Review Film Spider-Man Homecoming

Akhirnya Spider-Man dikemas dengan karakter yang menyerupai komik tanpa kelihatan terlalu komikal. Setelah inkarnasi Spider-Man terakhir yang tidak begitu menggigit, kini Spider-Man menyapa kita lagi dengan cara yang amat personal. Spider-Man: Homecoming boleh jadi merupakan film Spider-Man yang tak hanya menawarkan aksi spektakuler, tapi juga digarap dengan sepenuh hati. Jika Spider-Man: Homecoming adalah sesosok makhluk hidup, maka dia layak mendapat pelukan yang erat dan hangat.

Di dunia komik, Spider-Man adalah salah satu karakter yang paling populer sepanjang masa, saingannya mungkin hanya Batman. Namun, di dunia film Spider-Man tenggelam oleh digdayanya Iron Man. Iron Man sudah mencetak pemasukan US$ 2 miliar dari film-filmnya. Itu belum dihitung film di mana Iron Man hadir, seperti Avengers dan Captain America: Civil War. Tidak mau Spider-Man disia-siakan, Sony Pictures yang memegang hak produksi karakter ini pun bekerja sama dengan Marvel Studios untuk membuat manusia laba-laba ini kembali mendapatkan hati penonton.

Kolaborasi Marvel Studios dan Sony Pictures ini memang memuaskan. Jika Sam Raimi berhasil menancapkan sebuah standar film superhero saat Spider-Man rilis di tahun 2002, film ini mampu menampilkan Spider-Man yang paling pas. Dari segi karakterisasi, pemilihan pemain, tema, dan juga alur cerita, film ini benar-benar seperti Spider-Man yang keluar dari panel komik. Raimi bukannya tidak berhasil melakukan itu. Dia sukses menghidupkan Spider-Man secara visual, tetapi kekurangan versi lawas Spider-Man adalah sosok yang terlalu karikatural.

Alur cerita Spider-Man: Homecoming dibuat berbeda dari versi 2002 ataupun versi 2012 besutan Marc Webb. Di versi baru ini, tidak ada lagi kisah Peter Parker yang larut dalam perasaan bersalahnya akibat tewasnya Paman Ben. Di versi ini juga tidak perlu lagi diceritakan dengan detil bagaimana dia menjadi Spider-Man. Spider-Man: Homecomingmengambil tempat sesaat setelah Peter Parker membantu Tony Stark menghentikan Captain America di film Civil War. Pergelutannya berkutat di kesehariannya sebagai anak sekolah sekaligus mencari cara agar Iron Man tertarik merekrutnya menjadi anggota Avengers.

Demi menyajikan film Spider-Man yang lebih fresh, Spider-Man: Homecoming pun dikembangkan dengan cara yang berbeda. Di sini Peter Parker dikembangkan dengan cara lebih personal dan tampil membumi sebisa mungkin. Peter Parker pun dibuat seandainya anak seusianya tiba-tiba mendapat kekuatan super. Manusia biasa mendapat kekuatan super tentu memiliki perjuangan yang tidak mudah. Mulai dari bagaimana mengontrol kekuatannya, sampai ke hal yang memengaruhi perkembangan kepribadiannya. Dan Tom Holland sukses memerankan Peter Parker yang sangat menyenangkan.

Tom Holland memang seolah lahir menjadi seorang Peter Parker. Fisiknya sempurna sebagai Peter Parker. Andrew Garfield mungkin memiliki akting yang bagus saat menjadi Peter Parker, tetapi tubuhnya terlalu jangkung sebagai si manusia laba-laba. Fisik Tobey Maguire sebenarnya cukup pas, sayangnya dia terlalu tua (berusia 29 tahun saat tampil di Spider-Man 2002) untuk menjadi Peter Parker masa sekolah. Di luar soal fisik, Tom Holland berhasil menjelma menjadi Peter Parker yang ideal. Di film ini, selalu seru menyaksikan tingkah polah Tom Holland baik sebagai Spider-Man maupun Peter Parker. Tom Holland adalah Peter Parker dan Spider-Man terbaik sejauh ini, melebihi Tobey maupun Andrew.

