Arsip Kategori: Gadget

Tesla Model S P100D

Mobil listrik adalah mobil masa depan, keterbatasan bensin atau fosil lama-kelamaan akan habis membuat sebuah inovasi kendaraan dari listrik seperti mobil listrik, motor listrik dan sepeda listrik. Saya suka mengamati inovasi di luar negeri. Mobil listrik terbaru Tesla asal Amerika Serikat belum lama ini ditaksir nilai perusahaannya lebih besar dari Ford. Kebetulan Dahlan Iskan membeli mobil listrik Tesla Model S P100D, saya bisa melihat langsung mobil tersebut di Jawa Pos.

Tesla Model S memang bukan mobil murah. Di negeri Paman Sam, pihak pabrikan bahkan membuat empat tipe untuk model ini yang dapat dipesan calon konsumen; yakni Model S 75, Model S 90D, Model S 100D, dan Model S P100D.

image: bagus gowes

Khusus untuk model terakhir (P100D) diklaim sebagai mobil listrik tercepat saat ini, dan sempat dipamerkan pada ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kendaraan itu dikabarkan mampu melesat dari diam (0 kpj) hingga kecepatan 100 kpj hanya dalam waktu 2,5 detik. Bahkan, menurut Forbes, catatan waktunya bisa lebih cepat lagi, yakni 2,28 detik, sehingga menjadi sedan produksi massal tercepat di dunia.

image: bagus gowes

Catatan waktu itu bahkan lebih cepat dari hypercar Ferrari LaFerrari, Bugatti Veyron, Lamborghini Aventador, atau Porsche 911 Turbo S. Namun saat diuji, sedan berpenggerak empat roda dengan dua mesin listrik itu menggunakan perangkat lunak “Ludicrous + yang belum tersedia di pasaran saat ini.

Total tenaga yang dihasilkan dua mesin listrik itu diklaim Tesla mencapai 761,7 hp dengan torsi maksimal 1.000 Nm. CarsGuide memprediksi tenaganya bisa lebih dari itu.

image: bagus gowes

Mobil ini mengusung baterai berkapasitas 100 kWh dan diklaim bisa menempuh jarak hingga 540 km jika mobil dipacu pada kecepatan rata-rata 100 km/jam. Jarak tempuh bertambah menjadi 658 km jika kecepatan diturunkan menjadi 88,5 km/jam.

Selain kencang, sedan mewah Tesla juga menawarkan fitur seperti sedan mewah kebanyakan. Misalnya sistem audio stereo 7-speaker, trim dari kulit, pelek 19-inci, layar sentuh 17-inci, keyless entry and start, dasbor digital, wiper kaca otomatis, lampu LED, dan konektivitas internet melalui kartu SIM.

image: bagus gowes

Iklan

Review SONY MDR-AS200 Sports Headphone

Mendengarkan musik saat menunggu, berolahraga dan traveling bagi saya adalah kebutuhan. Aktifitas pagi saya adalah berolahraga sendirian, daripada bosan berlari dan bersepeda menghitung kilometer. Saya lebih suka mendengarkan musik penyemangat, agar olahraga lebih menyenangkan. Banyak sekali aplikasi musik gratis di smartphone yang menyediakan playlist/kumpulan lagu sesuai mood yang dibutuhkan saat itu. Tidak perlu lagi mendownload musik dan memasukannya di smartphone.

Selesai dengan aplikasi musik yang menyediakan jutaan musik yang bisa kamu dengar setiap saat. Persoalan kedua, untuk olahraga membutuhkan perangkat headphone atau earphone yang menunjang aktifitas olahraga. Selain dari kualitas suara headphone atau earphone, untuk berolaharga dibutuhkan yang tahan kena air dan keringat. Tahan kena air bukan kuat dimasukkan ke dalam air/kolam renang, tetapi terkena cipratan air atau guyuran air hujan saat berolahraga.

Memilih sport headphone gampang-gampang susah. Pertama pilihan yang beragam, masing-masing pabrikan headphone mengeluarkan tipe sport headphone. Kedua, harga dan kualitas yang bermacam-macam. Contohnya sport headphone yang bluetooth pasti lebih mahal daripada wire headphone. Pengennya beli yang bluetooth, tapi harganya diatas 1 jutaan dan kualitasnya belum tentu bagus. Banyak yang bilang kalau bluetooth, lebih sering dicharge ketahanan batrenya belum bagus.

image: sony

image: sony

Setelah membaca review dan melihat harga yang pas di dompet, akhirnya membeli SONY MDR-AS200. Alasan utama memilih SONY MDR-AS200 karena harganya tidak begitu mahal Rp 279.000, kalau kualitas suaranya tidak begitu bagus ya gak rugi-rugi amat lah, hehe.. Keperuntukan headphone ini memang untuk berolahraga, jadi tidak perlu untuk takut kena keringat dan mengakibatkan lengket setelah pemakaian. Sebelum memakai SONY MDR-AS200 saya memakai earphone bawaan iPhone 6S, awalnya cukup nyaman tapi lama-kelamaan sering terkena keringat tombol volumenya bermasalah.

Saya memilih warna biru, karena warna hitam dan putih terlihat biasa sama dengan headphone bawaan smartphone. Warna birunya juga lebih fresh, enak dilihat saat dipakai dan lebih gaya. Alasan lain dari bentuknya yang lingkaran mengunci telinga, untuk kenyamanan dan keamanan menghindari terjadinya jatuh saat berlari. Desain yang minimalis, terlihat bahwa itu sport headphone.

Sudah 1 bulan saya mencoba SONY MDR-AS200 untuk berlari, jalan kaki dan bersepeda. Untuk kualitas suara cukup bagus, bagian hitam di headphone menutup rapat di telinga. Playlist lagu untuk lari saya selalu memasang lagu EDM dan POP, asik tidak pecah dan liriknya masih terdengar. SONY mendesain MDR-AS200 ini dengan gaya clip-on membentuk vertikal di telinga untuk segala ukuran. Karet yang lentur bisa dipaskan sebelum dipakai. Jangan khawatir tertukar antara kanan dan kiri, karena tidak bisa dipasang di telingan jika tertukar kanan dan kiri.

Terakhir, keunggulan dari SONY MDR-AS200 ini yaitu di kabelnya. Walaupun panjang, SONY mengembangkan teknologi kabel bergerigi untuk mengurangi kusut pada kabel. Saya puas memakai SONY MDR-AS200 ini. Buat pertimbangan SONY ke depan agar memberikan semacam kemasan agar headphone ini mudah dibawa-bawa saat olahraga maupun travelling. Ukuran dan desainnya sangat minimalis untuk dibawa-bawa. Buat teman-teman yang ingin melihat spesifikasi lengkapnya bisa buka disini.

image: sony

image: sony