Arsip Kategori: Travel

Kereta Api dari Surabaya ke Malang

Besok Minggu (17/9) saya dan Tika akan ke Malang untuk mengunjungi adik yang sedang sekolah menengah pertama di Pondok Pesantren Al Rifa’i Gondanglegi Malang. Mengunjungi adik di Gondanglegi Malang menjadi rutinitas 2 minggu sekali, karena belum merasa nyaman tinggal di pondok pesantren. Biasanya kami sekeluarga: Ayah, Ibu, saya dan Tika menggunakan mobil pribadi ke Gondanglegi Malang, tapi minggu ini Ibu masuk kuliah Sabtu – Minggu dan Ayah bertugas mengantarnya.

Biar jadwal dan bagi tugasnya enak saya dan Tika yang akan berangkat ke Malang menemui adik tanpa Ayah dan Ibu. Saya langsung mengambil pilihan transportasi umum yaitu kereta api, karena nyaman dan tepat waktu. Kereta api dari Surabaya ke Malang banyak pilihannya, mau naik kereta api ekonomi, bisnis dan eksekutif. Jarak Surabaya ke Malang tidak begitu jauh, menggunakan kendaraan pribadi hanya memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalan yang normal. Kereta api dari Surabaya ke Malang ada kereta lokal yang hemat dan ekonomis yaitu Kereta Penataran Dhoho dan Kereta Tumapel, kelasnya eknomi dan cukup membayar Rp 12.000.

Semua kereta api lokal tidak bisa beli tiketnya secara online, calon penumpang harus membeli di stasiun terdekat atau stasiun keberangkatan. Hari itu saya langsung menuju Stasiun Wonokromo untuk menanyakan ketersediaan tiket Kereta Penataran Dhoho dan Tumapel. Saya langsung menuju customer service di Stasiun Wonokromo, kebetulan cuma 10 menit bersepeda dari rumah. Sampai di Stasiun Wonokromo customer service yang sekaligus satpam menginfokan tiketnya masih ada tapi tanpa tempat duduk.

Saya dan Tika pernah naik kereta api ekonomi Penataran Dhoho tanpa tempat duduk. Saya kira di beberapa stasiun ada penumpang yang turun dan digantikan penumpang yang tanpa tempat duduk, ternyata rata-rata penumpang turun di Stasiun Malang. Capek dan nyesel membeli tiket kereta api tanpa tempat duduk ini. Akhirnya kami memutuskan untuk naik bus umum untuk keberangkatan besok Minggu. Bus umum Surabaya ke Malang dan sebaliknya tiap 30 menit selalu ada. Bus umum patas Surabaya ke Malang tarifnya Rp 25.000, cukup murah dengan perjalanan 2 – 2,5 jam. Buat yang ingin mencoba naik kereta api dari Surabaya ke Malang, berikut jadwal keretanya:

Kereta Api Ekonomi:

  1. Kereta Penataran Dhoho. Pukul 04:50, Pukul 07:49, Pukul 11:45. Tarif Rp 12.000,-
  2. Kereta Penataran. Pukul 17:50. Tarif Rp 12.000,-
  3. Kereta Tumapel. Pukul 19:59. Tarif Rp 10.000,-
  4. Kereta Jayabaya. Pukul 00:45. Tarif Rp 35.000,-

Kereta Api Bisnis:

  1. Mutiara Selatan. Pukul 07:20. Tarif Rp 45.000,-

Kereta Api Executive

  1. Bima. Pukul 06:20. Tarif Rp 60.000,-
  2. Mutiara Selatan. Tarif Rp 60.000,-
Iklan

Wisata Gili Ketapang Probolinggo

Ada yang tahu Wisata Gili Ketapang Probolinggo? Awalnya saya juga tidak tahu lokasi Gili Ketapang, ternyata lokasinya dekat dari Surabaya yaitu Probolinggo. Mencari informasi menuju Probolinggo bisa naik bus umum, kereta api dan kendaraan bermotor. Saya sedikit anti naik bus umum, karena lama dan capai di perjalanan. Alhamdulillah ada kereta api ekonomi Probowangi Surabaya – Probolinggo, cukup membayar Rp 29.000/orang dengan durasi perjalanan 2 jam.