Musuh utama pun jadi kekuatan lain. Film-film Marvel selalu dikritik soal kehadiran musuh utama mereka, tapi Spider-Man: Homecoming tidak menderita kekurangan ini. Michael Keaton sanggup tampil mengerikan menjadi Adrian Toomes atau Vulture. Motivasinya menjadi penjahat pun masuk akal, berbeda dengan villain kebanyakan di film-film superhero.Interaksinya dengan Spider-Man juga menarik diikuti.

Faktor lain yang membuat Spider-Man: Homecoming jadi luar biasa adalah cara unik Jon Watts sebagai sutradara mengemas film ini secara keseluruhan. Ketika Spider-Man diposisikan sebagai anak SMA, maka Watts pun memfokuskan hidup Peter Parker pada pergulatannya di dunia sekolah. Pendekatannya pun dibuat ala film SMA tahun 1980-an besutan John Hughes seperti Sixteen Candles, The Breakfast Club, atau yang legendaris Ferris Bueller’s Day Off. Kalau memperhatikan dengan seksama, maka kamu akan menemukan easter egg Ferris Bueller di Spider-Man: Homecoming.

Advertisements

Wisata Gili Ketapang Probolinggo

Ada yang tahu Wisata Gili Ketapang Probolinggo? Awalnya saya juga tidak tahu lokasi Gili Ketapang, ternyata lokasinya dekat dari Surabaya yaitu Probolinggo. Mencari informasi menuju Probolinggo bisa naik bus umum, kereta api dan kendaraan bermotor. Saya sedikit anti naik bus umum, karena lama dan capai di perjalanan. Alhamdulillah ada kereta api ekonomi Probowangi Surabaya – Probolinggo, cukup membayar Rp 29.000/orang dengan durasi perjalanan 2 jam.

Saya langsung memesan tiket kereta api ekonomi Probowangi untuk pulang pergi bersama istri Atiqoh Hasan. Beruntung, keberangkatan kereta api ekonomi Probowangi bisa berangkat dari Stasiun Wonokromo Surabaya, rumah kami cukup dekat dengan Stasiun Wonokromo dibanding Stasiun Gubeng. Persoalan kedua, jadwal keberangkatan kereta api ekonomi Probowangi sangat pagi 04:35 WIB sampai di Stasiun Probolinggo 06:35 WIB. Setelah sholat subuh, kami langsung tancap gas ke Stasiun Wonokromo.

Pukul 04:20 WIB kami sampai di Stasiun Wonokromo, saya langsung masuk parkiran motor dan Atiqoh menuju komputer check in kereta api untuk print tiket. Tiket kereta api ekonomi Probowangi kami beli lewat Traveloka. Kami langsung ke pintu masuk Stasiun Wonokromo dengan menunjukan kartu tanda penduduk dan tiket kereta api ekonomi Probowangi. Suasana pagi itu cukup ramai orang yang menunggu, mungkin ada kereta api lain selain kereta api ekonomi Probowangi.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Perjalanan 2 jam di kereta api ekonomi Probowangi cukup nyaman. Kereta api sekarang sudah dilengkapi air conditioner di setiap gerbong. Kami habiskan dengan membaca buku dan sesekali waktu melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. Masih banyak sawah hijau dan sungai yang mengalir. Pagi itu kami belum sarapan, Atiqoh sudah menyiapkan sedikit buah anggur dan kelengkeng untuk teman perjalanan. Sepanjang perjalanan tidak ada petugas yang menawarkan makanan ringan di dalam kereta api.

Akhirnya sampai juga di Probolinggo tepat pukul 06:35 WIB. Kereta api Probowangi yang kami pilih berakhir di Stasiun Banyuwangi Baru, Kota Banyuwangi. Setelah kami turun ada yang melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Kami langsung turun dan keluar dari Stasiun Probolinggo, penasaran dengan kotanya. Ternyata di pagi hari itu ada semacam pasar tumpah di depan Stasiun Probolinggo, bahasa kerennya car free day. Kami jalan-jalan di pasar tumpah sambil mencoba bubur kacang hijau, rasanya enak.

