Tesla Model S P100D

Mobil listrik adalah mobil masa depan, keterbatasan bensin atau fosil lama-kelamaan akan habis membuat sebuah inovasi kendaraan dari listrik seperti mobil listrik, motor listrik dan sepeda listrik. Saya suka mengamati inovasi di luar negeri. Mobil listrik terbaru Tesla asal Amerika Serikat belum lama ini ditaksir nilai perusahaannya lebih besar dari Ford. Kebetulan Dahlan Iskan membeli mobil listrik Tesla Model S P100D, saya bisa melihat langsung mobil tersebut di Jawa Pos.

Tesla Model S memang bukan mobil murah. Di negeri Paman Sam, pihak pabrikan bahkan membuat empat tipe untuk model ini yang dapat dipesan calon konsumen; yakni Model S 75, Model S 90D, Model S 100D, dan Model S P100D.

image: bagus gowes

Khusus untuk model terakhir (P100D) diklaim sebagai mobil listrik tercepat saat ini, dan sempat dipamerkan pada ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kendaraan itu dikabarkan mampu melesat dari diam (0 kpj) hingga kecepatan 100 kpj hanya dalam waktu 2,5 detik. Bahkan, menurut Forbes, catatan waktunya bisa lebih cepat lagi, yakni 2,28 detik, sehingga menjadi sedan produksi massal tercepat di dunia.

image: bagus gowes

Catatan waktu itu bahkan lebih cepat dari hypercar Ferrari LaFerrari, Bugatti Veyron, Lamborghini Aventador, atau Porsche 911 Turbo S. Namun saat diuji, sedan berpenggerak empat roda dengan dua mesin listrik itu menggunakan perangkat lunak “Ludicrous + yang belum tersedia di pasaran saat ini.

Total tenaga yang dihasilkan dua mesin listrik itu diklaim Tesla mencapai 761,7 hp dengan torsi maksimal 1.000 Nm. CarsGuide memprediksi tenaganya bisa lebih dari itu.

image: bagus gowes

Mobil ini mengusung baterai berkapasitas 100 kWh dan diklaim bisa menempuh jarak hingga 540 km jika mobil dipacu pada kecepatan rata-rata 100 km/jam. Jarak tempuh bertambah menjadi 658 km jika kecepatan diturunkan menjadi 88,5 km/jam.

Selain kencang, sedan mewah Tesla juga menawarkan fitur seperti sedan mewah kebanyakan. Misalnya sistem audio stereo 7-speaker, trim dari kulit, pelek 19-inci, layar sentuh 17-inci, keyless entry and start, dasbor digital, wiper kaca otomatis, lampu LED, dan konektivitas internet melalui kartu SIM.

image: bagus gowes

Bersihin Karang Gigi di RSGM FKG UMY

Sudah hampir 1 tahun saya tidak pernah ke doktor gigi untuk scaling atau bersihin karang gigi. Diingatkan istri  untuk ke dokter gigi membersihkan karang gigi dan menambal gigi yang berlobang. Mumpung sedang di Jogja, saya tahu tempat membersihkan karang gigi yang murah, hehe.. Jum’at (28/4) saya niatkan untuk datang ke RSGM FKG UMY di Wirobrajan, Kota Jogja.

Dulu saya sering ke dokter gigi minimal 1 tahun sekali, karena banyak teman yang sedang koas di RSGM FKG UMY sekedar bersihin karang gigi atau menambal gigi. Setelah teman-teman sudah lulus dan pindah kota, saya jarang mengunjungi dokter gigi lagi. Berasa karang giginya tidak ada setiap melihat di kaca, ternyata karang giginya menempel di sela-sela gigi.

Saya datang ke RSGM FKG UMY pukul 09:00 WIB langsung menuju meja pendaftaran di lantai 3, ditanya sebelumnya sudah pernah berobat di RSGM UMY? Saya bilang sudah, langsung dicarikan map bertuliskan nama saya. RSGM FKG UMY adalah rumah sakit pendidikan gigi dan mulut, jadi yang menangani semua permasalahan gigi adalah mahasiswa koas yang sebentar lagi mau lulus.