Saya langsung memesan tiket kereta api ekonomi Probowangi untuk pulang pergi bersama istri Atiqoh Hasan. Beruntung, keberangkatan kereta api ekonomi Probowangi bisa berangkat dari Stasiun Wonokromo Surabaya, rumah kami cukup dekat dengan Stasiun Wonokromo dibanding Stasiun Gubeng. Persoalan kedua, jadwal keberangkatan kereta api ekonomi Probowangi sangat pagi 04:35 WIB sampai di Stasiun Probolinggo 06:35 WIB. Setelah sholat subuh, kami langsung tancap gas ke Stasiun Wonokromo.

Pukul 04:20 WIB kami sampai di Stasiun Wonokromo, saya langsung masuk parkiran motor dan Atiqoh menuju komputer check in kereta api untuk print tiket. Tiket kereta api ekonomi Probowangi kami beli lewat Traveloka. Kami langsung ke pintu masuk Stasiun Wonokromo dengan menunjukan kartu tanda penduduk dan tiket kereta api ekonomi Probowangi. Suasana pagi itu cukup ramai orang yang menunggu, mungkin ada kereta api lain selain kereta api ekonomi Probowangi.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Perjalanan 2 jam di kereta api ekonomi Probowangi cukup nyaman. Kereta api sekarang sudah dilengkapi air conditioner di setiap gerbong. Kami habiskan dengan membaca buku dan sesekali waktu melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. Masih banyak sawah hijau dan sungai yang mengalir. Pagi itu kami belum sarapan, Atiqoh sudah menyiapkan sedikit buah anggur dan kelengkeng untuk teman perjalanan. Sepanjang perjalanan tidak ada petugas yang menawarkan makanan ringan di dalam kereta api.

Akhirnya sampai juga di Probolinggo tepat pukul 06:35 WIB. Kereta api Probowangi yang kami pilih berakhir di Stasiun Banyuwangi Baru, Kota Banyuwangi. Setelah kami turun ada yang melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Kami langsung turun dan keluar dari Stasiun Probolinggo, penasaran dengan kotanya. Ternyata di pagi hari itu ada semacam pasar tumpah di depan Stasiun Probolinggo, bahasa kerennya car free day. Kami jalan-jalan di pasar tumpah sambil mencoba bubur kacang hijau, rasanya enak.

Setelah kenyang menyantap bubur kacang hijau, kami langsung membuka Google Map menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pelabuhan Tanjung Tembaga merupakan jalur utama menuju Gili Ketapang Island. Tidak begitu jauh dari tempat makan bubur kacang hijau tadi ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, hanya 1 kilometer dan kami sepakat untuk jalan kaki sambil menikmati Kota Probolinggo. Di perjalanan kami sempat kesasar, salah membaca Google Map. Tapi menemukan hal yang unik yaitu wisuda anak-anak SD yang diarak menggunakan becak.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Hari itu Probolinggo cukup panas, baru 08:30 WIB kami jalan kaki ke Pelabuhan Tanjung Tembaga rasanya kaya di padang pasir. Atiqoh sampai cemberut kepanasan dan sesekali berhenti di bawah pohon. Kurang lebih 45 menit kami berjalan kaki dengan pemandangan pantai dan kampung laut yang kotor. Di sepanjang perjalanan masuk komplek pelabuhan banyak warga yang menjemur ikan hasil tangkapan. Buat yang tidak suka berjalan kaki dari Stasiun Probolinggo ke Pelabuhan Tanjung Tembaga bisa menggunakan jasa ojek motor atau becak.

Wisata Gili Ketapang kali ini kami menggunakan jasa paketan Gili Ketapang yang kami dapatkan infonya di Instagram. Cukup membayar Rp 85.000,- sudah termasuk transportasi perahu pulang pergi dari Pelabuhan Tanjung Tembaga – Gili Ketapang Islandsnorkelling termasuk masker, dokumentasi under waterguide wisata lain di Gili Ketapang Island dan makan siang setelah snorkelling. Bayar jasanya di akhir setelah kami puas mendapatkan fasilitas tersebut.

