Kereta Api Penataran Dhoho

Minggu (9/4) saya bersama Atiqoh jalan-jalan ke Malang, rencana itu spontan karena ingin menikmati wisata yang berbeda. Tujuan wisatanya bukan ke Kota Malang, tapi kota terdekat dari wisata tersebut harus menuju Malang. Saya dan Atiqoh ingin mengunjungi Coban Nirwana yang lokasinya 20 km dari Kota Malang, tepatnya di wilayah Gedangan, Malang Selatan.

Karena Atiqoh besar di Malang, tahu ada 3 alternatif menuju Malang yaitu motor, kereta api dan bus patas. Naik kendaraan bermotor boncengan dari Surabaya ke Malang cukup jauh 94,5 km, di jalan terasa capai dan lelah tidak ada kepastian jam berapa sampai Malang. Naik bus patas juga tidak tahu sampai jam berapa sampai Malang, estimasi 2,5 jam. Pilihan terakhir naik kereta api dari Stasiun Wonokromo yang paling pagi yaitu Kereta Api Penataran Dhoho.

image: bagus gowes

Pukul 04:41 Kereta Api Penataran Dhoho tiba di Stasiun Wonokromo. Rumah kami dekat dengan stasiun, setelah sholat subuh 4:30 kami menaiki motor menuju Satsiun Wonokromo. Alhamdulillah sampai di stasiun dan masih ada tiket Kereta Api Penataran Dhoho. Harga tiket Kereta Api Penataran Dhoho dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Malang sangat murah cuma Rp 12.000. Pembelian tiket kereta apinya hanya ada di loket dan bisa dibeli 1 minggu sebelum pemberangkatan.

Kekecewaan saya setelah membeli tiket Kereta Api Penataran Dhoho, PT. Kereta Api Indonesia di tahun 2017 masih menjual tiket kereta tanpa tempat duduk. Dengan sistem kereta api Indonesia yang sudah online, mungkin dibatasi penumpang kereta api ekonomi. Jika sudah penuh kursinya, sebaiknya tidak menjual tiket kereta apinya lagi. 2 jam berdiri dengan penumpang lain di dalam kereta api sampai Malang sangat membosankan dan sangat capai.

image: bagus gowes

Jika Surabaya – Malang sama dengan Yogyakarta – Solo yang hanya menempuh waktu 1 jam dan keretanya bersih tidak masalah. Kereta Api Penataran Dhoho termasuk ekonomi yang sempit untuk berdiri tidak nyaman sekali berdiri selama 2 jam. Saya kecewa dengan PT. Kereta Api Indonesia khususnya di Kereta Api Penataran Dhoho ini. Jika ingin ke Malang lagi dengan kereta yang sama akan membeli tiket keretanya 1 minggu sebelum pemberangkatan.

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

Iklan

Car Free Day Surabaya 2017

Kemarin Minggu (26/3) saya mengunjungi car free day Surabaya untuk pertama kali sejak tinggal di Surabaya. Car free day Surabaya dilaksanakan setiap hari Minggu dari pukul 06:00 – 10:00 WIB dan lokasinya di Jalan Darmo Surabaya. Selama empat jam, Jalan Darmo Surabaya tidak boleh dilewati kendaraan bermotor (motor, mobil dan bus kota Surabaya).

Rencana awal datang ke car free day Surabaya mengikuti sunday morning run Indorunners Surabaya yang dimulai pukul 06:00 WIB di depan Apotek Kimia Farma Darmo Surabaya. Saya datang terlambat 10 menit, rombongan Indorunners Surabaya sudah tidak ada di lokasi start. Saya menanyakan ke orang-orang, tidak tahu rute lari Indorunners Surabaya.

10 menit saya menunggu di depan Apotek Kimia Farma Darmo Surabaya, mungkin ada teman lari yang juga datang terlambat, ternyata tidak ada yang datang. Saya melihat-lihat orang sekitar yang sedang asik senam, bersepeda dan berlari. Car free day Surabaya asik juga buat berkumpul warga Surabaya, banyak jajanan dan minuman sepanjang Jalan Darmo Surabaya.

image: bagus gowes

Terlalu lama menunggu di depan Apotek Kimia Farma Darmo juga bosan. Saya coba menghubungi teman sepeda tidak ada di sekitaran Jalan Darmo Surabaya. Akhirnya mengambil keputusan gowes ke Jembatan Suramadu Surabaya dengan mengandalkan Google Maps. Dari Jalan Raya Darmo ke Jembatan Suramadu tidak begitu jauh, hanya 18 kilometer dengan mengikuti jalan utama.

