UX360CA

Desain Minimalis

Desain notebook ini minimalis dan muda dibawa saat bepergian. ZenBook UX360UA merupakan notebook dengan racikan desain yang bisa dikatakan sempurna serta. Ringan, tipis, elegan dan berbalut metal adalah unsur utama yang selalu melekat pada notebook satu ini.

Aksen-aksen desain yang ikonik seperti gaya lingkaran konsentris, desain tepian yang melengkung, tetap disertakan. Bedanya jika ZenBook UX360UA memiliki warna gold dan grey, versi 360UA memilih rose gold dan grey sebagai busananya. Seperti disinggung sebelumnya, berkat penyematan jewel hinge, ZenBook UX360UA berhasil menyabet penghargaan pada ajang Computex. Lantas sebenarnya apa jewel hinge itu?

ASUS Zenbook UX360UA

Cobalah perhatikan lebih teliti pada bagian engselnya. Ada warna yang berbeda yang menyerupai dan terkesan seperti perhiasan bukan? Diselimuti dengan balutan warna emas yang agak gelap engsel inilah yang dinamakan dengan jewel hinge.

Meski terlihat sangat kontras, namun sebenarnya padanan warna yang diberikan pada hinge untuk menyatukan antara bodi dan layar sangat serasi. Desain ini dikatakan terinspirasi dari sebuah perhiasan.

ASUS Zenbook UX360UA

Engsel tersebut menggunakan mekanisme multi-gear metal yang dibuat sangat presisi. Sehingga membuatnya mampu berputar sangat mulus tanpa tersendat dan menggenggam display dengan aman di berbagai sudut.

Yang lebih menarik sebenarnya, ASUS menyatakan bahwa hinge tersebut telah diuji coba hingga lebih dari 20.000 percobaan buka-tutup.Itu dimaksudkan untuk memastikan Anda dapat mengubah ZenBook Flip secara mudah dari laptop berkinerja tinggi menjadi tablet ringan setiap saat, tanpa kendala berarti.

Dengan bobot hanya 1,3 Kg, tentu saja UX360UA menjelma menjadi perangkat yang sangat ringan. Membawanya dengan tas bersamaan dengan banyak buku didalamnya pun tak akan memberatkan penggunanya. Apalagi saat travelling jika ragu ASUS Zenbook UX360UA dimasukkan ke dalam tas, bisa ditenteng ke dalam kabin pesawat sangat ringan.

UX360UA memiliki engsel yang lebih besar dua kali lipat dibanding versi UA. Secara angka ukurannya adalah 29,2 mm (UX360CA) dan 14,3 mm (UX360UA). Bicara soal ketebalan notebook ini memiliki bodi yang tipis yakni 13,9mm. Untuk menggambarkannya, coba saja Anda dekatkan sebuah pulpel pada sisi pinggir notebook. Nah, kira-kira ketebalannya hampir menyamai alat tulis tersebut. Berikut visual perbedaan ASUS ZenBook UX360UA dan UX360CA.

ASUS ZenBook UX360CA
Pict: ASUS ZenBook UX360CA

 

ASUS ZenBook UX360UA
Pict: ASUS ZenBook UX360UA

Mengetik Lebih Menyenangkan

Saya sebagai travel blogger selalu menyinggung mengenai keunggulan notebook ini sebagai perangkat yang sangat cocok untuk diajak bekerja mobile. Kurang lengkap rasanya jika belum menceritakan mengenai pengalaman mengetik menggunakan keyboard-nya yang telah dilengkapi dengan fitur chicklet.

Pada UX360UA keyboard telah dilengkapi dengan fitur backlight alias tombol keyboard yang bisa menyala. Mengetik pada tutsnya pun terasa begitu empuk. Salut ASUS bisa menciptakan keyboard yang sedemikian empuk tersebut pada sebuah notebook yang tipis. Kenyamanan mengetik pada perangkat ini disebabkan UX360UA memiliki sebuah fitur yang dinamakan dengan key travel sedalam 1,5 mm. Artinya tingkat kedalaman tekanannya mencapai 1,5 mm.