Setelah kenyang menyantap bubur kacang hijau, kami langsung membuka Google Map menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pelabuhan Tanjung Tembaga merupakan jalur utama menuju Gili Ketapang Island. Tidak begitu jauh dari tempat makan bubur kacang hijau tadi ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, hanya 1 kilometer dan kami sepakat untuk jalan kaki sambil menikmati Kota Probolinggo. Di perjalanan kami sempat kesasar, salah membaca Google Map. Tapi menemukan hal yang unik yaitu wisuda anak-anak SD yang diarak menggunakan becak.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Hari itu Probolinggo cukup panas, baru 08:30 WIB kami jalan kaki ke Pelabuhan Tanjung Tembaga rasanya kaya di padang pasir. Atiqoh sampai cemberut kepanasan dan sesekali berhenti di bawah pohon. Kurang lebih 45 menit kami berjalan kaki dengan pemandangan pantai dan kampung laut yang kotor. Di sepanjang perjalanan masuk komplek pelabuhan banyak warga yang menjemur ikan hasil tangkapan. Buat yang tidak suka berjalan kaki dari Stasiun Probolinggo ke Pelabuhan Tanjung Tembaga bisa menggunakan jasa ojek motor atau becak.

Wisata Gili Ketapang kali ini kami menggunakan jasa paketan Gili Ketapang yang kami dapatkan infonya di Instagram. Cukup membayar Rp 85.000,- sudah termasuk transportasi perahu pulang pergi dari Pelabuhan Tanjung Tembaga – Gili Ketapang Islandsnorkelling termasuk masker, dokumentasi under waterguide wisata lain di Gili Ketapang Island dan makan siang setelah snorkelling. Bayar jasanya di akhir setelah kami puas mendapatkan fasilitas tersebut.

Pukul 09:30 WIB kami dijemput guide dari jasa paketan Gili Ketapang, kami berkomunikasi dengan jasa paketannya menggunakan WhatsApp. Orangnya cukup ramah dan mengingatkan keberangkatan menuju Gili Ketapang. Dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ke Gili Ketapang Island membutuhkan waktu 30-45 menit, tergantung angin dan ombak saat itu. Perahu yang kami naiki menggunakan mesin pemotong rumput jadi sedikit lambat.

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

Tips buat yang pertama naik perahu dan mabuk laut, usahakan duduk di tengah jangan duduk di paling depan dan belakang. Pengalaman saya duduk di paling depan, terkena panas matahari dan ombak dari depan. Jika duduk di paling belakang, terdengar mesin perahu yang super berisik dan asap yang mengepul hitam. Sebaiknya duduk di tengah tidak di sebelah pinggir. Saya ambil posisi depan awalnya ingin foto-foto langit dan ombak yang terkena perahu. Ternyata sangat panas dan anginnya kencang.

30 menit perjalanan dengan perahu terlihat dari jauh sudah banyak wisatawan lain yang sedang snorkelling dan bermain pasir. Hari itu sangat ramai wisatawan dan hanya ada 3 titik snorkelling untuk melihat keindahan kedalaman laut Gili Ketapang. Kami langsung diarahkan ke Goa Kucing Gili Ketapang yang lokasinya di paling ujung pulau. Kami turun dari perahu beramai-ramai dengan 20 orang wisatawan lain yang 1 perahu. Selain Goa Kucing ada sumur sakral, tapi saya tidak mau masuk karena tempatnya sempit.

Masyarakat di Gili Ketapang Island mayoritas orang Madura yang merantau dari Pulau Madura, semua beragama Islam. Saya sempat ngobrol dengan salah satu guide yang mengantar kami menunjukan lokasi wisata lain, bahwa Wisata Gili Ketapang Island baru dibuka 3 bulan. Di hari Minggu kurang lebih ada 200-300 orang yang mengunjungi Gili Ketapang Island. Masyarakat sangat terbantu dengan memfasilitasi makanan dan penginapan. Pilihan makanan berat disana tidak bervariasi, hanya ada rujak dan mie instan. Jangan bayangkan ada mini market disana ya!

wisata gili ketapang probolinggo

image: bagus gowes

1 jam kami dibiarkan untuk eksplorasi daratan di Gili Ketapang. Setelah itu kami dijemput untuk menuju perahu yang kami tumpangi sesuai keberangkatan, usahakan diingat warna dan model perahunya. Kami pindah ke daratan yang dekat dengan pemukiman warga Gili Ketapang, kami dibiarkan menunggu 30 menit di gazebo bambu tidak ada komando disuruh beraktifitas. Saya mengambil kesimpulan, hari itu spot snorkelling penuh dan peralatannya dipakai semua. Bergantian untuk menikmati snorkelling.