300 meter sampai ujung Jalan Raya Darmo bertemu Komunitas Sepeda Lipat Surabaya di depan Mcdonald Darmo Surabaya. Akhirnya memutuskan untuk bertemu mereka, rencana ke Jembatan Suramadu Surabaya gagal. Disana ketemu dengan Om Fahmi, Om Sartono, dll. mereka akan gowes dan kulineran ke Surabaya Barat. Saya bergabung gowes dengan Komunitas Sepeda Lipat Surabaya.

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates

Jika kamu berencana berkunjung ke Surabaya, baik itu keperluan wisata atau bisnis, carilah hotel yang memiliki fasilitas lengkap, memberikan nilai kenyamanan, dan sesuai dengan budget dompet. Alhamdulillah Jum’at (10/3) saya resmi menjadi suami Atiqoh. Sebagai suami yang baik, pengen jalan-jalan dan refreshing berdua. Kesepakatan kami berdua ingin menginap di hotel sekitaran Surabaya, menikmati suasana setelah menikah.

Kami mencari referensi di blog dan aplikasi Traveloka memilih hotel sesuai budget. Pengennya harga yang murah, ada kolam renang, wifi, kamar yang bagus dan breakfast. Karena istri hanya ada libur 1 hari dan liburnya hari Jum’at, kami sepakat mencari hotel yang tidak jauh dari rumah Sidosermo. Kami mencari berulang-ulang dan detail sesuai keinginan, akhirnya kami putuskan memilih Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates, lokasinya tidak begitu jauh hanya 15 menit dari rumah.

Tanpa berpikir panjang, kami putuskan untuk menginap 1 malam Jum’at (24/3) sampai Sabtu (25/3), karena tergiur dengan harga yang lumayan murah dan fasilitas yang lengkap (kolam renang, breakfast, dll). Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates ini termasuk hotel bintang tiga di Surabaya dan satu manajemen dengan Hotel Dafam. Kami memesan kamar satu malam Deluxe Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates dengan harga Rp 345.456.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Hotel Gunawangsa MERR beralamatkan di Jl. Kedung Baruk No. 96, Surabaya. Bangunan Hotel Gunawangsa MERR bersebelahan dengan apartemen Gunawangsa MERR, jadi jangan kaget kalau parkiran mobil dan motor jadi satu. Bentuk bangunan hotel dan apartemen yang sama, mungkin dari awal sudah direncanakan seperti itu. Mencari Hotel Gunawangsa MERR tidak terlalu susah, karena lokasinya di pinggir jalan besar.

Kami datang pukul 15:00 WIB setelah adzan ashar, lalu masuk ke parkiran Hotel Gunawangsa MERR dan mengambil kertas parkir otomatis. Parkiran motor/mobil ada di basement, kami langsung menanyakan ke satpam, bagaimana jika menginap? Karena tertulis di papan parkirannya Rp 3.000/jam, ternyata hanya minta cap dari resepsionis bahwa kami adalah tamu menginap, tidak ada biaya parkir jika keluar dari hotel.

Langsung menuju resepsionis untuk check-in ditanya pesan hotel via Traveloka, lalu disuruh meninggalkan deposit Rp 50.000,- dan bisa diambil saat check-out. Setelah itu kami diberikan kunci kamar menuju lantai 7, tapi dari pihak hotel tidak ada yang mengantarkan, jadi kami langsung menuju lift untuk mencari sendiri kamar hotelnya. Setelah sampai lantai 7, baru tahu ternyata ada 3 lift di gedung tersebut yang letaknya bersebrangan.

image: atiqoh

Membuka kamar hotel langsung melihat ukuran dan interior kamarnya. Bagus juga kamarnya, tidak terlalu sempit seperti hotel-hotel budget lainnya. Buat yang sedang honeymoon dan menginginkan kamar yang romantis bisa dicoba Hotel Gunawangsa MERR. Setelah masuk kamar, kami melihat kamar mandi dan pemandangan luarnya. Tidak sia-sia membayar tiga ratus ribuan dengan fasilitas seperti ini, ada TV kabel, wifi, pemandangan luar yang bagus dan kamar mandi bersih.