Bagaimana cara ASUS merancang sebuah keyboard yang tipis dan ringan, namun tetap empuk ditekan. Mereka mengoptimalkan elastisitas karet silica gel yang berada persis dibawah tombol keyboard untuk memberikan kenyamanan ekstra pada tekanan. Sehingga meskipun ketinggian scissor keyboard dipangkas (1,5mm) Anda akan tetap merasa nyaman.

Pengalaman menjajal touchpadnya pun tak kalah menyenangkan. Touchpad tersebut sangat empuk ketika ditekan sehingga memudahkan penulis bekerja dengannya. Ukurannya pun luas dan ASUS selalu konsisten akan hal ini. Meski ukuran notebook hanya 13,3 inci tetapi tidak lantas mengorbankan aspek touchpadnya.

Touchpad pun telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoperasian touchpad yang lebih nyaman.

ASUS Zenbook UX360CA

 

Baterai

Memilih notebook yang nyaman saya lebih mengutamakan baterai yang tahan lama. Komponen baterai menjadi penting untuk dibahas pada perangkat ini sebab menjadi salah satu nilai jual yang ditawarkan ASUS. Mereka mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 12 jam.

ASUS ZenBook menggunakan type Lithium Polymer, kapasitas daya tampungnya mencapai 57Whrs, dengan 3 cell unit tertanam di dalamnya. Saya menggunakan aplikasi bernama BMark untuk memperkirakan masa hidup (durasi penggunaan) ketika dia digunakan dalam mode normal maupun full load (kerja berat).

Hasilnya, menurut aplikasi tersebut, notebook ini mampu bertahan diperkirakan kurang lebih selama 10 jam ketika digunakan dalam keadaan normal. Hal hal yang mencakup mode normal, penjabarannya antara lain mengetik sambil browsing, sesekali menonton video, mengetik dalam waktu lama, mendengarkan musik dan sambil sesekali bermain game. Namun ketika menjalankan aplikasi tersebut, baterainya tidak terisi penuh melainkan hanya 97 persen.

Sedangkan apabila dipaksa untuk bekerja sangat berat, misal merender video, bermain game berat dengan grafik 3D dalam waktu lama bahkan nonstop, dan penggunaan ekstrim lainnya, maka BMark memperkirakan waktu pakainya hanya sekitar 5 jam.

battery asus zenbook

 

Spesifikasi

Main Spec. ZenBook Flip UX360UA
CPU Intel® Core™ i7-6500U Processor (4M Cache, up to 3.10 GHz) /

Intel® Core™ i5-6200U Processor (3M Cache, up to 2.80 GHz)

Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB DDR3L 1866MHz SDRAM
Storage 512GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit QHD+ (3200×1800) Glare Touchscreen with 72% NTSC
Graphics Intel® HD Graphics 520
Input/Output 1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down
Camera HD Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone

ASUS SonicMaster Technology with Harman/Kardon

Battery 3 Cells 57 Whrs Polymer Battery
Dimension 32,3 x x 22,0 x 1,39 cm
Weight 1,27Kg with Battery
Colors Grey, Rose Gold
Warranty 2 tahun garansi global

 

Kesimpulan

Buat saya yang mencintai aktivitas di luar ruangan ataupun dituntut untuk selalu produktif dalam kondisi seperti itu, mungkin akan sangat membutuhkan perangkat ini. Semua unsur dan keunggulan kompetitif yang terkait dengan portabilitas dan mobilitas telah tersedia secara lengkap di dalamnya, antara lain baterai yang tahan lama, perangkat yang tidak panas, kinerja kencan serta ringan dan tipis.

Prosesor yang disematkannya pun merupakan kelas tertinggi yakni i7-6500U, yang akan memberikan kenyamanan ketika menjalankan sistem komputasi. Prosesor tersebut kencang, bertenaga sehingga tidak kesal lag disana-sini.

Harga yang cukup tinggi untuk menebus perangkat satu ini. Di Indonesia ASUS UX360UA ditawarkan seharga 17 jutaan (i7-6500U) dan Rp15 jutaan (i5-6200U). Setelah melihat segala keunggulannya yang ditawarkannya, pilihan sejatinya anda yang bisa memilih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s