Pukul 09:30 WIB kami dijemput guide dari jasa paketan Gili Ketapang, kami berkomunikasi dengan jasa paketannya menggunakan WhatsApp. Orangnya cukup ramah dan mengingatkan keberangkatan menuju Gili Ketapang. Dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ke Gili Ketapang Island membutuhkan waktu 30-45 menit, tergantung angin dan ombak saat itu. Perahu yang kami naiki menggunakan mesin pemotong rumput jadi sedikit lambat.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Tips buat yang pertama naik perahu dan mabuk laut, usahakan duduk di tengah jangan duduk di paling depan dan belakang. Pengalaman saya duduk di paling depan, terkena panas matahari dan ombak dari depan. Jika duduk di paling belakang, terdengar mesin perahu yang super berisik dan asap yang mengepul hitam. Sebaiknya duduk di tengah tidak di sebelah pinggir. Saya ambil posisi depan awalnya ingin foto-foto langit dan ombak yang terkena perahu. Ternyata sangat panas dan anginnya kencang.

30 menit perjalanan dengan perahu terlihat dari jauh sudah banyak wisatawan lain yang sedang snorkelling dan bermain pasir. Hari itu sangat ramai wisatawan dan hanya ada 3 titik snorkelling untuk melihat keindahan kedalaman laut Gili Ketapang. Kami langsung diarahkan ke Goa Kucing Gili Ketapang yang lokasinya di paling ujung pulau. Kami turun dari perahu beramai-ramai dengan 20 orang wisatawan lain yang 1 perahu. Selain Goa Kucing ada sumur sakral, tapi saya tidak mau masuk karena tempatnya sempit.

Masyarakat di Gili Ketapang Island mayoritas orang Madura yang merantau dari Pulau Madura, semua beragama Islam. Saya sempat ngobrol dengan salah satu guide yang mengantar kami menunjukan lokasi wisata lain, bahwa Wisata Gili Ketapang Island baru dibuka 3 bulan. Di hari Minggu kurang lebih ada 200-300 orang yang mengunjungi Gili Ketapang Island. Masyarakat sangat terbantu dengan memfasilitasi makanan dan penginapan. Pilihan makanan berat disana tidak bervariasi, hanya ada rujak dan mie instan. Jangan bayangkan ada mini market disana ya!

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

1 jam kami dibiarkan untuk eksplorasi daratan di Gili Ketapang. Setelah itu kami dijemput untuk menuju perahu yang kami tumpangi sesuai keberangkatan, usahakan diingat warna dan model perahunya. Kami pindah ke daratan yang dekat dengan pemukiman warga Gili Ketapang, kami dibiarkan menunggu 30 menit di gazebo bambu tidak ada komando disuruh beraktifitas. Saya mengambil kesimpulan, hari itu spot snorkelling penuh dan peralatannya dipakai semua. Bergantian untuk menikmati snorkelling.

Cukup puas kami menikmati snorkelling di beberapa tempat, sudah lama saya tidak snorkelling dan melihat keindahan bawah laut. Ombak saat itu cukup tenang, saya dan istri explore tempat snorkelling lain yang tidak ramai dengan wisata lain. Pukul 16:00 WIB kami diminta untuk naik ke perahu, karena ombak sudah kencang. Di Gili Ketapang cukup banyak Nemo atau ikan badut yang disebar oleh penduduk. Semoga warga Gili Ketapang bisa menjaga keindahan bawah laut Gili Ketapang, tidak hanya mencari pemasukan dari alamnya saja.

60’s Hostel Singapore

Saat eksplore Singapore pada bulan Maret 2017 saya sempat menginap 1 malam di sebuah hostel yang bernama 60’s Hostel Singapore. Lokasinya di 569 Serangoon Road, Singapore. Kenapa saya memilih 60’s Hostel Singapore? Pertama, murah dan review di Traveloka bagus. Saya dapat harga Rp 135.319,- untuk 1 malam. Kedua, lokasinya dekat stasiun MRT Little India Singapore. Saya janjian dengan teman di sekitaran Little India, jadi mudah untuk bertemu.

Pengalaman pertama saya mencari 60’s Hostel Singapore gampang-gampang susah. Selama di Singapore saya tidak membeli paketan internet, hanya mengandalkan free wifi hotspot Singapore di beberapa tempat seperti Bandara Changi Singapura, Stasiun MRT Singapore dan wifi hostel. Mendarat di Bandara Changi Singapura saya langsung mencari pusat informasi untuk mendapatkan wifi password lalu mengakses WhatsApp dan mendownload peta offline di Google Maps.

image: bagus gowes

Free wifi hotspot Bandara Changi Singapura hanya 30 menit saya prioritaskan yang penting dilakukan untuk mencari informasi di negara Singapura, seperti peta stasiun MRT, pemberhentian MRT yang dekat dengan 60’s Hotel Singapore. Ternyata cukup mudah, karena peta di stasiun MRT ada bahasa Indonesia. Kalau bingung, bisa menanyakan ke petugas yang jaga di setiap pintu masuk/keluar MRT. Petugasnya ramah-ramah, bisa berbahasa Indonesia.