Kami membuka jendela terlihat kolam renang di bawahnya. Karena sedang musim liburan, banyak pengunjung hotel yang sedang berenang sore itu. Kami urungkan niat untuk berenang sore, karena ramai dan cuaca Surabaya sore itu cukup panas. Mandi membersihkan badan dengan air hangat sangat nyaman. Lalu menonton televisi. Setelah maghrib kami niatkan untuk makan malam di luar, sambil menikmati kuliner di sekitaran hotel.

image: atiqoh

Buat yang penasaran dengan ukuran dan interior kamar mandi dari Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Ukuran dan interiornya standar hotel bintang tiga. Kran air panasnya tidak perlu menunggu lama jika ingin memakai air panas. Cukup nyaman berlama-lamaan mandi di dalam kamar mandinya.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Pagi harinya kami tidak lupa untuk mencoba kolam renang Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Bangun pagi pukul 4:30 WIB untuk sholat shubuh bergantian, karena kamarnya tidak mencukupi untuk sholat berjamaah. Kami terlalu bersemangat menuju kolam renang, kurang lebih pukul 5:30 WIB, ternyata kolam renang dibuka pukul 06:00 WIB. Akhirnya kami kembali ke kamar untuk menunggu pintunya dibuka.

Kolam renang Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates terbagi menjadi 2 bagian, ada bagian untuk anak-anak dan dewasa. Buat yang sedang liburan dengan anak-anak, tidak perlu khawatir membawa anaknya ke kolam renang. Selain kolam renang, ada fasilitas fitnes yang bisa dipakai saat menginap di Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates. Berikut foto-foto kolam renang dan view Hotel Gunawangsa MERR DHM Associates.

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

 

image: atiqoh

Gowes ke Air Terjun Gedad

Saya sudah lama tidak gowes bersama teman-teman komunitas sepeda, karena rute dan tempatnya sudah pernah dikunjungi. Februari di Jogja masih sering hujan, buat yang suka bersepeda mencari air terjun dan curug di wilayah Bantul dan Kulon Progo sangat cocok untuk bermain air. Air terjun dan curug di wilayah Bantul bagus dikunjungi saat musim hujan, rata-rata aliran air yang turun dari sungai yang posisinya tinggi.

Kemarin ada ajakan dari komunitas sepeda Jogja yaitu Ente Jogja bersepeda ke air terjun gedad. Nama air terjun gedad belum pernah dengar, saya coba mencari di internet masih sangat sedikit referensi yang mengarahkan rute menuju air terjun gedad. Mumpung masih di Jogja dan ada komunitas yang membuat trip tersebut kenapa tidak bergabung.

Pengumuman ajakan gowes ke air terjun gedad di Facebook Ente Jogja. Seorang teman yang bernama Dwi Elnino memposting di Ente Jogja dengan redaksi “Gowes Air Terjun Gedad ben podo kancane, Tikum Puskesmas Imogiri 1 ditunggu sampai jam 06.30. Jangan lupa bawa celana ganti kalau mau ciblon”. Selain postingan itu ada foto air terjun gedad yang terlihat arusnya sangat deras. Sepertinya menarik untuk dikunjungi.

Kebiasaan saya jika paginya memiliki agenda gowes akan tidur cepat sebelum pukul 21:00 dan bangun biasanya pukul 04:30. Pagi itu saya bangun sesuai waktu, lalu dilanjutkan sholat subuh dan mengisi botol minum sepeda dengan air putih. Cuaca pagi itu di rumah saya sedikit mendung dan tersisa air bekas hujan semalam. Sejenak melihat aplikasi cuaca di smartphone menunjukan cerah, saya mantab untuk melanjutkan persiapan bersepeda.

Semua barang sudah disiapkan seperti botol minum sepeda, sarung, headset, dll. dimasukkan ke dalam tas pannier sepeda Eiger. Saya mengambil kesimpulan, biasanya jika gowes bersama komunitas sedikit lama karena menunggu teman-teman yang lain dan saya tidak tahu jalan menuju air terjun gedad persiapan sarung untuk sholat dhuhur. Saya pelan-pelan mengayuh sepeda ke arah Imogiri yang lokasinya di selatan.