Cukup puas kami menikmati snorkelling di beberapa tempat, sudah lama saya tidak snorkelling dan melihat keindahan bawah laut. Ombak saat itu cukup tenang, saya dan istri explore tempat snorkelling lain yang tidak ramai dengan wisata lain. Pukul 16:00 WIB kami diminta untuk naik ke perahu, karena ombak sudah kencang. Di Gili Ketapang cukup banyak Nemo atau ikan badut yang disebar oleh penduduk. Semoga warga Gili Ketapang bisa menjaga keindahan bawah laut Gili Ketapang, tidak hanya mencari pemasukan dari alamnya saja.

Tesla Model S P100D

Mobil listrik adalah mobil masa depan, keterbatasan bensin atau fosil lama-kelamaan akan habis membuat sebuah inovasi kendaraan dari listrik seperti mobil listrik, motor listrik dan sepeda listrik. Saya suka mengamati inovasi di luar negeri. Mobil listrik terbaru Tesla asal Amerika Serikat belum lama ini ditaksir nilai perusahaannya lebih besar dari Ford. Kebetulan Dahlan Iskan membeli mobil listrik Tesla Model S P100D, saya bisa melihat langsung mobil tersebut di Jawa Pos.

Tesla Model S memang bukan mobil murah. Di negeri Paman Sam, pihak pabrikan bahkan membuat empat tipe untuk model ini yang dapat dipesan calon konsumen; yakni Model S 75, Model S 90D, Model S 100D, dan Model S P100D.

image: bagus gowes

Khusus untuk model terakhir (P100D) diklaim sebagai mobil listrik tercepat saat ini, dan sempat dipamerkan pada ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kendaraan itu dikabarkan mampu melesat dari diam (0 kpj) hingga kecepatan 100 kpj hanya dalam waktu 2,5 detik. Bahkan, menurut Forbes, catatan waktunya bisa lebih cepat lagi, yakni 2,28 detik, sehingga menjadi sedan produksi massal tercepat di dunia.

image: bagus gowes

Catatan waktu itu bahkan lebih cepat dari hypercar Ferrari LaFerrari, Bugatti Veyron, Lamborghini Aventador, atau Porsche 911 Turbo S. Namun saat diuji, sedan berpenggerak empat roda dengan dua mesin listrik itu menggunakan perangkat lunak “Ludicrous + yang belum tersedia di pasaran saat ini.

Total tenaga yang dihasilkan dua mesin listrik itu diklaim Tesla mencapai 761,7 hp dengan torsi maksimal 1.000 Nm. CarsGuide memprediksi tenaganya bisa lebih dari itu.

image: bagus gowes

Mobil ini mengusung baterai berkapasitas 100 kWh dan diklaim bisa menempuh jarak hingga 540 km jika mobil dipacu pada kecepatan rata-rata 100 km/jam. Jarak tempuh bertambah menjadi 658 km jika kecepatan diturunkan menjadi 88,5 km/jam.

Selain kencang, sedan mewah Tesla juga menawarkan fitur seperti sedan mewah kebanyakan. Misalnya sistem audio stereo 7-speaker, trim dari kulit, pelek 19-inci, layar sentuh 17-inci, keyless entry and start, dasbor digital, wiper kaca otomatis, lampu LED, dan konektivitas internet melalui kartu SIM.

image: bagus gowes

60’s Hostel Singapore

Saat eksplore Singapore pada bulan Maret 2017 saya sempat menginap 1 malam di sebuah hostel yang bernama 60’s Hostel Singapore. Lokasinya di 569 Serangoon Road, Singapore. Kenapa saya memilih 60’s Hostel Singapore? Pertama, murah dan review di Traveloka bagus. Saya dapat harga Rp 135.319,- untuk 1 malam. Kedua, lokasinya dekat stasiun MRT Little India Singapore. Saya janjian dengan teman di sekitaran Little India, jadi mudah untuk bertemu.

Pengalaman pertama saya mencari 60’s Hostel Singapore gampang-gampang susah. Selama di Singapore saya tidak membeli paketan internet, hanya mengandalkan free wifi hotspot Singapore di beberapa tempat seperti Bandara Changi Singapura, Stasiun MRT Singapore dan wifi hostel. Mendarat di Bandara Changi Singapura saya langsung mencari pusat informasi untuk mendapatkan wifi password lalu mengakses WhatsApp dan mendownload peta offline di Google Maps.

image: bagus gowes

Free wifi hotspot Bandara Changi Singapura hanya 30 menit saya prioritaskan yang penting dilakukan untuk mencari informasi di negara Singapura, seperti peta stasiun MRT, pemberhentian MRT yang dekat dengan 60’s Hotel Singapore. Ternyata cukup mudah, karena peta di stasiun MRT ada bahasa Indonesia. Kalau bingung, bisa menanyakan ke petugas yang jaga di setiap pintu masuk/keluar MRT. Petugasnya ramah-ramah, bisa berbahasa Indonesia.