Perjalanan dengan MRT selama 20 menit sampai juga di stasiun MRT Little India. Kalau menurut Google Maps dari stasiun ke 60’s Hostel Singapore hanya 800 meter. Jalan kaki sambil menikmati trotoar di Singapore juga seru. Kebetulan saat saya berkunjung ke Singapore ada gelaran konser akbar yaitu Coldplay Tour Singapore 2017, sering sekali di MRT bertemu dengan orang Indonesia yang akan menonton konsernya.

image: bagus gowes

Saat memesan 60’s Hostel Singapore di Traveloka fotonya tidak begitu kelihatan tampak depannya. Saya bertanya ke masyarakat Singapore dari petugas bersih-bersih jalan dan warung makan, mereka tidak tahu hostelnya. Terakhir saya menanyakan ke pengunjung sebuah restaurant diberi tahu lokasinya. Sampai di lokasi saya kaget, ternyata 60’s Hostel Singapore bentuk bangunannya seperti ruko yang direnovasi dijadikan hostel.

Untuk check-in dan masuk ke dalam hostel dibutuhkan kartu khusus ditempelkan di pintu 60’s Hostel Singapore. Tidak perlu khawatir karena ada petugas yang jaga dan menunggu di dalam/luar 60’s Hostel Singapore, hanya perlu mengetuk pintunya akan dibukakan. Selanjutnya proses check-in sangat mudah, saya hanya menunjukan bukti pemesanan di Traveloka dan memberikan uang deposit $10 nantinya akan dikembalikan saat check-out.

image: bagus gowes

Hostel adalah sharing room dengan pengunjung lain. Saya memesan 60’s Hostel Singapore di Traveloka sudah ada penjelasan kalau sekamar ada 8 kasur dan campur (pria dan wanita). Jangan khawatir, di hostel tidak boleh berhubungan badan, saling menjaga kenyamanan, artinya tidak boleh berisik atau ngobrol keras-keras yang bisa mengganggu pengunjung lain. 60’s Hostel Singapore juga memberikan sarapan gratis, biasanya roti tawar dan teh panas. Kebetulan saya tidak sempat mencobanya, karena jam 7 pagi saya harus check-out agar bisa menikmati Singapore lebih lama.

60’s Hostel Singapore sangat cocok buat backpacker yang hanya menumpang tidur 1 -2 malam di Singapore. Kamar yang diisi 8 kasur tingkat terasa sempit, kerepotan yang saya rasakan saat menaruh tas ransel. Ada backpacker negara lain sedikit egois menaruh tas besarnya di tempat yang asal-asalan. Usahakan minta kasur yang posisinya di bawah, jadi kalau mau keluar masuk kamar mudah. Saya dapat tempat tidur yang di atas, perlu usaha naik – turun tangga kamar tidur.

image: bagus gowes

One Day Trip Semarang

Minggu (23/4) ceritanya one day trip Semarang bersama Atiqoh. Sabtu malam mulai cari-cari kereta yang waktunya pas dari Surabaya ke Semarang, menemukan kereta api Maharani ekonomi ac. Berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi 06:00 WIB, sampai di Stasiun Semarang Poncol 10:41 WIB dengan durasi perjalanan 4 jam 41 menit. Dibandingkan dengan naik bus umum, kereta lebih cepat dan tentunya cukup murah hanya Rp 49.000 per orang. Saya pesan kereta api Maharani untuk keberangkatan ke Semarang dan pulangnya memilih kereta api Jayabaya Rp 100.000 per orang keberangkatan 19:41 WIB.