Saya gowes menuju selatan dengan langit yang gelap, rintik-rintik hujan juga terus membasahi badan dan sepeda. Dalam hati saya berdoa semoga tidak hujan deras sampai Puskesmas Imogiri 1 Bantul, sampai depan Hotel Ros In Jogja ternyata hujan deras, akhirnya saya mencari tempat berteduh di samping hotel tersebut. Alhamdulillah menunggu 5 menit, hujan sudah berhenti dan saya melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Imogiri 1 Bantul.

Pukul 19:00 saya sampai Puskesmas Imogiri 1 Bantul sudah banyak teman-teman Ente Jogja yang mengobrol dan menunggu teman gowes lainnya. Tradisi bertemu dengan teman sepeda bersalaman dengan lainnya, sekitar 10 orang saya menyalami teman-teman. 20 menit menunggu di Puskesmas Imogiri 1 Bantul tidak ada tambahan teman lain yang datang. Kami putuskan untuk berangkat menuju air terjun gedad.

Nikmatnya bersepeda di hari minggu, bertemu dengan komunitas sepeda lain menuju lokasi yang sama. Di jalan yang tujuannya air terjun gedad kami bertemu dengan komunitas sepeda kolaborasi yang isinya pesepeda berumur (diatas 50 tahun), lebih seru untuk bersepeda bersama. Sepanjang perjalanan kami berkomunikasi dengan teman-teman pesepeda lainnya. Jangan anggap remeh pesepeda senior, mereka kuat melahap tanjakan panggang!

Tidak begitu jauh bersepeda ke air terjun gedad di Playen, Gunung Kidul, saya mengaktifkan Garmin untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh. Dari rumah Ngadinegaran sampai air terjun gedad sejauh 35 kilometer dengan rute yang cukup menguras keringat. Saya kira air terjun gedad lokasinya di Bantul ternyata di daerah Playen, Gunung Kidul. Jika ditarik arus airnya, sama dengan air terjun sri gethuk yang berada di sisi utara air terjun gedad.

Rute yang mudah dan cepat menuju air terjun gedad dari Jogja yaitu Jogja – Imogiri Barat/Imogiri Timur – Siluk Bantul – Panggang Bantul terus saja sampai bertemu arah SPN Selopamioro Imogiri Bantul. Sampai bertemu papan SPN Selopamioro Imogiri Bantul jangan belok ke SPN-nya terus saja sampai bertemu perempatan yang mengarah Wisata Watu Alam Panggang, belok saja ke kiri dan ikuti jalan sampai bertemu wisata tersebut. Dari Wisata Watu Alam Panggang lanjut saja mengikuti jalan sampai di kiri jalan ada banner bertuliskan Air Terjun Gedad.

Alternatif rute lain menuju air terjun gedad dari arah Wonosari bisa mengambil rute wilayah Gading, Playen, Gunung Kidul yang arahnya sama dengan air terjun sri gethuk. Lokasi air terjun gedad masuk ke dalam kampung, tidak disarankan untuk membawa kendaraan besar seperti bus. Untuk mobil rata-rata juga parkir di jalan utama, karena jalannya sempit dan berbatu. Cukup menarik air terjun gedad, menambah wisata baru di Gunung Kidul.

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

Soto Lamongan Cak Kadir Yogyakarta

Rabu pagi (8/2) tiba-tiba saya ingin sarapan soto, karena #RaboSoto di social media yang dirayakan setiap hari Rabu. Di sekitaran rumah Ngadinegaran sangat mudah menemukan soto, karena penjual soto di Jogja kalau pagi pasti beredar di sepanjang jalan. Pengen merasakan soto yang berbeda dengan penjual lainnya, akhirnya memutuskan untuk sarapan di Soto Lamongan Cak Kadir.

Soto Lamongan Cak Kadir tidak begitu jauh dari rumah, sekitar 600 meter ke arah selatan – Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Mudahnya setelah 500 meter akan menemukan Indomaret di timur jalan, maju sedikit 50 meter di timur jalan ada papan merah yang menutupi trotar Soto Lamongan Cak Kadir. Lokasinya sangat strategis diantara Indomaret dan Alfamart, kalau malam dijadikan tempat jualan martabak telur dan terang bulan.

Berbeda dengan soto biasanya yang kuahnya bening dan hanya berisi kobis. Kalau soto lamongan ada tambahan kaldu yang menjadi pilihan mau dikasih banyak atau sedkit, karena kaldunya dipisah. Sampai di Soto Lamongan Cak Kadir langsung ada tawaran mau soto ayam, soto ceker atau soto sapi. Untuk harganya satu porsi soto ayam dan soto ceker cukup murah: Rp 6.000,- belum sama nasi, karena nasinya dipisah seharga: Rp 2.000.