Perjalanan dengan MRT selama 20 menit sampai juga di stasiun MRT Little India. Kalau menurut Google Maps dari stasiun ke 60’s Hostel Singapore hanya 800 meter. Jalan kaki sambil menikmati trotoar di Singapore juga seru. Kebetulan saat saya berkunjung ke Singapore ada gelaran konser akbar yaitu Coldplay Tour Singapore 2017, sering sekali di MRT bertemu dengan orang Indonesia yang akan menonton konsernya.

image: bagus gowes

Saat memesan 60’s Hostel Singapore di Traveloka fotonya tidak begitu kelihatan tampak depannya. Saya bertanya ke masyarakat Singapore dari petugas bersih-bersih jalan dan warung makan, mereka tidak tahu hostelnya. Terakhir saya menanyakan ke pengunjung sebuah restaurant diberi tahu lokasinya. Sampai di lokasi saya kaget, ternyata 60’s Hostel Singapore bentuk bangunannya seperti ruko yang direnovasi dijadikan hostel.

Untuk check-in dan masuk ke dalam hostel dibutuhkan kartu khusus ditempelkan di pintu 60’s Hostel Singapore. Tidak perlu khawatir karena ada petugas yang jaga dan menunggu di dalam/luar 60’s Hostel Singapore, hanya perlu mengetuk pintunya akan dibukakan. Selanjutnya proses check-in sangat mudah, saya hanya menunjukan bukti pemesanan di Traveloka dan memberikan uang deposit $10 nantinya akan dikembalikan saat check-out.

image: bagus gowes

Hostel adalah sharing room dengan pengunjung lain. Saya memesan 60’s Hostel Singapore di Traveloka sudah ada penjelasan kalau sekamar ada 8 kasur dan campur (pria dan wanita). Jangan khawatir, di hostel tidak boleh berhubungan badan, saling menjaga kenyamanan, artinya tidak boleh berisik atau ngobrol keras-keras yang bisa mengganggu pengunjung lain. 60’s Hostel Singapore juga memberikan sarapan gratis, biasanya roti tawar dan teh panas. Kebetulan saya tidak sempat mencobanya, karena jam 7 pagi saya harus check-out agar bisa menikmati Singapore lebih lama.

60’s Hostel Singapore sangat cocok buat backpacker yang hanya menumpang tidur 1 -2 malam di Singapore. Kamar yang diisi 8 kasur tingkat terasa sempit, kerepotan yang saya rasakan saat menaruh tas ransel. Ada backpacker negara lain sedikit egois menaruh tas besarnya di tempat yang asal-asalan. Usahakan minta kasur yang posisinya di bawah, jadi kalau mau keluar masuk kamar mudah. Saya dapat tempat tidur yang di atas, perlu usaha naik – turun tangga kamar tidur.

image: bagus gowes

One Day Trip Semarang

Minggu (23/4) ceritanya one day trip Semarang bersama Atiqoh. Sabtu malam mulai cari-cari kereta yang waktunya pas dari Surabaya ke Semarang, menemukan kereta api Maharani ekonomi ac. Berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi 06:00 WIB, sampai di Stasiun Semarang Poncol 10:41 WIB dengan durasi perjalanan 4 jam 41 menit. Dibandingkan dengan naik bus umum, kereta lebih cepat dan tentunya cukup murah hanya Rp 49.000 per orang. Saya pesan kereta api Maharani untuk keberangkatan ke Semarang dan pulangnya memilih kereta api Jayabaya Rp 100.000 per orang keberangkatan 19:41 WIB.

Minggu pagi setelah sholat subuh berjamaah di masjid, kami langsung bergegas berangkat menuju stasiun Surabaya Pasar Turi. Rumah kami di Jagir, Wonocolo yang masuk Surabaya Selatan dan lokasi stasiun Surabaya Pasar Turi ada di Surabaya Utara, kalau menurut Google Maps hanya 7,2 km tapi perjalanan menuju kesana banyak sekali traffic light. Alhamdulillah perjalanan naik motor selama 30 menit tidak terburu-buru, kami masih bisa beli camilan untuk makan di kereta api.

Tepat pukul 06:00 WIB kereta api Maharani sudah ada di jalurnya dan langsung berangkat. Hari itu kereta api Maharani sangat ramai, mungkin karena Senin ada libur nasional Isra Mi’raj. Selain itu ada rombongan atlit tenis atau bulutangkis SMP dan SMA yang akan berkompetisi di Semarang. Di gerbong kereta api Maharani yang saya naiki penuh dengan anak-anak atlit yang didampingi gurunya. Tas yang mereka bawa besar-besar, ada yang membawa bantal, koper dan boneka.

Pukul 10:45 kereta api Maharani sampai di Stasiun Poncol Semarang. Kami turun di Stasiun Poncol Semarang untuk lanjut jelajahi wisata Semarang. Menurut info teman, Stasiun Poncol Semarang dengan dengan kota lama Semarang tempo dulu. Saya langsung cek Google Maps hanya 500 meter, saya dan istri sepakat untuk berjalan kaki menuju kota lama Semarang. Kalau yang tidak suka jalan kaki, banyak ojek offline dan online yang sudah menunggu di pintu keluar Stasiun Poncol Semarang.

15 menit jalan kaki sampai di kota lama Semarang tempo dulu, disana banyak bangunan khas tempo dulu seperti Gereja Blenduk dan bangunan lain yang menjadi saksi biksu pusat perdagangan di Semarang. Banyak bangunan di kota lama Semarang yang tidak terawat dan terlihat banyak sampah. Kenapa pemerintah kota Semarang atau Gubernur Jawa Tengah tidak membersihkan semua sampah tersebut? Menjadikan kota lama Semarang, wilayah wisata yang bagus dikelola lagi. Ironi dengan bangunan tempo dulu tersebut.

Setelah selesai jelajahi kota lama Semarang tempo dulu kurang lebih 1 jam. Kami beristirahat di Taman Srigunting yang lokasinya bersebelahan dengan Gereja Blenduk. Gereja Blenduk masih dipakai ibadah sampai sekarang. Hari itu banyak wisatawan yang sekaligus ingin beribadah di Gereja Blenduk, sangat ramai sekali di halaman parkir yang ingin berfoto di depan gerejanya. Setelah beristirahat di Taman Srigunting kurang lebih 15 menit, kami putuskan untuk sholat dhuhur di Masjid Agung Semarang yang menjadi ikon masjid Jawa Tengah.

image: bagus gowes

Kami beruntung hari itu UBER baru membuka jasanya di Semarang, dengan memasukkan voucher UBERXSEMARANG gratis memakai jasa UBER selama 5x dengan biaya maksimal Rp 25.000. Kami coba memakai UBER dari Taman Srigunting ke Masjid Agung Semarang, sampai tujuan tertulis Rp 0. Lumayan hemat one day trip Semarang kali ini, dibantu UBER dengan fasilitas gratisnya. Tidak perlu repot menyewa atau meminjam motor selama di Semarang.

Namanya juga one day trip, kami puaskan seharian keliling wisata Semarang sampai waktu kereta pulang ke Surabaya. Sholat dhuhur di Masjid Agung Semarang sampai pukul 14:00 WIB, tiba-tiba cuaca berubah gelap dan hujan yang cukup deras. Rencana kami setelah dari Masjid Agung Semarang menuju Sam Poo Kong Semarang yang kegiatannya di luar ruangan. Menunggu 30 menit sambil makan tahu campur, hujannya reda kami menuju Sam Poo Kong dengan UBER.

Lokasi Sam Poo Kong di tengah kota Semarang, sedikit macet karena driver melewati tengah kota Semarang. Akhirnya sampai juga di Sam Poo Kong yang penuh dengan parkiran bus dan mobil pribadi. Untuk masuk Sam Poo Kong membayar tiket Rp 10.000 untuk umum dan gratis yang ingin beribadah dengan menunjukan KTP. Di dalam Sam Poo Kong sangat ramai orang yang ingin berfoto di tiap-tiap kuil dan ada pertunjukan barongsai untuk menarik pengunjung.

Setelah selesai jalan-jalan keliling Sam Poo Kong, kami putuskan melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya yaitu Vihara Buddhagaya Watugong Semarang dan tentunya pakai UBER. Lokasi viharanya jauh dari kota Semarang, ke arah Banyumanik, Ungaran. Salah satu vihara yang wajib dikunjungi, karena tempatnya sepi dan tenang jika ingin beribadah. Saya hanya melihat-lihat bangunannya, ada patung Budha tidur seperti di Thailand. Tidak perlu membayar untuk masuk ke Vihara Buddhagaya Watugong Semarang.

Tujuan terakhir kami yaitu Lawang Sewu Semarang dan Simpang Lima Semarang. Awalnya kami psimis untuk menuju Lawang Sewu Semarang, karena jalur yang lewati sangat macet berada di tengah kota Semarang. Alhamdulillah di luar rencana, jalurnya cukup lenggang dan kami sampai di Lawang Sewu Semarang. Masuk Lawang Sewu Semarang cukup membayar Rp 20.000 per orang, wisatanya buka sampai pukul 20:00 WIB.

Kalau dilihat dari bangunan dan cerita sejarah yang ada di dalam Lawang Sewu Semarang, dulunya adalah kantor stasiun kereta api di jaman Belanda. Lawang Sewu yang artinya pintu seribu memang benar bangunan tersebut desainnya memiliki pintu yang banyak, antar bangunan dihubungkan dengan pintu kayu. Beberapa bangunan ada yang ditutup, tidak boleh pengunjung masuk. Waktu itu menuju lantai 2, ada tanda tidak diperbolehkan pengunjung masuk. Kesan horor dan mistis itu pasti, karena bangunan lama dan memiliki 3 atau 4 lantai saya lupa-lupa ingat.

Badan dan kaki sudah lelah untuk melanjutkan kuliner di Simpang Lima Semarang. Kami putuskan untuk pulang dan menuju Stasiun Poncol Semarang dan mencari makan malam di sekitaran stasiun. One day trip Semarang cukup sukses banyak wisata yang bisa dikunjungi dalam 1 hari. Kami masih kepikiran, apa pulangnya besok saja ya? Mengistirahatkan badan di hotel Semarang dan pulangnya besok paginya? Tapi tiket kereta sudah terbeli. Istirahat di kereta saja, semoga nyaman selama perjalanan.

Kereta Api Penataran Dhoho

Minggu (9/4) saya bersama Atiqoh jalan-jalan ke Malang, rencana itu spontan karena ingin menikmati wisata yang berbeda. Tujuan wisatanya bukan ke Kota Malang, tapi kota terdekat dari wisata tersebut harus menuju Malang. Saya dan Atiqoh ingin mengunjungi Coban Nirwana yang lokasinya 20 km dari Kota Malang, tepatnya di wilayah Gedangan, Malang Selatan.

Karena Atiqoh besar di Malang, tahu ada 3 alternatif menuju Malang yaitu motor, kereta api dan bus patas. Naik kendaraan bermotor boncengan dari Surabaya ke Malang cukup jauh 94,5 km, di jalan terasa capai dan lelah tidak ada kepastian jam berapa sampai Malang. Naik bus patas juga tidak tahu sampai jam berapa sampai Malang, estimasi 2,5 jam. Pilihan terakhir naik kereta api dari Stasiun Wonokromo yang paling pagi yaitu Kereta Api Penataran Dhoho.

image: bagus gowes

Pukul 04:41 Kereta Api Penataran Dhoho tiba di Stasiun Wonokromo. Rumah kami dekat dengan stasiun, setelah sholat subuh 4:30 kami menaiki motor menuju Satsiun Wonokromo. Alhamdulillah sampai di stasiun dan masih ada tiket Kereta Api Penataran Dhoho. Harga tiket Kereta Api Penataran Dhoho dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Malang sangat murah cuma Rp 12.000. Pembelian tiket kereta apinya hanya ada di loket dan bisa dibeli 1 minggu sebelum pemberangkatan.

Kekecewaan saya setelah membeli tiket Kereta Api Penataran Dhoho, PT. Kereta Api Indonesia di tahun 2017 masih menjual tiket kereta tanpa tempat duduk. Dengan sistem kereta api Indonesia yang sudah online, mungkin dibatasi penumpang kereta api ekonomi. Jika sudah penuh kursinya, sebaiknya tidak menjual tiket kereta apinya lagi. 2 jam berdiri dengan penumpang lain di dalam kereta api sampai Malang sangat membosankan dan sangat capai.

image: bagus gowes

Jika Surabaya – Malang sama dengan Yogyakarta – Solo yang hanya menempuh waktu 1 jam dan keretanya bersih tidak masalah. Kereta Api Penataran Dhoho termasuk ekonomi yang sempit untuk berdiri tidak nyaman sekali berdiri selama 2 jam. Saya kecewa dengan PT. Kereta Api Indonesia khususnya di Kereta Api Penataran Dhoho ini. Jika ingin ke Malang lagi dengan kereta yang sama akan membeli tiket keretanya 1 minggu sebelum pemberangkatan.

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

 

image: bagus gowes

Bersihin Karang Gigi di RSGM FKG UMY

Sudah hampir 1 tahun saya tidak pernah ke doktor gigi untuk scaling atau bersihin karang gigi. Diingatkan istri  untuk ke dokter gigi membersihkan karang gigi dan menambal gigi yang berlobang. Mumpung sedang di Jogja, saya tahu tempat membersihkan karang gigi yang murah, hehe.. Jum’at (28/4) saya niatkan untuk datang ke RSGM FKG UMY di Wirobrajan, Kota Jogja.

Dulu saya sering ke dokter gigi minimal 1 tahun sekali, karena banyak teman yang sedang koas di RSGM FKG UMY sekedar bersihin karang gigi atau menambal gigi. Setelah teman-teman sudah lulus dan pindah kota, saya jarang mengunjungi dokter gigi lagi. Berasa karang giginya tidak ada setiap melihat di kaca, ternyata karang giginya menempel di sela-sela gigi.

Saya datang ke RSGM FKG UMY pukul 09:00 WIB langsung menuju meja pendaftaran di lantai 3, ditanya sebelumnya sudah pernah berobat di RSGM UMY? Saya bilang sudah, langsung dicarikan map bertuliskan nama saya. RSGM FKG UMY adalah rumah sakit pendidikan gigi dan mulut, jadi yang menangani semua permasalahan gigi adalah mahasiswa koas yang sebentar lagi mau lulus.

Setelah bagian pendaftaran menemukan map yang berisi dokumen berobat, saya dipersilahkan menunggu untuk penanganan dokter. Tidak sampai 10 menit saya ditemui calon dokter bernama Nadya, saya diajak ke ruangan praktek yang berisi semua mahasiswa yang sedang belajar, bekerja dan berdiskusi dengan pasien dan dosennya.

Sebelum penanganan membersihkan karang gigi saya ditanya keluhan yang selama ini dialami, apakah berdarah saat menggosok gigi? Apakah linu untuk mengunyah di gigi gerahamnya? Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, dilanjutkan untuk mengecek satu per satu kondisi gigi dan melihat bagian mana yang ada karang giginya.

Karena ditangani calon dokter yang sedang koas, semua penanganan harus dilaporkan dulu ke dosen perlu waktu yang cukup lama setelah melihat kondisi gigi. Dosen yang bertugas di hari itu hanya ada 1 dan dibutuhkan banyak calon dokter yang sedang menangani pasien. 10 menit menunggu dosen datang dan langsung dilakukan penanganan bersih karang gigi.

Sudah cukup lama tidak membersihkan karang gigi, terasa sakit hampir mau nangis.. Banyak karang gigi yang menyelip di sela-sela gigi yang lokasinya di gigi geraham. Kata dokter gigi yang sebelah kiri jarang dipakai makan/mengunyah, jadi banyak karang gigi yang menempel. Seandainya makan dipakai semua gigi geraham kanan dan kiri, akan mengurangi karang gigi. Fungsi makanan juga membersihkan karang gigi.

Perkiraan waktu 1 jam yaitu 09:00 – 10:00 untuk membersihkan karang gigi, ternyata selesai 11:30 WIB hampir masuk Sholat Jum’at. Alhamdulillah gigi bersih kembali, mungkin kembali 6 bulan lagi setelah ini sekitar bulan Desember 2017. Tarif scaling di RSGM FKG UMY cukup terjangkau, hanya Rp 50.000,- Kalau di dokter gigi yang sudah membuka praktik, mungkin berkisar harga 100.000,- ke atas.