Minggu pagi setelah sholat subuh berjamaah di masjid, kami langsung bergegas berangkat menuju stasiun Surabaya Pasar Turi. Rumah kami di Jagir, Wonocolo yang masuk Surabaya Selatan dan lokasi stasiun Surabaya Pasar Turi ada di Surabaya Utara, kalau menurut Google Maps hanya 7,2 km tapi perjalanan menuju kesana banyak sekali traffic light. Alhamdulillah perjalanan naik motor selama 30 menit tidak terburu-buru, kami masih bisa beli camilan untuk makan di kereta api.

Tepat pukul 06:00 WIB kereta api Maharani sudah ada di jalurnya dan langsung berangkat. Hari itu kereta api Maharani sangat ramai, mungkin karena Senin ada libur nasional Isra Mi’raj. Selain itu ada rombongan atlit tenis atau bulutangkis SMP dan SMA yang akan berkompetisi di Semarang. Di gerbong kereta api Maharani yang saya naiki penuh dengan anak-anak atlit yang didampingi gurunya. Tas yang mereka bawa besar-besar, ada yang membawa bantal, koper dan boneka.

Pukul 10:45 kereta api Maharani sampai di Stasiun Poncol Semarang. Kami turun di Stasiun Poncol Semarang untuk lanjut jelajahi wisata Semarang. Menurut info teman, Stasiun Poncol Semarang dengan dengan kota lama Semarang tempo dulu. Saya langsung cek Google Maps hanya 500 meter, saya dan istri sepakat untuk berjalan kaki menuju kota lama Semarang. Kalau yang tidak suka jalan kaki, banyak ojek offline dan online yang sudah menunggu di pintu keluar Stasiun Poncol Semarang.

15 menit jalan kaki sampai di kota lama Semarang tempo dulu, disana banyak bangunan khas tempo dulu seperti Gereja Blenduk dan bangunan lain yang menjadi saksi biksu pusat perdagangan di Semarang. Banyak bangunan di kota lama Semarang yang tidak terawat dan terlihat banyak sampah. Kenapa pemerintah kota Semarang atau Gubernur Jawa Tengah tidak membersihkan semua sampah tersebut? Menjadikan kota lama Semarang, wilayah wisata yang bagus dikelola lagi. Ironi dengan bangunan tempo dulu tersebut.

Setelah selesai jelajahi kota lama Semarang tempo dulu kurang lebih 1 jam. Kami beristirahat di Taman Srigunting yang lokasinya bersebelahan dengan Gereja Blenduk. Gereja Blenduk masih dipakai ibadah sampai sekarang. Hari itu banyak wisatawan yang sekaligus ingin beribadah di Gereja Blenduk, sangat ramai sekali di halaman parkir yang ingin berfoto di depan gerejanya. Setelah beristirahat di Taman Srigunting kurang lebih 15 menit, kami putuskan untuk sholat dhuhur di Masjid Agung Semarang yang menjadi ikon masjid Jawa Tengah.

image: bagus gowes

Kami beruntung hari itu UBER baru membuka jasanya di Semarang, dengan memasukkan voucher UBERXSEMARANG gratis memakai jasa UBER selama 5x dengan biaya maksimal Rp 25.000. Kami coba memakai UBER dari Taman Srigunting ke Masjid Agung Semarang, sampai tujuan tertulis Rp 0. Lumayan hemat one day trip Semarang kali ini, dibantu UBER dengan fasilitas gratisnya. Tidak perlu repot menyewa atau meminjam motor selama di Semarang.

Namanya juga one day trip, kami puaskan seharian keliling wisata Semarang sampai waktu kereta pulang ke Surabaya. Sholat dhuhur di Masjid Agung Semarang sampai pukul 14:00 WIB, tiba-tiba cuaca berubah gelap dan hujan yang cukup deras. Rencana kami setelah dari Masjid Agung Semarang menuju Sam Poo Kong Semarang yang kegiatannya di luar ruangan. Menunggu 30 menit sambil makan tahu campur, hujannya reda kami menuju Sam Poo Kong dengan UBER.

Lokasi Sam Poo Kong di tengah kota Semarang, sedikit macet karena driver melewati tengah kota Semarang. Akhirnya sampai juga di Sam Poo Kong yang penuh dengan parkiran bus dan mobil pribadi. Untuk masuk Sam Poo Kong membayar tiket Rp 10.000 untuk umum dan gratis yang ingin beribadah dengan menunjukan KTP. Di dalam Sam Poo Kong sangat ramai orang yang ingin berfoto di tiap-tiap kuil dan ada pertunjukan barongsai untuk menarik pengunjung.