Untuk soto sapi harganya Rp 8.000,- belum sama nasi. Tambahan makanan setiap menyantap soto ada sate ayam, sate usus atau sate ati, untuk di Soto Lamongan Cak Kadir hanya ada tempe goreng kering dan perkedel. Kalau mau menambah telur rebus, bisa minta di awal saat memesan, saya melihat telur rebus di display gerobaknya. Saya mencoba 2 tempe goreng kering, rasanya pas dengan santapan soto.

Saya memesan soto ceker dengan kaldu dipisah. Satu mangkok soto ceker berisi 2 ceker yang sangat empuk, hanya satu kali lahap daging dan kulit cekernya mudah terlepas. Rasa kuah sotonya gurih dan warna kuahnya tidak begitu bening. Soto Lamongan Cak Kadir buka dari 05:00 – 10:00 WIB. Saya cocok makan di Soto Lamongan Cak Kadir, rekomendasi sarapan soto di wilayah Jogja Selatan.

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

image: bagus gowes

Inovasi Smart City yang Mengubah Masa Depan

Smart city Indonesia sedang ramai dibicarakan belakangan ini oleh warga maupun pemerintah Indonesia. Beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta sudah mulai menginisiasi program smart city dengan berbagai pendekatan dan eksekusi yang juga beragam. Smart city menjadi nilai jual pemimpin daerah karena dapat menjanjikan suatu hal yang baru dan membuat orang bebas berkreasi. Namun, masih banyak yang tidak paham mengenai arti dari smart city itu sendiri.

Dalam konferensi smart city di Bandung Mahfudz Siddiq, Ketua Komisi I DPR RI menjelaskan mengenai esensi dari smart city sebenarnya adalah untuk mengoptimalisasi segala yang tidak terutilisasi dengan baik di kota, untuk mendobrak status quo, dan mencapai kota yang punya performance tinggi dan nyaman ditinggali. Konsep smart city ini mengetengahkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat.

Gambaran inovasi smart city yang mudah sekarang yaitu aplikasi GO-JEK relevan dipakai di kota-kota besar yang banyak penduduk dan mobilitas tinggi. Misalnya kalau di Asia Tenggara yaitu Singapore, atau Amerika di New York dan Los Angeles. Intinya aplikasi semacam GO-JEK membuat inovasi menjadi smart city dan menyelesaikan permasalahan kota, penduduknya bisa lebih produktif.

 

uber indonesia

image: engadget (ilustrasi)

Partisipasi Publik

Kota itu selalu tentang warganya. Inisiatif apapun yang mendorong smart city tidak akan berguna kalau hal itu tidak bisa menarik partisipasi publik. Mau bangun Wi-Fi di semua sudut kota juga percuma kalau tidak melibatkan manusianya, karena infrastruktur hanyalah sistem pendukung.

Solusi smart city yang simpel seperti UBER, Grab dan GO-JEK adalah solusi yang sifatnya open-source & peer-to-peer. Solusi ini sifatnya mandiri, tidak perlu campur tangan pemerintah biar bisa jalan, karena warga sendiri terus menggunakan setelah merasakan manfaatnya. Ini yang dimaksud partisipasi publik.

Khusus di Jogja dan Jakarta solusi yang perlu campur tangan pemerintah contohnya Trans Jakarta/Jogja. Bus Trans Jakarta/Jogja sebaiknya ada jalur tersendiri tidak dicampur dengan kendaraan bermotor lain. Jalan raya di Jakarta sangat cocok dibuat percontohan Trans Jakarta, jalur bus terpisah dengan kendaraan lainnya. Sebentar lagi Jakarta ada mass rapid transit (mrt), fungsi utamanya tetap agar penduduknya menggunakan fasilitas umum dan mengurangi angka kemacetan.

Dukungan infrastruktur sudah ada, pemanfaatan maksimal dengan cara membuatkan aplikasi untuk merasakan infrastrukturnya. Misalnya Trans Jakarta/Jogja dengan sebuah aplikasi bisa mengetahui lokasi bus yang akan kita pakai menuju lokasi tujuan. Dengan aplikasi tersebut kita bisa mengkira-kirakan berapa menit sampai di halte terdekat atau halte yang kita sedang tunggu. Waktu kita lebih maksimal untuk menunggu bus datang.