Setelah bagian pendaftaran menemukan map yang berisi dokumen berobat, saya dipersilahkan menunggu untuk penanganan dokter. Tidak sampai 10 menit saya ditemui calon dokter bernama Nadya, saya diajak ke ruangan praktek yang berisi semua mahasiswa yang sedang belajar, bekerja dan berdiskusi dengan pasien dan dosennya.

Sebelum penanganan membersihkan karang gigi saya ditanya keluhan yang selama ini dialami, apakah berdarah saat menggosok gigi? Apakah linu untuk mengunyah di gigi gerahamnya? Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, dilanjutkan untuk mengecek satu per satu kondisi gigi dan melihat bagian mana yang ada karang giginya.

Karena ditangani calon dokter yang sedang koas, semua penanganan harus dilaporkan dulu ke dosen perlu waktu yang cukup lama setelah melihat kondisi gigi. Dosen yang bertugas di hari itu hanya ada 1 dan dibutuhkan banyak calon dokter yang sedang menangani pasien. 10 menit menunggu dosen datang dan langsung dilakukan penanganan bersih karang gigi.

Sudah cukup lama tidak membersihkan karang gigi, terasa sakit hampir mau nangis.. Banyak karang gigi yang menyelip di sela-sela gigi yang lokasinya di gigi geraham. Kata dokter gigi yang sebelah kiri jarang dipakai makan/mengunyah, jadi banyak karang gigi yang menempel. Seandainya makan dipakai semua gigi geraham kanan dan kiri, akan mengurangi karang gigi. Fungsi makanan juga membersihkan karang gigi.

Perkiraan waktu 1 jam yaitu 09:00 – 10:00 untuk membersihkan karang gigi, ternyata selesai 11:30 WIB hampir masuk Sholat Jum’at. Alhamdulillah gigi bersih kembali, mungkin kembali 6 bulan lagi setelah ini sekitar bulan Desember 2017. Tarif scaling di RSGM FKG UMY cukup terjangkau, hanya Rp 50.000,- Kalau di dokter gigi yang sudah membuka praktik, mungkin berkisar harga 100.000,- ke atas.

Tips Mempersiapkan Dana Pensiun

Setiap orang pasti akan memasuki masa pensiun. Berbagai impian pun mungkin disusun untuk pensiun. Ada yang sederhana seperti mampu beli makan dan minum hingga impian untuk bisa berkelana ke berbagai destinasi wisata tanpa khawatir dengan biaya hidup bulanan. Apa pun keinginan Anda, perencanaan dana pensiun menjadi hal mutlak untuk dijalankan. Ada beberapa aspek yang sebaiknya dipertimbangkan dalam perencanaan ini.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh sebuah lembaga keuangan di Amerika Serikat, ada empat indikator kunci yang dapat membantu Anda menetapkan apa, berapa, dan bagaimana strategi untuk mengakumulasi sumber penghasilan untuk masa pensiun kelak. Empat indikator tersebut adalah persentase alokasi penghasilan yang disisihkan, jumlah faktor pengali penghasilan, jumlah kebutuhan pendanaan di masa pensiun, dan tingkat penarikan aset investasi di masa pensiun. Keempat indikator kunci tersebut akan terus berubah bilamana Anda merubah target usia pensiun.

Dengan demikian, semakin tua target usia pensiun (misalnya sebelumnya 55 tahun lalu bergeser menjadi 65 tahun), maka akan semakin kecil nilai keempat indikator kunci tersebut. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai persentase alokasi penghasilan untuk pensiun. Secara umum, setiap orang sebaiknya menyisihkan 15% dari penghasilannya untuk mendanai pensiunnya kelak. Misalnya, penghasilan Anda saat ini sebesar Rp10 juta, maka idealnya Rp1.5 juta setiap bulan disisihkan untuk tabungan pensiun. Dengan kebutuhan biaya hidup belum lagi cicilan pinjaman, apakah sepertinya mustahil untuk mencapai persentase alokasi tersebut?

Alokasi 15% dari penghasilan merupakan panduan umum. Tentu saja persentase untuk setiap orang dapat bervariasi. Namun, bagi Anda yang berstatus karyawan, hal ini mungkin saja tercapai tanpa sadar. Apabila Anda menjadi anggota program Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan, maka secara otomatis 5.7% dari gaji pokok setidaknya berhasil disisihkan. Terlebih lagi apabila perusahaan tempat bekerja juga memberikan program dana pensiun (umumnya dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan), maka setidaknya 3% dari gaji pokok juga berhasil disisihkan. Dengan demikian, secara pribadi, Anda hanya perlu menutup kekurangan investasi sebesar 6.3% dari penghasilan.

Selain menyisihkan setidaknya 15% dari penghasilan untuk kebutuhan pensiun, ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan sejak hari ini.

  1. Memulai sedari dini. Jika ada satu nasehat investasi yang yang harusnya diberikan kepada setiap orang yang baru mendapatkan penghasilan, maka tipsnya adalah “start early”. Semakin dini Anda berinvestasi, maka semakin panjang juga durasi investasi yang dimiliki. Sehingga, apabila terjadi naik-turunnya pasar pun, Anda masih punya waktu untuk menunggu keadaaan menjadi lebih baik.
  2. Semakin panjang durasi investasi maka produk yang lebih memberikan hasil tinggi sebaiknya dipilih. Sebagai contoh, apabila saat ini Anda berusia 30 tahun, maka menggunakan tabungan biasa untuk pensiun akan memberikan hasil yang lebih sedikit daripada menggunakan produk investasi seperti reksa dana campuran. Apabila Anda masih belum nyaman dengan produk keuangan dari pasar modal, maka tipsnya adalah memulai dengan jumlah yang sedikit. Beberapa waktu kemudian Anda akan menjadi seorang investor yang lebih berpengalaman, sehingga dapat menambah variasi jenis aset investasi untuk dana pensiun.
  3. Mengambil manfaat dari pemberi kerja. Jika Anda adalah seorang karyawan, ikut serta dalam berbagai program untuk hari tua adalah keputusan yang bijak. Terlebih ada manfaat perpajakan yang menguntungkan bagi setiap keluarga. Jika perusahaan tempat bekerja memiliki program dengan sistem matching contribution, suatu program dimana perusahaan akan menambah kontribusi iuran investasi yang ekuivalen dengan iuran investasi karyawan, mengikuti program adalah hal yang cerdas.
  4. Menambah 1% persentase setiap tahunnya. Apabila saat ini Anda baru sanggup untuk mengalokasikan 2% dari penghasilan untuk dana pensiun, maka menambah 1% setiap tahun akan berdampak besar untuk 10 tahun mendatang. Secara matematis, apabila Anda memulai investasi sejak usia 20an, maka menambah porsi investasi 1% dari penghasilan per tahun akan menambah saldo aset kekayaan pensiun Anda setidaknya 3% di masa mendatang.
  5. Evaluasi aset investasi secara berkala. Saat tulisan ini dibuat, salah satu reksa dana saham yang saya miliki berhasil memberikan imbal hasil hingga 9% selama 2 bulan. Dengan disiplin melakukan evaluasi aset secara berkala, maka proses realokasi aset investasi untuk memberikan hasil yang optimal dapat dilakukan. Perencanaan keuangan tidak menjanjikan seseorang menjadi kaya raya dalam waktu singkat. Perencanaan keuangan akan memberikan kenyamanan karena keuangan seseorang akan lebih terarah untuk mencapai kesejahteraan yang diinginkan.

Anda mungkin tidak dapat secara konsisten mempertahankan alokasi 15% dari penghasilan untuk investasi dana pensiun karena perubahan situasi dalam kehidupan. Kelahiran anak baru, kebutuhan kesehatan orang tua, situasi usaha yang menurun, mau pun berbagai kebutuhan lain mungkin saja menyita porsi penghasilan saat ini. Namun, perencanaan untuk kehidupan Anda di masa depan juga sebaiknya tetap mendapatkan porsi prioritas. Selamat berinvestasi untuk hari tua nanti.

Tips Beramal dengan Cerdas

Selain berinvestasi di dunia, kita juga harus ingat investasi di akhirat. Salah satu caranya adalah dengan beramal. Apabila Anda sudah berpenghasilan, beramal pasti akan membuat hidup Anda lebih nyaman.

Bagaimana cara beramal dengan cerdas? Simak tips berikut ini yuk!

  1. Dahulukan yang wajib. Zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan apabila menenuhi persyaratan seperti mencapai nilai nishab. Sedangkan, sedekah adalah perbuatan amal yang tidak memiliki batasan dan tidak ada aturan khususnya.
  2. Buat perencanaan. Untuk zakat profesi, usahakan disisihkan setiap bulan, meski pembayaran bisa saja dilakukan secara tahunan. Sedangkan, untuk zakat harta, sebaiknya diambil dari tabungan.
  3. Tidak berutang. Bila penghasilan atau harta tidak mencapai nishab, maka zakat tidak wajib ditunaikan. Jika kemampuan finansial terbatas, beramallah dengan kemampuan yang Anda miliki.
  4. Bayarkan lewat badan resmi. Khusus zakat harta, ada 8 golongan yang memang ditetapkan berhak untuk menerima. Bagi Anda yang ingin menunaikan zakat, sebaiknya membayar lewat badan amil yang resmi. Bahkan, jika Anda membayar lewat Baznas misalnya, pembayaran zakat bisa jadi komponen pengurang pajak penghasilan.

Tips Memilih Asuransi Syariah

Kemarin Selasa (18/4) saya menonton Kompas TV sedang membahas tips memilih asuransi syariah dengan narasumber Prita Ghozie. Asuransi di agama Islam masih pro dan kontra. Saya tertarik dengan asuransi syariah, karena hal yang baru dan mungkin bisa ditelaah lebih dalam. Berikut tips memilih asuransi syariah oleh Prita Ghozie:

  1. Ketahui kebutuhan, jangan sampai salah pilih produk. Asuransi memiliki banyak pilihan produk, seperti Asuransi Jiwa, Kesehatan, Kecelakaan dan Pendidikan. Pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan anda. Mintalah pendapat saudara, sahabat, atau agen asuransi yang dipercaya.
  2. Cari referensi dan tentukan produk perusahaan Asuransi Syariah yang ingin diambil. Ketika memilih perusahaan asuransi pelajarilah lama berdiri dan kualitas pelayanan dari perusahaan asuransi tersebut. Pelajari berapa lama perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Asuransi Syariah. Pelajari juga bagaimana pelayanan perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim, apakah ada kendala atau tidak.
  3. Pastikan adanya izin Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertujuan mengatur, mengawasi dan menjamin produk Asuransi Syariah yang ditawarkan benar-benar merupakan produk halal.
  4. Pelajari detil akad Asuransi Syariah yang dibuat. Isi akad Asuransi Syariah memegang peranan utama menyangkut status premi polis asuransi. Dalam akad Asuransi Syariah, tidak ada dana hangus untuk asuransi jiwa. Jika nasabah tidak dapat memperpanjang preminya, maka dana premi yang dibayarkan mulai awal ikut asuransi masih tetap ada.
  5. Pelajari dan pahami ilustrasi yang diberikan. Perhatikan betul-betul setiap detail ilustrasi yang dijelaskan oleh agen asuransi, agar anda paham. Jangan mudah tergiur dengan tawaran tinggi yang tidak wajar, seperti tawaran yang jauh di atas keuntungan bank syariah pada umumnya. Cermati asumsi-asumsi yang terdapat di setiap lembar ilustrasi dan sikapi secara bijaksana.
  6. Sesuaikan antara kebutuhan asuransi dengan manfaatnya. Dengan mengetahui jenis asuransi beserta manfaatnya, anda akan lebih mudah menentukan jenis asuransi yang sesuai. Misalnya, anda membeli produk Asuransi Kematian, maka anda tak akan mendapatkan ganti rugi bila hanya sakit atau luka-luka.
  7. Bandingkan dan cari tarif premi paling hemat dari produk Asuransi Syariah. Pilihlah tarif premi yang wajar dan cukup kompetitif, namun bukan yang murahan. Anda harus waspada dengan premi asuransi yang terlampau murah sangat jauh di bawah tarif premi Asuransi Syariah pada umumnya.
  8. Memilih agen Asuransi Syariah. Agen Asuransi yang resmi dan profesional, pasti menjadi anggota AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) serta mempunyai nomor keanggotaan. Pastikan pelayanan yang Anda dapatkan merupakan pelayanan yang terbaik, karena Anda membeli produk asuransi tersebut untuk jangka panjang.
  9. Coba cari tahu sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah. Sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah berdasarkan Al-Quran dan Hadist dengan sistem dan prinsip Al-Mudharabah yg diajarkan agama Islam. Sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah halal dan dapat diterima semua kalangan baik kaum muslim maupun non-muslim. Jadi dengan mengetahui sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah akan memberikan ketenangan bagi nasabah.

Tips Mengelola Keuangan Usaha

Bosen nggak sih tiap minggu nunggu weekend hanya untuk quality time dengan keluarga? Hmm.. Kayaknya enak ya kalo tiap hari bareng keluarga?

Sepertinya memiliki usaha sendiri adalah pilihan paling tepat untuk orang-orang yang menginginkan waktu kerja yang fleksibel. Nah, sebelum mulai berusaha yuk simak #TipsFinansial 4 Poin Penting untuk Anda yang ingin memulai usaha.

Punya usaha atau baru memulai usaha start-up? Mulai merasa ternyata passion saja tidak cukup untuk membuat bisnis menguntungkan? Mungkin Anda tidak sendirian.

Saya teringat saat baru memulai bisnis kantor konsultan perencana keuangan 7 tahun silam, hal pertama yang saya lakukan adalah menghitung proyeksi keuangan dan mencari sumber dana untuk memulai bisnis. Setidaknya ada empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan usaha.

  1. Pahami model bisnis. Bagaimana model bisnis yang paling optimal untuk usaha yang baru dibentuk. Setiap usaha memiliki kondisi unik yang menjadikannya punya model bisnis yang berbeda.
  2. Komponen biaya. Mencari tahu apa yang menjadi cost-driver alias penggerak biaya untuk usaha Anda. Gunanya, supaya Anda bisa membedakan biaya apa saja yang sifatnya variabel tergantung banyaknya penjualan dan biaya apa saja yang sifatnya tetap dan pasti terjadi meski tidak ada penjualan.
  3. Teknik mendapat keuntungan. Sistem pembayaran keuntungan untuk pemilik. Sebaiknya menentukan bagaimana pemilik usaha dibayar. Alternatifnya bisa menggunakan sistem gaji bulanan, jika Anda juga terlibat dalam operasional usaha. Apabila usaha masih tergolong baru, sistem komisi atas hasil penjualan juga dapat digunakan. Namun, apabila hanya sebagai pemegang saham tanpa terjum langsung secara aktif dalam operasional, maka umumnya pemilik hanya terima dividen secara berkala dari nilai keuntungan.
  4. Sumber dana untuk memulai usaha. Nah, menentukan sumber dana berbisnis adalah hal pertama yang sebaiknya dipikirkan saat memulai usaha. Apabila menggunakan uang sendiri, seberapa besar uang rumah tangga yang idealnya diinvestasikan kedalam usaha baru. Apabila memilih mencari pinjaman ke Bank, yakinkah arus kas usaha mampu untuk membayar komitmen cicilannya? Lain lagi jika memilih untuk bermitra, bagaimana pembagian keuntungan atau kerugian yang terjadi.

Tips Investasi Mata Uang Asing

Mungkin Anda memikirkan investasi dalam mata uang asing. Hmm… Sebelum berinvestasi mata uang asing, yuk simak dulu tips investasi mata uang asing ini. Investasi untuk mencapai tujuan keuangan mulai banyak dilakukan oleh keluarga di Indonesia. Selain berinvestasi dalam produk keuangan berbasis Rupiah, Anda juga memiliki pilihan tuk berinvestasi dalam mata uang asing.

Mata uang asing yang jadi alternatif investasi umumnya adalah dolar Amerika, dolar Singapura, dolar Australia, dan Euro. Bagaimana dengan Anda, apa mata uang asing yang Anda ingin jadikan investasi? Pilihan produk keuangan dalam mata uang yang tersedia saat ini untuk kebutuhan jangka pendek adalah tabungan dan deposito.

Sedangkan, untuk kebutuhan dalam jangka yang lebih panjang adalah reksa dana pendapatan tetap berbasis dolar. Serta porsi unit-link dalam asuransi yang berbasis mata uang asing. Selain itu, kita juga disodorkan pilihan spekulasi berisiko tinggi seperti trading produk derivatif mata uang asing.

Setiap produk investasi pasti memiliki risiko dan menjanjikan potensi keuntungan. Dalam hal investasi mata uang asing, keuntungan bisa diperoleh dari hasil investasi. Dan juga dari selisih kurs dengan rupiah saat membeli dengan menjual. Sebagai contoh, saat tahun 1998 lampau, kurs IDR2.000/USD tiba-tiba melonjak menjadi hampir IDR20.000/USD. Artinya, jika seseorang memiliki tabungan USD100, yang semula modalnya hanya Rp200.000 akan melonjak menjadi Rp2.000.000!

Namun, pahami juga bahwa nilai kurs sangat bergantung pada kondisi makro- ekonomi. Sehingga, sebagai awam, akan lebih sulit untuk memperkirakan potensi keuntungan di masa depan. Terlebih kurs juga bisa turun, sehingga jika Anda mengharapkan keuntungan karena kurs akan terus naik. Maka risikonya kondisi tersebut belum tentu terwujud.

Perdagangan mata uang asing tak disarankan untuk Anda yang tidak punya dana lebih karena praktik ini termasuk berspekulasi. Setelah mempertimbangkan plus minusnya, selanjutnya adalah memahami kebutuhan untuk memiliki investasi dalam mata uang asing. Berikut 3 Kondisi yang bisa dijadikan acuan Anda bahwa investasi mata uang asing adalah pilihan yang tepat.

  1. Kebutuhan biaya hidup. Jika penghasilan dan pengeluaran rumah tangga mayoritas dengan mata uang asing, maka harus memiliki tabungan mata uang tersebut. Terutama untuk keluarga yang memiliki rumah tangga di luar negeri karena bekerja/sekolah, pun pasangan yang bekerja di negara lain.
  2. Dana pendidikan anak. Jika anak bersekolah di luar negeri, maka menyimpan dan berinvestasi dalam mata uang asing menjadi suatu hal yang disarankan. Untuk menghindari konversi ganda, sebaiknya Anda langsung berinvestasi di mata uang asing untuk negara yang menjadi tujuan sekolah. Jangan mengambil risiko adanya faktor perbedaan kurs yang dapat mengancam kelanjutan pendidikan anak. Begitupun jika Anda berencana menyekolahkan anak diluar negeri dalam 5 tahun mendatang. Investasilah dalam mata uang asing.
  3. Gaya hidup dengan barang impor. Anda gemar membeli barang impor seperti gadget atau peralatan olah raga impor? Tak ada salahnya menabung mata uang asing. Buatlah perencanaan pada bulan-bulan apa saja Anda membutuhkan mata uang asing tersebut. Maka, tabunglah dengan membeli mata uang asing secara bertahap setiap bulannya hingga dana tersebut siap digunakan.

Jadi, sudahkah Anda memutuskan perlu atau tidaknya menabung ataupun berinvestasi mata uang asing?

Tips Menyiapkan Dana Darurat

Dalam perencanaan keuangan, dana darurat adalah aspek penting yang harus disiapkan oleh semua orang. Sesuai namanya, dana darurat adalah suatu dana terpisah yang khusus disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti terjadinya PHK dari pencari nafkah, kebutuhan biaya karena sakit, biaya bantuan untuk keluarga, dan lain-lain.

Dalam menyiapkan dana darurat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Dana darurat harus dipisah dari rekening, instrumen investasi ataupun tabungan jangka pendek yang dimaksudkan untuk pemenuhan tujuan keuangan jangka pendek.
  2. Dana darurat harus mudah diambil kapan saja dan dimana saja. Untuk itu, rekening tabungan dengan kartu ATM merupakan pilihan terbaik.
  3. Dana darurat harus ditempatkan di instrumen yang aman, dalam arti memiliki risiko fluktuasi dan risiko default yang rendah.

Hasil investasi yang tinggi merupakan hal penting, namun bukan merupakan pertimbangan utama dalam memilih instrumen untuk penyimpanan dana darurat. Walaupun tabungan adalah produk terbaik untuk penempatan dana darurat, dengan mempertimbangkan imbal hasil yang kecil, Anda dapat juga menempatkan sebagian dana tersebut di instrumen likuid lain dengan imbal hasil lebih tinggi seperti deposito, reksadana pasar uang, ataupun logam mulia dengan proporsi yang sesuai dengan proyeksi tingkat risiko pribadi Anda.

5 Tips Agar Keuangan Sehat

Sebagai laki-laki, saya tentu saja sangat suka berbelanja. Namun, saya menolak untuk tekor setiap bulan hanya karena memenuhi hasrat untuk keinginan. Hal yang sangat membantu adalah memiliki anggaran setiap bulan untuk pemasukan uang dan pengeluaran uang.

Setiap bulan, alokasikan penghasilan Anda untuk pos pengeluaran seperti berikut ini.

  1. Zakat. Sebagian dari harta kita adalah milik orang lain. Dalam Islam, telah diatur bahwa ada zakat maal, zakat fitrah, dan juga zakat profesi. Kecuali zakat fitrah, nilainya adalah 2.5% dari penghasilan maupun nominal aset yang sudah terhitung harus dikeluarkan zakatnya.
  2. Bayar pinjaman. Dalam pengelolaan keuangan secara syariah, tujuan Anda meminjam dan bagaimana kemampuan Anda untuk bayar pinjaman itu menjadi satu hal penting. Itu sebabnya, utang kartu kredit bisa jadi agak menyesatkan, karena tujuan minjamnya itu tidak bisa dikontrol oleh pemilik dana. Apalagi utang ini tanpa agunan, sangat mengerikan jika ternyata Anda tidak mampu bayar, karena tidak ada aset yang bisa dilikuidasi untuk menutup saldo pinjaman. Ingat lho, pinjaman ini bisa diwariskan kepada anak-anak kita yang pastinya akan membuat hidup mereka semakin sulit.
  3. Dana Darurat. We really never know what’s gonna happen next. Karena takdir adalah milik Allah SWT semata, yang bisa kita lakukan adalah menyisihkan penghasilan untuk masa-masa sulit.
  4. Belanja. Yeayyy.. item nomer empat ini pastinya jadi favorit saya. Belanja untuk keperluan rutin bulanan memang harus bisa dibayar pakai uang penghasilan sendiri. Bukan uang dari pinjaman dana tunai, atau uang orang tua.
  5. Menabung & Investasi. Saya selalu menganggap mengeluarkan uang untuk menabung dan investasi sama saja dengan berbelanja produk-produk keuangan. Pentingnya berinvestasi sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Uang sisa Rp. 100.000 jika tidak diinvestasikan, pasti akan habis juga kan? Dan sayangnya, tidak jadi apa-apa.

Agar anggaran setiap bulan dapat berjalan sesuai rencana, maka usahakan untuk melakukan alokasi di awal bulan. Metode untuk pengelolaan uang dapat menggunakan bantuan beberapa rekening dalam bentuk kartu ATM sekaligus kartu debit dan kartu uang elektronik. Usahakan untuk disiplin dalam pengaturan uang, agar rencana yang telah disusun dapat tercapai.

Tips Memilih KPR Konvensional atau Syariah

Ada yang punya rencana membeli rumah? Enak kali ya long weekend sambil cari calon hunian baru di kota idaman. Selain membeli tunai, anda juga punya opsi untuk membeli dengan bantuan pinjaman atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Secara umum terdapat 2 fasilitas KPR yang bisa dipilih masyarakat Indonesia yaitu KPR Syariah dan KPR Konvensional. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan dari setiap jenis KPR yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih.

  1. Hukum Syariah. KPR Syariah: Menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. KPR Konvensional: Tidak menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. Sesuai dengan namanya, KPR Syariah wajib menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. Hal ini menjawab kebutuhan beberapa masyarakat muslim yang ingin menerapkan hukum syariah dalam kehidupan sehari-harinya termasuk transaksi keuangan.
  2. Besar Cicilan Utang. KPR Syariah: Cicilan tetap selama masa KPR. KPR Syariah mengharamkan penerapan bunga di dalam skema transaksinya. Untuk itu, keuntungan bank dihitung dengan mengenakan margin yang jumlahnya disepakati di awal. Sebagai contoh: Bank Syariah menetapkan margin sebesar Rp 100 juta untuk pinjaman KPR syariah sebesar Rp 500 juta selama 10 tahun. Maka cicilan yang dibayarkan tetap selama 10 tahun sebesar Rp5 juta. KPR Konvensional: Cicilan tetap hanya selama beberapa tahun, kemudian berubah menyesuaikan bunga di pasar. KPR Konvensional hanya memberikan fasilitas fixed rate atau bunga tetap selama beberapa tahun umumnya 3- 5 tahun. Sisa tahun berikutnya mengacu pada bunga pasar sehingga cicilan utang berpotensi meningkat apabila bunga di pasar naik.
  3. Lama Pinjaman. KPR Syariah: Maksimum lama pinjaman 15 tahun. KPR Konvensional: Maksimum lama pinjaman 20 tahun. Maksimum lama pinjaman KPR Syariah lebih singkat 5 tahun dibandingkan lama pinjaman KPR konvensional yang mencapai 20 tahun.
  4. Pinalti Pelunasan Dipercepat. KPR Syariah: Tidak membebankan pinalti. KPR Konvensional: Membebankan pinalti. KPR Syariah tidak menerapkan pinalti apabila konsumen berkeinginan untuk mempercepat pelunasan KPR. Hal ini disebabkan karena keuntungan bank sudah ditetapkan di awal melalui margin. Berbeda dengan KPR Konvensional yang keuntungannya diperoleh dari perhitungan bunga, sehingga KPR Konvensional umumnya membebankan pinalti sebesar 5% dari sisa pokok utang.
  5. Denda Keterlambatan Pembayaran Cicilan Utang. KPR Syariah: Beban denda 5%. KPR Konvensional: Beban denda 1%. KPR Konvensional menerapkan kebijakan beban denda keterlambatan pembayaran cicilan utang yang lebih rendah dibandingkan KPR Syariah yaitu sebesar 1%.