Setelah selesai jalan-jalan keliling Sam Poo Kong, kami putuskan melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya yaitu Vihara Buddhagaya Watugong Semarang dan tentunya pakai UBER. Lokasi viharanya jauh dari kota Semarang, ke arah Banyumanik, Ungaran. Salah satu vihara yang wajib dikunjungi, karena tempatnya sepi dan tenang jika ingin beribadah. Saya hanya melihat-lihat bangunannya, ada patung Budha tidur seperti di Thailand. Tidak perlu membayar untuk masuk ke Vihara Buddhagaya Watugong Semarang.

Tujuan terakhir kami yaitu Lawang Sewu Semarang dan Simpang Lima Semarang. Awalnya kami psimis untuk menuju Lawang Sewu Semarang, karena jalur yang lewati sangat macet berada di tengah kota Semarang. Alhamdulillah di luar rencana, jalurnya cukup lenggang dan kami sampai di Lawang Sewu Semarang. Masuk Lawang Sewu Semarang cukup membayar Rp 20.000 per orang, wisatanya buka sampai pukul 20:00 WIB.

Kalau dilihat dari bangunan dan cerita sejarah yang ada di dalam Lawang Sewu Semarang, dulunya adalah kantor stasiun kereta api di jaman Belanda. Lawang Sewu yang artinya pintu seribu memang benar bangunan tersebut desainnya memiliki pintu yang banyak, antar bangunan dihubungkan dengan pintu kayu. Beberapa bangunan ada yang ditutup, tidak boleh pengunjung masuk. Waktu itu menuju lantai 2, ada tanda tidak diperbolehkan pengunjung masuk. Kesan horor dan mistis itu pasti, karena bangunan lama dan memiliki 3 atau 4 lantai saya lupa-lupa ingat.

Badan dan kaki sudah lelah untuk melanjutkan kuliner di Simpang Lima Semarang. Kami putuskan untuk pulang dan menuju Stasiun Poncol Semarang dan mencari makan malam di sekitaran stasiun. One day trip Semarang cukup sukses banyak wisata yang bisa dikunjungi dalam 1 hari. Kami masih kepikiran, apa pulangnya besok saja ya? Mengistirahatkan badan di hotel Semarang dan pulangnya besok paginya? Tapi tiket kereta sudah terbeli. Istirahat di kereta saja, semoga nyaman selama perjalanan.

Kereta Api Penataran Dhoho

Minggu (9/4) saya bersama Atiqoh jalan-jalan ke Malang, rencana itu spontan karena ingin menikmati wisata yang berbeda. Tujuan wisatanya bukan ke Kota Malang, tapi kota terdekat dari wisata tersebut harus menuju Malang. Saya dan Atiqoh ingin mengunjungi Coban Nirwana yang lokasinya 20 km dari Kota Malang, tepatnya di wilayah Gedangan, Malang Selatan.

Karena Atiqoh besar di Malang, tahu ada 3 alternatif menuju Malang yaitu motor, kereta api dan bus patas. Naik kendaraan bermotor boncengan dari Surabaya ke Malang cukup jauh 94,5 km, di jalan terasa capai dan lelah tidak ada kepastian jam berapa sampai Malang. Naik bus patas juga tidak tahu sampai jam berapa sampai Malang, estimasi 2,5 jam. Pilihan terakhir naik kereta api dari Stasiun Wonokromo yang paling pagi yaitu Kereta Api Penataran Dhoho.

image: bagus gowes

Pukul 04:41 Kereta Api Penataran Dhoho tiba di Stasiun Wonokromo. Rumah kami dekat dengan stasiun, setelah sholat subuh 4:30 kami menaiki motor menuju Satsiun Wonokromo. Alhamdulillah sampai di stasiun dan masih ada tiket Kereta Api Penataran Dhoho. Harga tiket Kereta Api Penataran Dhoho dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Malang sangat murah cuma Rp 12.000. Pembelian tiket kereta apinya hanya ada di loket dan bisa dibeli 1 minggu sebelum pemberangkatan.