 

image: cendollast (ilustrasi)

image: cendollast (ilustrasi)

Political Will

Sekarang UBER dan Grab sedang dianggap masalah, tidak cuma di Indonesia, tapi juga di negara-negara berkembang lain. Ya, mungkin UBER beneran punya masalah di perizinan. Atau mungkin negara-negara tersebut sulit untuk menerima inovasi teknologi. Saya rasa alasan sebenernya inovasi-inovasi seperti itu ditentang keras karena ada old powers yang tidak terima.

Perusahaan-perusahaan taksi yang dari dulu mendominasi merasa bisnisnya terganggu oleh UBER? Hanya karena mereka ada duluan, dan (mungkin) sudah banyak bekerjasama pejabat, jadinya punya kekuatan untuk menyulitkan inovasi-inovasi ini.

Itulah kenapa diperlukannya good governance dan political will untuk membangun smart city di Indonesia. Smart city itu kan tentang transformasi alias perubahan. Ya kalau pejabat yang berkuasa masih pakai pendekatan old-fashioned, gak bakal bisa jadi pinter kota kita?

Solusi mudah buat perusahaan taksi yang merasa terganggu dengan UBER dan GRAB seharusnya membuat aplikasi juga semacam itu. Memudahkan masyarakat mengetahui harga perjalanan jika menggunakan jasa taksi tersebut. Persoalan yang dirasa sekarang, Taksi konfensional mematok harga yang mahal dibandingkan UBER dan GRAB.

Solusi kedua, perusahaan Taksi bisa bekerjasama dengan GRAB. Inovasi terbaru dari GRAB untuk menggaet taksi di daerah dengan adanya fitur GrabTaxi. Untuk pembagian harga saya kurang mengetahui, tetapi perusahaan Taksi sangat terbantukan karena tidak perlu membuat sistem dan mengelola SDM lagi untuk membuat aplikasi secanggih UBER dan GRAB.

Sebenarnya masih ada banyak PR yang harus dikerjain untuk mencapai smart city selain hal-hal diatas. Tapi yang utama ya tetap aja, yang harus smart dulu warga kotanya. Mau infrastruktur sekeren apapun tapi kitanya tidak bisa memanfaatkan informasi.

UBER, Solusi Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas di Indonesia

Selamat pagi.. Kamu tau UBER? Ojek online, pasti tau? Kemarin Kamis (26/1) saya diundang UBER Indonesia gathering blogger dan instagramer di Agenda Resto Jogja – Greenhost Hotel Jogja. Pihak UBER Indonesia menjelaskan sejarah UBER di San Fransisco, California – sekarang sudah ada di Jogja dengan nama uberMOTOR. Di tulisan ini saya akan berbagi mengenai sejarah dari UBER dan menjadi solusi mengurangi kemacetan lalu lintas di Indonesia.

UBER didirikan oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp. Bermula dari kebutuhan Travis dan Garrett saat berada di Paris. Kedua orang tersebut ingin sebuah kendaraan datang sendiri yang hanya dioperasikan dengan smartphone. Kemudahan penggunaan smartphone dimanfaatkan Travis dan Garrett membuat aplikasi UBER. Awal mula aplikasi UBER memakai nama UBERCab dengan tampilan yang sederhana, belum semenarik sekarang.

Dengan kemudahan social media Travis dan Garrett merekrut developer dan driver waktu itu dengan Twitter. “Travis: looking 4 entrepreneurial product a location based service.. pre-lauch, BIG equity, big peeps”. Banyak masyarakat yang tertarik ingin bergabung menjadi driver UBER khususnya pemilik mobil, karena mendapat pemasukan tambahan diluar pekerjaan utama. Setelah San Fransisco, negara-negara di Eropa menyambut baik UBER. Per Maret 2013, ada 6.977.450 orang di seluruh dunia yang bergabung menjadi driver UBER.

uber jogja lowongan

Kapan UBER masuk di Indonesia? UBER Indonesia mulai beroperasi tahun 2014. Jakarta adalah kota pertama UBER di Indonesia. Inovasi akan mengganggu ekosistem yang sudah ada. Masih ingat dengan protes UBER di Jakarta yang dilakukan driver taxi offline. Mungkin sampai sekarang, driver UBER dimusuhi driver taxi online bisa jadi mengambil rejeki dari penumpangnya. Itu sebuah resiko ketika taxi offline tidak berinovasi dengan jaman yang serba cepat sekarang. Pengguna/penumpang membutuhkan keamanan, kecepatan dan harga yang pasti untuk sebuah transportasi.

