Tips Memilih KPR Konvensional atau Syariah

Ada yang punya rencana membeli rumah? Enak kali ya long weekend sambil cari calon hunian baru di kota idaman. Selain membeli tunai, anda juga punya opsi untuk membeli dengan bantuan pinjaman atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Secara umum terdapat 2 fasilitas KPR yang bisa dipilih masyarakat Indonesia yaitu KPR Syariah dan KPR Konvensional. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan dari setiap jenis KPR yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih.

  1. Hukum Syariah. KPR Syariah: Menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. KPR Konvensional: Tidak menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. Sesuai dengan namanya, KPR Syariah wajib menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. Hal ini menjawab kebutuhan beberapa masyarakat muslim yang ingin menerapkan hukum syariah dalam kehidupan sehari-harinya termasuk transaksi keuangan.
  2. Besar Cicilan Utang. KPR Syariah: Cicilan tetap selama masa KPR. KPR Syariah mengharamkan penerapan bunga di dalam skema transaksinya. Untuk itu, keuntungan bank dihitung dengan mengenakan margin yang jumlahnya disepakati di awal. Sebagai contoh: Bank Syariah menetapkan margin sebesar Rp 100 juta untuk pinjaman KPR syariah sebesar Rp 500 juta selama 10 tahun. Maka cicilan yang dibayarkan tetap selama 10 tahun sebesar Rp5 juta. KPR Konvensional: Cicilan tetap hanya selama beberapa tahun, kemudian berubah menyesuaikan bunga di pasar. KPR Konvensional hanya memberikan fasilitas fixed rate atau bunga tetap selama beberapa tahun umumnya 3- 5 tahun. Sisa tahun berikutnya mengacu pada bunga pasar sehingga cicilan utang berpotensi meningkat apabila bunga di pasar naik.
  3. Lama Pinjaman. KPR Syariah: Maksimum lama pinjaman 15 tahun. KPR Konvensional: Maksimum lama pinjaman 20 tahun. Maksimum lama pinjaman KPR Syariah lebih singkat 5 tahun dibandingkan lama pinjaman KPR konvensional yang mencapai 20 tahun.
  4. Pinalti Pelunasan Dipercepat. KPR Syariah: Tidak membebankan pinalti. KPR Konvensional: Membebankan pinalti. KPR Syariah tidak menerapkan pinalti apabila konsumen berkeinginan untuk mempercepat pelunasan KPR. Hal ini disebabkan karena keuntungan bank sudah ditetapkan di awal melalui margin. Berbeda dengan KPR Konvensional yang keuntungannya diperoleh dari perhitungan bunga, sehingga KPR Konvensional umumnya membebankan pinalti sebesar 5% dari sisa pokok utang.
  5. Denda Keterlambatan Pembayaran Cicilan Utang. KPR Syariah: Beban denda 5%. KPR Konvensional: Beban denda 1%. KPR Konvensional menerapkan kebijakan beban denda keterlambatan pembayaran cicilan utang yang lebih rendah dibandingkan KPR Syariah yaitu sebesar 1%.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s