Kekecewaan saya setelah membeli tiket Kereta Api Penataran Dhoho, PT. Kereta Api Indonesia di tahun 2017 masih menjual tiket kereta tanpa tempat duduk. Dengan sistem kereta api Indonesia yang sudah online, mungkin dibatasi penumpang kereta api ekonomi. Jika sudah penuh kursinya, sebaiknya tidak menjual tiket kereta apinya lagi. 2 jam berdiri dengan penumpang lain di dalam kereta api sampai Malang sangat membosankan dan sangat capai.

image: bagus gowes

Jika Surabaya – Malang sama dengan Yogyakarta – Solo yang hanya menempuh waktu 1 jam dan keretanya bersih tidak masalah. Kereta Api Penataran Dhoho termasuk ekonomi yang sempit untuk berdiri tidak nyaman sekali berdiri selama 2 jam. Saya kecewa dengan PT. Kereta Api Indonesia khususnya di Kereta Api Penataran Dhoho ini. Jika ingin ke Malang lagi dengan kereta yang sama akan membeli tiket keretanya 1 minggu sebelum pemberangkatan.

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates

Jika kamu berencana berkunjung ke Surabaya, baik itu keperluan wisata atau bisnis, carilah hotel yang memiliki fasilitas lengkap, memberikan nilai kenyamanan, dan sesuai dengan budget dompet. Alhamdulillah Jum’at (10/3) saya resmi menjadi suami Atiqoh. Sebagai suami yang baik, pengen jalan-jalan dan refreshing berdua. Kesepakatan kami berdua ingin menginap di hotel sekitaran Surabaya, menikmati suasana setelah menikah.

Kami mencari referensi di blog dan aplikasi Traveloka memilih hotel sesuai budget. Pengennya harga yang murah, ada kolam renang, wifi, kamar yang bagus dan breakfast. Karena istri hanya ada libur 1 hari dan liburnya hari Jum’at, kami sepakat mencari hotel yang tidak jauh dari rumah Sidosermo. Kami mencari berulang-ulang dan detail sesuai keinginan, akhirnya kami putuskan memilih Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates, lokasinya tidak begitu jauh hanya 15 menit dari rumah.

Tanpa berpikir panjang, kami putuskan untuk menginap 1 malam Jum’at (24/3) sampai Sabtu (25/3), karena tergiur dengan harga yang lumayan murah dan fasilitas yang lengkap (kolam renang, breakfast, dll). Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates ini termasuk hotel bintang tiga di Surabaya dan satu manajemen dengan Hotel Dafam. Kami memesan kamar satu malam Deluxe Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates dengan harga Rp 345.456.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Hotel Gunawangsa MERR beralamatkan di Jl. Kedung Baruk No. 96, Surabaya. Bangunan Hotel Gunawangsa MERR bersebelahan dengan apartemen Gunawangsa MERR, jadi jangan kaget kalau parkiran mobil dan motor jadi satu. Bentuk bangunan hotel dan apartemen yang sama, mungkin dari awal sudah direncanakan seperti itu. Mencari Hotel Gunawangsa MERR tidak terlalu susah, karena lokasinya di pinggir jalan besar.

Kami datang pukul 15:00 WIB setelah adzan ashar, lalu masuk ke parkiran Hotel Gunawangsa MERR dan mengambil kertas parkir otomatis. Parkiran motor/mobil ada di basement, kami langsung menanyakan ke satpam, bagaimana jika menginap? Karena tertulis di papan parkirannya Rp 3.000/jam, ternyata hanya minta cap dari resepsionis bahwa kami adalah tamu menginap, tidak ada biaya parkir jika keluar dari hotel.

Langsung menuju resepsionis untuk check-in ditanya pesan hotel via Traveloka, lalu disuruh meninggalkan deposit Rp 50.000,- dan bisa diambil saat check-out. Setelah itu kami diberikan kunci kamar menuju lantai 7, tapi dari pihak hotel tidak ada yang mengantarkan, jadi kami langsung menuju lift untuk mencari sendiri kamar hotelnya. Setelah sampai lantai 7, baru tahu ternyata ada 3 lift di gedung tersebut yang letaknya bersebrangan.

image: atiqoh

Membuka kamar hotel langsung melihat ukuran dan interior kamarnya. Bagus juga kamarnya, tidak terlalu sempit seperti hotel-hotel budget lainnya. Buat yang sedang honeymoon dan menginginkan kamar yang romantis bisa dicoba Hotel Gunawangsa MERR. Setelah masuk kamar, kami melihat kamar mandi dan pemandangan luarnya. Tidak sia-sia membayar tiga ratus ribuan dengan fasilitas seperti ini, ada TV kabel, wifi, pemandangan luar yang bagus dan kamar mandi bersih.