Saat berkunjung ke Jakarta saya selalu menggunakan UBER dari Bandara Soekarno Hatta menuju tempat yang dituju. Waktu ke Jakarta saya mengikuti acara Jakarta Marathon 2016 dengan Jarwadi. Bukan sok gaya memakai UBER tidak memakai taxi di bandara, UBER banyak yang menganggap murah dibanding taxi bandara. Waktu itu tidak memakai promo apapun, dari Bandara Soekarno Hatta sampai Harmoni cuma Rp 80.000. Alternatif transportasi lain memakai Bus Damri, tapi harus berhenti di Stasiun Gambir dilanjut transportasi lain.

UBER Indonesia menjelaskan, selain Jakarta sudah ada kota-kota lain di Indonesia yang tercover UBER yaitu Bandung, Surabaya, Bali, Malang dan Yogyakarta. Khusus Malang dan Yogyakarta belum ada untuk mobil yaitu uberX, uberBlack, uberTRIP, uberXL. Kebutuhan kota Yogyakarta menurut tim UBER Indonesia adalah motor, banyak mahasiswa yang harganya ekonomis untuk menuju tempat tertentu. Tapi ada kemungkinan uberX tahun ini akan masuk di Yogyakarta, menunggu kebijakan dari UBER pusat.

Sebagai generasi millenial Indonesia yang membutuhkan kepraktisan yaitu mobilitas dengan satu ketukan. Jika ingin berkunjung ke kota tertentu tidak perlu menghapalkan rute bus umum atau angkuta kota yang ada di kota tersebut, buka aplikasi UBER melihat motor/mobil UBER yang ada di daerah tersebut selesai. UBER merilis kecepatan motor/mobil di tiap-tiap negara saat pengguna menunggu driver UBER datang.

  1. London: 2.3 menit
  2. Sydney: 2.8 menit
  3. New York City: 2.9 menit
  4. San Francisco: 3.5 menit
  5. Bandung dan Surabaya: 4 menit
  6. Bali: 5.2 menit
  7. Jakarta: 6 menit
  8. Bangkok: 6 menit

uber jogja lowongan

Kemudahan UBER lain yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia yaitu kenyaman, andal dan harga terjangkau. Seandainya kamu ada kartu kredit atau saldo UBER bisa dipakai di kota lain yang memiliki UBER. Khusus kartu kredit, jika kamu travelling ke luar negeri masih bisa dipakai dengan kurs mengikuti negara tersebut. Bagaimana cara melakukan pemesanan di aplikasi UBER?

  1. Masukkan alamat tujuan
  2. Atur alamat penjemputan dan pilih metode pembayaran
  3. Tekan “Pesan uberMotor”
  4. Identitas pengemudi dan kendaraan yang menjemput akan muncul di layar. Nikmati perjalanan dengan harga yang sangat terjangkau. Biaya minimum: Rp 5.000 per perjalanan. Biaya per km: Rp 1.800. Biaya pembatalan: Rp 5.000

UBER Indonesia memberikan jaminan, jika motor/mobil yang datang tidak sesuai dengan pesanan sebaiknya ditolak, karena berhubungan dengan keamanan penumpang. UBER memberikan perlindungan asuransi perjalanan dimulai hingga perjalanan selesai. Santunan hingga Rp 100.000.000,- untuk kematian atau cacat tetap akibat kecelakaan. Santunan hingga Rp 10.000.000,- untuk penggantian biaya perawatan medis akibat kecelakaan.

Terakhir, penawaran menarik khusus UBER di Yogyakarta ada JOGJA FREE WEEK. Merayakan minggu pertama masuk kampus, UBER memberikan naik UBER gratis selama seminggu menuju dan pulang dari kampus dengan uberMOTOR. Mulai tanggal 6 Februari 2017 s/d 12 Februari 2017.

CARANYA?

Masukan kode promo khusus JOGJA FREE WEEK sebelum atau di tanggal 6 Februari 2017. Nikmati perjalanan uberMOTOR GRATIS dari dan menuju kampusmu!