Tips Mengelola Keuangan Usaha

Bosen nggak sih tiap minggu nunggu weekend hanya untuk quality time dengan keluarga? Hmm.. Kayaknya enak ya kalo tiap hari bareng keluarga?

Sepertinya memiliki usaha sendiri adalah pilihan paling tepat untuk orang-orang yang menginginkan waktu kerja yang fleksibel. Nah, sebelum mulai berusaha yuk simak #TipsFinansial 4 Poin Penting untuk Anda yang ingin memulai usaha.

Punya usaha atau baru memulai usaha start-up? Mulai merasa ternyata passion saja tidak cukup untuk membuat bisnis menguntungkan? Mungkin Anda tidak sendirian.

Saya teringat saat baru memulai bisnis kantor konsultan perencana keuangan 7 tahun silam, hal pertama yang saya lakukan adalah menghitung proyeksi keuangan dan mencari sumber dana untuk memulai bisnis. Setidaknya ada empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan usaha.

  1. Pahami model bisnis. Bagaimana model bisnis yang paling optimal untuk usaha yang baru dibentuk. Setiap usaha memiliki kondisi unik yang menjadikannya punya model bisnis yang berbeda.
  2. Komponen biaya. Mencari tahu apa yang menjadi cost-driver alias penggerak biaya untuk usaha Anda. Gunanya, supaya Anda bisa membedakan biaya apa saja yang sifatnya variabel tergantung banyaknya penjualan dan biaya apa saja yang sifatnya tetap dan pasti terjadi meski tidak ada penjualan.
  3. Teknik mendapat keuntungan. Sistem pembayaran keuntungan untuk pemilik. Sebaiknya menentukan bagaimana pemilik usaha dibayar. Alternatifnya bisa menggunakan sistem gaji bulanan, jika Anda juga terlibat dalam operasional usaha. Apabila usaha masih tergolong baru, sistem komisi atas hasil penjualan juga dapat digunakan. Namun, apabila hanya sebagai pemegang saham tanpa terjum langsung secara aktif dalam operasional, maka umumnya pemilik hanya terima dividen secara berkala dari nilai keuntungan.
  4. Sumber dana untuk memulai usaha. Nah, menentukan sumber dana berbisnis adalah hal pertama yang sebaiknya dipikirkan saat memulai usaha. Apabila menggunakan uang sendiri, seberapa besar uang rumah tangga yang idealnya diinvestasikan kedalam usaha baru. Apabila memilih mencari pinjaman ke Bank, yakinkah arus kas usaha mampu untuk membayar komitmen cicilannya? Lain lagi jika memilih untuk bermitra, bagaimana pembagian keuntungan atau kerugian yang terjadi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s