Kami membuka jendela terlihat kolam renang di bawahnya. Karena sedang musim liburan, banyak pengunjung hotel yang sedang berenang sore itu. Kami urungkan niat untuk berenang sore, karena ramai dan cuaca Surabaya sore itu cukup panas. Mandi membersihkan badan dengan air hangat sangat nyaman. Lalu menonton televisi. Setelah maghrib kami niatkan untuk makan malam di luar, sambil menikmati kuliner di sekitaran hotel.

image: atiqoh

Buat yang penasaran dengan ukuran dan interior kamar mandi dari Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Ukuran dan interiornya standar hotel bintang tiga. Kran air panasnya tidak perlu menunggu lama jika ingin memakai air panas. Cukup nyaman berlama-lamaan mandi di dalam kamar mandinya.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Pagi harinya kami tidak lupa untuk mencoba kolam renang Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Bangun pagi pukul 4:30 WIB untuk sholat shubuh bergantian, karena kamarnya tidak mencukupi untuk sholat berjamaah. Kami terlalu bersemangat menuju kolam renang, kurang lebih pukul 5:30 WIB, ternyata kolam renang dibuka pukul 06:00 WIB. Akhirnya kami kembali ke kamar untuk menunggu pintunya dibuka.

Kolam renang Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates terbagi menjadi 2 bagian, ada bagian untuk anak-anak dan dewasa. Buat yang sedang liburan dengan anak-anak, tidak perlu khawatir membawa anaknya ke kolam renang. Selain kolam renang, ada fasilitas fitnes yang bisa dipakai saat menginap di Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Berikut foto-foto kolam renang dan view Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Soto Lamongan Cak Kadir Yogyakarta

Rabu pagi (8/2) tiba-tiba saya ingin sarapan soto, karena #RaboSoto di social media yang dirayakan setiap hari Rabu. Di sekitaran rumah Ngadinegaran sangat mudah menemukan soto, karena penjual soto di Jogja kalau pagi pasti beredar di sepanjang jalan. Pengen merasakan soto yang berbeda dengan penjual lainnya, akhirnya memutuskan untuk sarapan di Soto Lamongan Cak Kadir.

Soto Lamongan Cak Kadir tidak begitu jauh dari rumah, sekitar 600 meter ke arah selatan – Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Mudahnya setelah 500 meter akan menemukan Indomaret di timur jalan, maju sedikit 50 meter di timur jalan ada papan merah yang menutupi trotar Soto Lamongan Cak Kadir. Lokasinya sangat strategis diantara Indomaret dan Alfamart, kalau malam dijadikan tempat jualan martabak telur dan terang bulan.

Berbeda dengan soto biasanya yang kuahnya bening dan hanya berisi kobis. Kalau soto lamongan ada tambahan kaldu yang menjadi pilihan mau dikasih banyak atau sedkit, karena kaldunya dipisah. Sampai di Soto Lamongan Cak Kadir langsung ada tawaran mau soto ayam, soto ceker atau soto sapi. Untuk harganya satu porsi soto ayam dan soto ceker cukup murah: Rp 6.000,- belum sama nasi, karena nasinya dipisah seharga: Rp 2.000.

Untuk soto sapi harganya Rp 8.000,- belum sama nasi. Tambahan makanan setiap menyantap soto ada sate ayam, sate usus atau sate ati, untuk di Soto Lamongan Cak Kadir hanya ada tempe goreng kering dan perkedel. Kalau mau menambah telur rebus, bisa minta di awal saat memesan, saya melihat telur rebus di display gerobaknya. Saya mencoba 2 tempe goreng kering, rasanya pas dengan santapan soto.

Saya memesan soto ceker dengan kaldu dipisah. Satu mangkok soto ceker berisi 2 ceker yang sangat empuk, hanya satu kali lahap daging dan kulit cekernya mudah terlepas. Rasa kuah sotonya gurih dan warna kuahnya tidak begitu bening. Soto Lamongan Cak Kadir buka dari 05:00 – 10:00 WIB. Saya cocok makan di Soto Lamongan Cak Kadir, rekomendasi sarapan soto di wilayah Jogja Selatan.

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes