Gowes ke Air Terjun Gedad

Saya sudah lama tidak gowes bersama teman-teman komunitas sepeda, karena rute dan tempatnya sudah pernah dikunjungi. Februari di Jogja masih sering hujan, buat yang suka bersepeda mencari air terjun dan curug di wilayah Bantul dan Kulon Progo sangat cocok untuk bermain air. Air terjun dan curug di wilayah Bantul bagus dikunjungi saat musim hujan, rata-rata aliran air yang turun dari sungai yang posisinya tinggi.

Kemarin ada ajakan dari komunitas sepeda Jogja yaitu Ente Jogja bersepeda ke air terjun gedad. Nama air terjun gedad belum pernah dengar, saya coba mencari di internet masih sangat sedikit referensi yang mengarahkan rute menuju air terjun gedad. Mumpung masih di Jogja dan ada komunitas yang membuat trip tersebut kenapa tidak bergabung.

Pengumuman ajakan gowes ke air terjun gedad di Facebook Ente Jogja. Seorang teman yang bernama Dwi Elnino memposting di Ente Jogja dengan redaksi “Gowes Air Terjun Gedad ben podo kancane, Tikum Puskesmas Imogiri 1 ditunggu sampai jam 06.30. Jangan lupa bawa celana ganti kalau mau ciblon”. Selain postingan itu ada foto air terjun gedad yang terlihat arusnya sangat deras. Sepertinya menarik untuk dikunjungi.

Kebiasaan saya jika paginya memiliki agenda gowes akan tidur cepat sebelum pukul 21:00 dan bangun biasanya pukul 04:30. Pagi itu saya bangun sesuai waktu, lalu dilanjutkan sholat subuh dan mengisi botol minum sepeda dengan air putih. Cuaca pagi itu di rumah saya sedikit mendung dan tersisa air bekas hujan semalam. Sejenak melihat aplikasi cuaca di smartphone menunjukan cerah, saya mantab untuk melanjutkan persiapan bersepeda.

Semua barang sudah disiapkan seperti botol minum sepeda, sarung, headset, dll. dimasukkan ke dalam tas pannier sepeda Eiger. Saya mengambil kesimpulan, biasanya jika gowes bersama komunitas sedikit lama karena menunggu teman-teman yang lain dan saya tidak tahu jalan menuju air terjun gedad persiapan sarung untuk sholat dhuhur. Saya pelan-pelan mengayuh sepeda ke arah Imogiri yang lokasinya di selatan.

Saya gowes menuju selatan dengan langit yang gelap, rintik-rintik hujan juga terus membasahi badan dan sepeda. Dalam hati saya berdoa semoga tidak hujan deras sampai Puskesmas Imogiri 1 Bantul, sampai depan Hotel Ros In Jogja ternyata hujan deras, akhirnya saya mencari tempat berteduh di samping hotel tersebut. Alhamdulillah menunggu 5 menit, hujan sudah berhenti dan saya melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Imogiri 1 Bantul.

Pukul 19:00 saya sampai Puskesmas Imogiri 1 Bantul sudah banyak teman-teman Ente Jogja yang mengobrol dan menunggu teman gowes lainnya. Tradisi bertemu dengan teman sepeda bersalaman dengan lainnya, sekitar 10 orang saya menyalami teman-teman. 20 menit menunggu di Puskesmas Imogiri 1 Bantul tidak ada tambahan teman lain yang datang. Kami putuskan untuk berangkat menuju air terjun gedad.

Nikmatnya bersepeda di hari minggu, bertemu dengan komunitas sepeda lain menuju lokasi yang sama. Di jalan yang tujuannya air terjun gedad kami bertemu dengan komunitas sepeda kolaborasi yang isinya pesepeda berumur (diatas 50 tahun), lebih seru untuk bersepeda bersama. Sepanjang perjalanan kami berkomunikasi dengan teman-teman pesepeda lainnya. Jangan anggap remeh pesepeda senior, mereka kuat melahap tanjakan panggang!

Tidak begitu jauh bersepeda ke air terjun gedad di Playen, Gunung Kidul, saya mengaktifkan Garmin untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh. Dari rumah Ngadinegaran sampai air terjun gedad sejauh 35 kilometer dengan rute yang cukup menguras keringat. Saya kira air terjun gedad lokasinya di Bantul ternyata di daerah Playen, Gunung Kidul. Jika ditarik arus airnya, sama dengan air terjun sri gethuk yang berada di sisi utara air terjun gedad.

Rute yang mudah dan cepat menuju air terjun gedad dari Jogja yaitu Jogja – Imogiri Barat/Imogiri Timur – Siluk Bantul – Panggang Bantul terus saja sampai bertemu arah SPN Selopamioro Imogiri Bantul. Sampai bertemu papan SPN Selopamioro Imogiri Bantul jangan belok ke SPN-nya terus saja sampai bertemu perempatan yang mengarah Wisata Watu Alam Panggang, belok saja ke kiri dan ikuti jalan sampai bertemu wisata tersebut. Dari Wisata Watu Alam Panggang lanjut saja mengikuti jalan sampai di kiri jalan ada banner bertuliskan Air Terjun Gedad.

Alternatif rute lain menuju air terjun gedad dari arah Wonosari bisa mengambil rute wilayah Gading, Playen, Gunung Kidul yang arahnya sama dengan air terjun sri gethuk. Lokasi air terjun gedad masuk ke dalam kampung, tidak disarankan untuk membawa kendaraan besar seperti bus. Untuk mobil rata-rata juga parkir di jalan utama, karena jalannya sempit dan berbatu. Cukup menarik air terjun gedad, menambah wisata baru di Gunung Kidul.

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

Advertisements

6 thoughts on “Gowes ke Air Terjun Gedad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s